Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
CGJC#52


__ADS_3

"Loh loh, kok aku kayak pernah lihat orang ini." heboh Joan saat melihat sebuah informasi yang di berikan orang suruhannya untuk mencari siapa dalang dari kecelakaan yang Gara alami.


"Dia kan... gak bisa di biarin ini, Gara harus segera tahu." lanjut Joan saat sudah mengingat siapa orang itu.


Karena hari sudah menjelang malam, Joan pun segera membereskan barang barangnya dan membawanya untuk pulang ke apartemen miliknya.


Ya, Joan saat ini tengah melakukan lembur, bahkan pekerjaannya juga masih banyak yang belum selesai. Joan berencana untuk menyelesaikan pekerjaannya di apartemennya saja nanti.


Joan tadi juga sudah melakukan panggilan video call bersama Fatin untuk melepaskan rasa rindunya, dan tadi sore Fatin bilang kepadanya kalau dia mau di ajak Gara pergi ke pasar malam.


Coba saja Joan hari ini ada waktu luang, mungkin tadi dia sudah pergi ke tempat Aileen dan ikutan pergi ke pasar malam juga.


Joan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedangkan menuju apartemen miliknya, tapi saat di tengah perjalanan dia melihat ada seorang wanita yang sepertinya hendak di lecehkan orang beberapa orang laki laki.


Joan yang memiliki jiwa penolong pun segera menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil hendak menolong wanita itu.


"Woy, banci kalian, beraninya sama perempuan." teriak Joan membuat beberapa laki laki yang hendak melecehkan seorang perempuan yang sudah menangis itu menatap ke arah Joan.


"Weh, ada pangeran kemalaman nih." ucap dari salah ketiga laki laki yang hendak melecehkan perempuan itu.


"Hahaha, kesiangan kali. Ehh tapi bener juga orang ini udah malam." tawa dari salah satu di antara mereka bertiga lagi.

__ADS_1


"Lepaskan dia, kalian gak malu apa beraninya main perempuan." ucap Joan menyuruh agar ketiga orang itu melepaskan perempuan yang dia tolong.


"Hahaha... mending lo pergi aja deh, sebelum nanti wajahmu yang ganteng itu lecet." ucap dari salah satu di antara mereka meremehkan Joan.


"Cih, tidak semudah itu kalian akan melukai wajahku." decih Joan.


"Wah, nantangin nih." seru mereka bertiga.


Mereka pun langsung melepaskan perempuan itu dan berjalan mendekati Joan, dan Joan yang melihat mereka bertiga mendekati pun mengambil ancang-ancang untuk menghadapi mereka bertiga.


"Hiks hiks... terimakasih ya Allah, karena engkau sudah mengirimkan seseorang untuk menolong hamba." ucap syukur wanita itu di sela sela tangisannya.


Wanita itupun segera mencari perlindungan sambil menatap Joan yang tengah menghadapi ketiga lelaki yang tadi hendak melecehkannya.


"Cih, pantas aja banci, emang banyak omong juga." balas Joan menghina mereka bertiga banci.


"Apa lo bilang, kita banci?"


"Ayo kita serang dia, kita berikan hadiah yang sangat indah di wajahnya." lanjut dari salah satu ketiga lelaki yang ada di posisi tengah.


"Banyak bacot."

__ADS_1


Bug bug bug.


Joan langsung memberikan tendangan berputar kepada ketiga orang itu yang langsung mengenai perut mereka.


"Aahh." teriak mereka yang mendapatkan tendangan yang cukup keras dari Joan.


"Ayo kira habisin dia." tak terima mereka bertiga dan langsung menyerang Joan.


Bug bug krak bruk.


Adu jotos tanpa senjata pun berlangsung dengan satu vs tiga orang dan Joan yang memimpin perkelahian kali ini.


Sebagai asisten Gara, Joan harus bisa banyak hal, salah satunya adalah bela diri. Joan menguasai semua jenis ilmu bela diri karena itu juga adalah hobinya ketika dia masih di bangku SMA dulu.


"Aku harus mencari cara untuk bantu dia." ucap wanita yang Joan tolong.


Wanita itu ingin membantu Joan, karena dia bisa melihat kalau ketiga orang itu menyerang Joan dengan membabi buta dan tanpa memberi jeda untuk Joan mengambil nafas sedikitpun.


Wanita itu melihat kearah sekelilingnya tempat dia bersembunyi, dan matanya langsung menangkap ada balok kayu yang lumayan besar, mungkin kalau di gunakan untuk memukul kepala bisa terasa sakit, bahkan mungkin bisa sampai mengeluarkan darah.


"Bismillahirrahmanirrahim semoga aku bisa." doa wanita itu yang sudah memegang balok kayu dan berjalan mengendap-endap mendekati tempat perkelahian antara Joan dan ketiga lelaki yang ingin melecehkannya tadi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2