Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#26


__ADS_3

"Gimana enak gak?" tanya Gara pada Fatin setelah Fatin menelan steak yang sudah Gara potong potong menjadi kecil kecil.


"Enak yah, tapi sayang mahal." jawab Fatin cemberut.


"Tidak mahal kok, Fatin cukup doain ayah supaya ayah mendapatkan rezeki lebih biar nanti bisa ajak Fatin sama Buna makan ke sini lagi." balas Gara sambil mengelus rambut Fatin.


"Bener yah, kalau gitu Fatin akan selalu mendoakan ayah sama Buna semoga rezeki kalian lancar agar bisa sering sering ajak Fatin makan di sini lagi." balas Fatin senang.


"Anak pinter, habisin gih steaknya habis ini ayah mau ajak Fatin main di taman."


"Siap ayah." patuh Fatin dan langsung memakan steak daging itu dengan lahap.


"Coba saja ayah tidak di batasi sama takut ketahuan Buna kamu, pasti sekarang ayah akan ajak kamu jalan jalan belanja di mall." batin Gara menatap Fatin sedu.


Tak mau berlarut dalam pikirannya, Gara pun melanjutkan kegiatan makannya lagi karena sepertinya Fatin akan segera selesai makannya, jadi Gara harus mengejar Fatin biar nanti Fatin tidak kelamaan menunggu dirinya makan.


Selesai makan Gara menggajak Fatin main di taman bermain anak anak, Fatin sangat senang bahkan dia bisa tertawa dengan puas. Gara yang melihat tawa lepas Fatin pun hatinya juga ikut seneng.


Puas bermain, Gara pun mengajak Fatin pulang karena hari sudah sore. Takut nanti kemalaman pulangnya dan akan mendapatkan amukan dari Aileen, kan tidak lucu.


"Assalamualaikum buna." salam Fatin saat masuki rumah setelah habis jalan jalan bersama Gara.


"Waalaikum salam sayang." balas Aileen dan juga seseorang yang ada di rumah Aileen.


"Loh ada Tante Rumi ternyata, Tante tadi Fatin habis jalan jalan di taman bermain loh sama ayah, tadi Fatin naik ayunan sama ayah." adu Fatin pada Arumi.


Ya, orang yang ada di rumah Aileen itu adalah Arumi, Fatin sangat dekat dengan Arumi karena Arumi sering membelikan sesuatu buat Fatin.


Arumi sudah mengganggap Fatin sepertinya anaknya sendiri, karena dia tidak bisa mempunyai anak dengan suaminya, maka dari itu dia sangat menyayangi Fatin.


Diluar itu juga karena Fatin anaknya yang gemesin dan cepat akrab dengan orang lain jadi bisa membuat siapapun yang dekat dengan Fatin pasti akan langsung menyayangi Fatin.


Seperti Gara, Gara juga langsung menyayangi Fatin, padahal mereka baru bertemu beberapa hari saja, tapi Gara sudah sangat menyayangi Fatin.


"Wah benarkah, lalu dimana ayah kamu, kenalin ke tante dong." pinta Arumi.

__ADS_1


"Boleh, itu tadi ayah masih parkiran motornya di teras." balas Fatin.


"Kamu ini habis pulang dari jalan jalan kok langsung ngobrol sama Tante Arumi sih. Seharusnya kamu itu langsung pergi mandi sama ganti baju." tegur Aileen yang datang membawa secangkir teh untuk Arumi.


"Oh iya Fatin lupa Buna." cengir Fatin.


"Ya udah Fatin mau mandi dulu ya Tante, Tante jangan pulang dulu, nanti kita main bareng." pamit Fatin.


"Iya sayang, Tante gak bakal pulang kok, kan Tante ke sini memang mau ketemu sama Fatin." balas Arumi.


Fatin pun langsung pergi menuju kamarnya untuk mengambil handuk dan setelah itu dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Bertepatan saat Fatin pergi, Gara baru memasuki rumah Aileen.


"Assalamualaikum." salam Gara masuk ke dalam rumah.


"Waalaikum salam," balas Aileen dan Arumi.


"Fatin mana?" tanya Gara yang tidak mendapati Fatin ada di antara mereka berdua.


"Ya sudah aku kembali belakang dulu." pamit Gara dan berlalu begitu saja tanpa menatap Arumi.


"Itu suami kamu leen?" tanya Arumi.


"Iya kenapa, kamu kenal sama dia?" balas Arumi bertanya.


"Enggak lah, aku aja baru pertama kali lihat dia di sini." balas Arumi.


"Ganteng gitu jangan di anggurin lah leen, nanti di ambil orang baru tahu rasa deh."


"Kamu ngomong apa sih,?" balas Aileen yang pura pura tidak mengerti apa yang Arumi katakan.


"Hadeh gak usah sok polos gitu deh, aku tahu loh kamu dulu sering nonton film biru saat toko lagi sepi." balas Arumi yang mengingat pernah memergoki Aileen yang tengah menonton film biru saat pelanggan toko ibunya sepi.


"Hehehe." Aileen hanya nyengir saja hingga menampilkan deretan giginya yang ada satu gigi gingsulnya di sebelah kanan yang membuat Aileen terlihat sangat manis ketika tersenyum.

__ADS_1


"Jadi gimana, kamu sudah bisa menerima dia belum?" tanya Arumi.


"Gimana ya jawabnya, kalau di bilang menerima sih terima saja toh sudah terjadi, tapi kan semuanya juga butuh waktu." balas Aileen.


"Iya juga sih, tapi saran aku jangan lama lama kamu anggurin dia, nanti yang ada dia malah cari yang baru." saran Arumi.


"Insyaallah kalau memang dia jodoh Aileen juga dia akan tetap bersama Aileen apapun yang terjadi." balas Aileen santai.


Tanpa mereka ketahui, di balik tembok ada Gara yang tengah menguping pembicaraan mereka berdua. Gara tersenyum mendengarkan jawaban Aileen, yang malah semakin membuat Gara terpesona dengan Aileen.


"Kamu memang pantas menjadi istriku." gumam Gara.


Karena takut ketahuan, Gara pun segera pergi dari sana menuju kamarnya untuk mengambil handuk buat mandi, dan setelah itu dia pergi ke kamar mandi tapi dia harus menunggu Fatin selesai mandi dulu karena memang hanya ada satu kamar mandi di rumah Aileen.


...**...


"Yah kenalin ini tante Arumi, dia ini sangat baik sama Fatin sama Buna juga. Tante Arumi sering beliin Fatin makanan sama mainan." ucap Fatin memperkenalkan Arumi kepada Gara.


"Iya salam kenal mbak, aku Gara." balas Gara sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Arumi, pangil saja Arumi karena sepertinya kita seumuran." balas Arumi menangkupkan kedua tangannya di depan dada juga.


Gara hanya membalasnya dengan senyuman tipis saja, dia memang tidak suka kalau harus berhadapan dengan wanita, tapi kalau dengan Aileen beda lagi.


"Tante, Tante katanya besok mau pergi jauh ya?" tanya Fatin yang sudah duduk di pangkuan Arumi.


"Iya sayang, Tante harus pergi untuk menjaga toko ibu juga sama seperti buna Aileen." jawab Arumi.


"Yah, berarti nanti Fatin gak bisa ketemu Tante lagi dong." sedih Fatin.


"Bisa dong, nanti kalau liburan pasti Tante akan pulang ke sini kok, nanti kalau Tante pulang Tante akan bawakan oleh oleh yang banyak buat Fatin, Fatin mau kan?"


"Mau Tante mau," jawab Fatin girang.


"Nah makanya Fatin jangan sedih kalau tante pergi, tantekan pergi juga untuk mencari uang sama seperti Buna Aileen." Arumi memberikan pengertian buat Fatin agar Fatin tidak bersedih saat dia pergi besok.

__ADS_1


...***...


__ADS_2