
Setelah mendapatkan apa yang Gara cari, sekarang mereka berdua tengah berada di dalam sebuah cafe yang masih berada di area mall.
Anak buah Gara juga sudah menyerahkan apa yang tadi Gara perintahkan kepada mereka, sekarang Gara tinggal menunggu kedatangan Joan yang katanya tadi sudah menyelesaikan perintah Gara juga.
Selama berada di mall dan cafe, Gara selalu memakai topi dan masker agar tidak ada yang mengenali dirinya, kecuali saat dia makan Gara akan melepaskan maskernya, tapi itupun Gara lakukan dengan sembunyi-sembunyi dan hati hati.
"Kenapa tidak paman makan, apa paman gak suka?" tanya Gara pada paman Joko karena sedari tadi makanan yang Gara pesankan belum juga paman Joko makan.
"Tidak bukan begitu, paman hanya tidak menyangka saja kalau laki laki yang di paksa menikah dengan keponakan paman itu sebenarnya orang kaya." tutur paman Joko.
"Udahlah paman jangan di ingat ingat lagi, mungkin juga memang Aileen jodoh Gara dan Allah pertemukan kita dengan cara yang seperti itu." balas Gara.
"Iya memang takdir dari Allah itu sangatlah indah."
"Oh iya katanya tadi kamu mau menjelaskan siapa sebenarnya kamu?" lanjut paman Joko.
"Oh iya Gara lupa, jadi sebenarnya Gara itu adalah...." Gara menjelaskan siapa dirinya kepada paman Joko.
Sagara Xavier Xu pemilik perusahaan tambang serta memiliki beberapa resort dan juga hotel hotel ternama yang ada di berbagai manca negara.
S2X Crop adalah nama perusahaan yang sudah gara bangun sejak tujuh tahun terakhir ini.
Dimulai sejak dia umur 18 tahun, dimana dia waktu itu baru saja lulus SMA dan harus terpaksa hidup seorang diri karena kedua orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat saat hendak pergi berlibur.
Dengan modal peninggalan harta kedua orang tuanya, akhirnya Gara mampu mendirikan S2X Crop seperti sekarang ini.
Ada beribu-ribu karyawan yang Gara miliki, termaksud Joan yang sekarang menjadi sekertarisnya.
Joan sendiri adalah anak yatim piatu, dulu Gara membantu Joan saat dia di hajar oleh para preman, dan setelah kejadian itu Joan bertekad akan menghabiskan seluruh sisa umurnya untuk melindungi Gara.
Gara sendiri orangnya sangat susah untuk berbaur dengan orang yang baru, terutama para wanita yang sering menggoda dirinya. Gara sangat jijik jika melihat wanita wanita yang seperti itu, apalagi pakaian mereka yang menurut Gara sangatlah menjijikkan.
Pakaian kurang kain, yang melekat di tubuh para wanita itu sangat mengganggu penglihatan Gara. Ingin rasanya Gara membelikan mereka jubah agar mata Gara tidak sakit melihat tubuh mereka yang hampir terekspos itu.
Tapi entah kenapa kalau sama Aileen Gara tidak berlaku seperti itu, malah Gara sempat terpana karena Aileen mau menolong dirinya waktu dia di ledek oleh bocil bocil yang tak beradab itu.
Gara sudah memikirkan semuanya, dia akan membuka hatinya buat Aileen, dan dia juga akan berusaha membuat Aileen agar bisa mencintai dirinya.
Oke, kita kembali ke perbincangan mereka berdua lagi.
"Ya Allah Gar paman jadi sungkan deh kalau harus duduk berdua seperti ini sama kamu." ucap paman Joko merasa tak pantas duduk berdampingan dengan Gara.
"Apaan sih paman ini, Gara ini cuma orang biasa sama seperti paman, tapi Gara di berikan kelebihan uang yang Gara miliki." balas Gara.
__ADS_1
"Tapi tetap saja, paman gak enak kalau dekat kamu, paman takut nanti klien klien kamu malah gak mau lagi bekerja sama dengan kamu Gara Gara mereka lihat kamu duduk sama paman yang penampilannya biasa aja seperti ini."
"Udah ah paman ini jangan ngomong seperti itu lagi, paman gak perlu mikirin orang orang, paman hanya perlu memikirkan paman sendiri saja." balas Gara.
"Tapi...."
"Permisi tuan." ucap seseorang yang datang menghampiri mereka berdua, hal itu membuat paman Joko tidak lagi jadi melanjutkan ucapannya.
"Hmm, silahkan duduk." balas Gara mempersilahkan Joan untuk duduk.
Ya, orang yang baru saja datang itu adalah Joan, asisten Gara sekaligus merakap sebagai sekertaris Gara.
"Gimana apakah sudah beres?" tanya Gara.
"Sudah tuan, gedung itu sudah resmi menjadi milik anda, ini surat suratnya." jawab Joan memberikan surat kepemilikan gedung yang tadi dia beli.
"Bagus, oh iya apakah kamu sudah mencari tahu siapa dalang di balik kecelakaanku, karena aku yakin kalau itu bukanlah sebuah kebetulan." tanya Gara.
"Saya sedang menelitinya tuan, sepertinya orang itu merencanakan semua ini dari lama karena semua bukti cctv yang anda lewati waktu itu sudah di hapus semua." jelas Joan.
"Hmm, menarik. Sepertinya mereka ingin main main sama aku," ucap Gara dengan senyuman licik di bibirnya.
"Aku titipkan perusahaan sama kamu dulu untuk sementara waktu, dan bilang kepada media atau siapapun itu kalau aku belum bisa di temukan. Aku akan memantau masalah ini dari kampung tempat aku tinggal nanti." ucap Gara serius.
"Bisa dibilang seperti itu, tapi bisa dibilang juga tidak."
"Oh iya aku ada kabar buat kamu, mungkin nanti kamu setelah mendengarkannya akan kaget." lanjut Gara.
"Apa itu tuan?" tanya Joan penasaran.
"Aku sudah menikah dan memiliki anak." jawab Gara membuat mata Joan melotot sempurna.
"Hah, tuan serius?" tak percaya Joan.
"Hmm, kalau gak percaya tanya aja sama paman Joko." jawab Gara santai.
Joan mengalihkan pandangannya pada orang yang sedari tadi dia lihat tengah bersama Gara.
"Oh iya aku lupa, kenalin ini paman Joko, pamannya istri aku, dan paman kenalin ini Joan asisten Gara." ucap Gara memperkenalkan mereka berdua.
"Joan paman." ucap Joan memperkenalkan dirinya.
"Joko." balas paman Joko.
__ADS_1
"Ehh, maaf saya bolehkah manggil paman seperti tuan Gara?" tanya Joan meminta izin.
"Iya boleh kok," balas paman Joko sambil tersenyum.
"Oh iya kamu nanti jangan lupa urus mereka semua yang ada di gedung tadi, bilang sama mereka jangan ada yang buka mulut kalau tadi mereka lihat aku ada di sana. Ancam saja kalau mereka sampai buka mulut aku tidak akan tinggal diam." perintah Gara lagi pada Joan.
"Baik tuan saya mengerti." balas Joan paham.
"Dan untuk pemilik perusahaan xxx bilang sama dia kalau aku sudah memaafkan dia asal dia tidak buka mulut soal masalah yang tadi." lanjut Gara.
"Baik tuan."
"Emm... tuan bolehkah saya mengenal istri dan anak anda?" tanya Joan.
"Boleh kok, tapi nanti kamu jangan bilang kalau kamu itu asisten aku, kamu nanti cukup bilang kalau kamu itu teman kerja aku. Dan untuk paman juga sama, jangan kasih tahu siapapun nanti tentang siapa Gara yang sebenarnya, karena Gara masih ada misi yang harus Gara selesaikan." ucap Gara panjang lebar.
"Baik tuan saya mengerti." balas Joan.
"Tapi nanti bagiamana kalau Aileen tahu sendiri, nanti dia bisa bisa marah sama kamu, karena Aileen itu tidak suka di bohongi." ucap paman Joko takut.
"Udah paman tidak perlu khawatir, soal Aileen itu urusan Gara." balas Gara agar paman Joko tidak banyak pikiran.
"Ya sudah, paman tidak akan ikutan kalau suatu saat ada masalah sama kalian."
"Iya paman, paman tenang saja."
"Udah jam segini, sepertinya Fatin sudah mau keluar dari kelasnya, kalau gitu kita pergi sekarang." ajak Gara kepada mereka berdua.
"Paman bawa motor paman sendiri ya, motor paman sudah ada di depan, nanti terserah paman mau pergi ke mana, dan juga jangan lupa bawa belanjaan paman sama bibi biar nanti Aileen tidak curiga." lanjut Gara.
"Oke siap." balas paman Joko.
"Kamu tolong urus handphone sama kartu ATM aku, blokir kartu ATM yang hilang." perintah Gara lagi pada Joan.
"Siap tuan,"
"Apakah anda ingin langsung memakai motor baru anda?" lanjut Joan bertanya.
"Sepertinya begitu, karena aku langsung ingin menjemput Fatin, nanti kalau semuanya sudah selesai kamu tinggal datang ke rumah Aileen tapi ingat jangan pakai mobil bagus."
"Baik tuan."
Setelah itu mereka bertiga pun langsung pergi menuju tempat mereka masing-masing, Gara melajukan motor matic yang baru dia beli menuju sekolah Fatin untuk menjemput Fatin pulang sekolah.
__ADS_1
...***...