
Hari pun sudah malam, Fatin sudah tidur di dalam kamarnya setelah belajar bersama Gara tadi.
Tadi selesai sholat isya' Fatin meminta Gara untuk menemaninya belajar dan dia juga meminta Gara untuk membantunya mengerjakan PR.
Gara pun dengan senang hati mengajari Fatin, apalagi tadi PR Fatin adalah pelajaran matematika, mata pelajaran kesukaan Gara ketika sekolah dulu, jadi dia bisa sekalian mengingat jaman jaman masa masa sekolah dulu.
"Ai, ini uang yang aku bilang kemaren." ucap Gara memberikan tas kepada Aileen yang tengah menyisir rambutnya di depan meja riasnya.
"Hah, uang apa?" tanya Aileen lupa.
"Uang sisa penjualan rumah aku." jawab Gara.
Astaga, Aileen kira Gara kemaren cuma becanda, ehh taunya malah beneran di ambilin uangnya. Mana ini pakai tas segala lagi, Aileen jadi ragu untuk menerimanya.
"Udahlah gak usah, kamu aja yang bawa. Aku kemarin cuma becanda kok." tolak Aileen tak enak.
"Aku serius, kamu aja yang bawa terserah kamu juga mau buat apa, uang ini sekarang sudah menjadi milik kita bersama, karena kamu adalah istri aku, jadi kamu berhak atas uang ini." balas Gara memaksa agar Aileen mau menerima uang darinya.
Dengan ragu Aileen pun menerima uang itu, perlahan tangannya membuka tas pemberian Gara yang tengah berada dibawah tangannya saat ini.
Matanya terbuka lebar saat melihat betapa banyaknya uang yang ada di dalam tas itu.
Btw itu tas punggung ya, dan satu tas itu isi uangnya hampir penuh, jadi kalian bisa bayangkan lah seberapa banyak uang yang ada di sana. Author aja gak pernah lihat uang sebanyak itu, jadi kita halu halu saja ya.
"Kamu gak salah Gar, ini banyak banget loh. Berapa ini jumlahnya?" tanya Aileen penasaran dengan jumlah uang yang saat ini dia pegang.
"Kayaknya seratus juta deh, aku juga lupa tadi." jawab Gara berlalu pergi menuju lemari pakaian.
"Hah seratus juta, emang rumah kamu sebesar apa Gar sampai sampai uangnya segini banyaknya, padahalkan sudah kamu pakai buat beli motor sama lain lain." heran Aileen.
"Gak luas luas banget sih, tapi karena rumahnya di kota jadi ya harganya mahal." bohong Gara.
Padahal mah tadinya Gara mengambil uang itu dari rekeningnya dengan asal, karena dia mau agar Aileen bisa mengunakan uang itu untuk biaya kehidupan mereka biar Aileen tidak capek capek kerja.
"Trus ini uangnya mau di apain?" tanya Aileen bingung.
"Ya terserah kamu, mungkin kamu mau buka usaha sendiri juga bisa, dari pada kamu harus capek capek kerja sama orang." jawab Gara melepas bajunya berganti dengan kaos oblong untuk tidur.
__ADS_1
"Huh, bukannya aku gak mau buka usaha sendiri, tapi aku gak enak sama bos aku, dia sudah banyak bantu aku dari dulu, jadi aku gak enak." jawab Aileen.
"Ya sudah kamu kerjanya di sana santai santai aja jangan capek capek, kalau gak di gaji juga gak papa toh uang kamu juga sudah banyak." balas Gara santai.
"Sembarangan kamu kalau ngomong, mana bisa gitu. Nih ya, kalau kita gak kerja nanti uang ini juga bakalan abis, mana sekarang apa apa lagi naik lagi." omel Aileen.
"Iya Ai sayang, terserah kamu saja mau kamu seperti apa, asal aku gak mau kamu kecapekan dan sakit."
Blush.
Aduh, di panggil Ai saja rasanya sudah meleh, ehh ini malah di tambahin pakai kata sayang, semakin tidak menentu rasanya hati Aileen.
"Udah ah aku mau tidur, dah malam ngantuk." lanjut Gara dan mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Aileen masih terbengong dengan memegangi tas yang berisi banyak uang di dalamnya, dia masih baper mendengar panggilan Gara tadi. Mungkin gak akan lama lagi Aileen akan jatuh cinta kepada Gara kalau seperti ini terus.
"Ehh Gar, besok anterin aku ke bank ya, masak iya aku harus menyimpan uang sebanyak ini sih." ucap Aileen setelah tersadar dari lamunannya.
"Hmm." balas Gara yang sudah memejamkan mata.
"Eemm.... aku boleh beli sesuatu gak?" tanya Aileen meminta izin Gara.
Gara membuka matanya dan menatap Aileen, "Terserah kamu ai mau beli apa, itu semua sudah menjadi milik kamu, jadi kalau mau beli apa apa gak usah tanya aku, langsung beli aja."
Cup.
Setelah mengatakan itu dan mencuri ciuman di bibir Aileen, Gara langsung menyembunyikan dirinya di dalam selimut untuk mengindari Aileen.
"Gara...." teriak Aileen geram.
"Hmm." balas Gara dari dalam selimut.
"Kamu suka banget sih curi ciumanku, minta dengan baik baik kan bisa." seketika Aileen langsung menutup mulutnya yang sudah main nyerocos saja dalam berbicara.
"Serius kalau aku minta baik baik boleh?" tanya Gara membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
"Hah, i-itu kamu salah dengar." kilah Aileen.
__ADS_1
"Gak ah, orang telingaku gak budek kok." balas Gara mendekatkan dirinya ke Aileen.
"Kamu mau apa?" panik Aileen.
"Mau minta cium kamu, tadi katanya kalau minta baik baik boleh." goda Gara semakin menghilangkan jarak di antara mereka berdua.
"Kamu jangan macem macem ya." panik Aileen.
"Satu macem aja kok, kalau macem macemnya nanti aja kalau kamu sudah cinta sama aku." balas Gara semakin menggoda Aileen.
"Boleh ya, cium dikit aja." pinta Gara kali ini serius karena dia sangat candu dengan rasa bibir Aileen.
Aileen diam tidak memberikan jawaban untuk Gara.
"Ai, plis dikit aja." mohon Gara dengan mata yang dia kedip kedipkan sehingga terlihat sangat imut di mata Aileen.
Aileen jadi teringat Fatin, di saat Fatin ingin meminta sesuatu pasti matanya akan seperti itu, yang bakal membuat Aileen luluh.
"Boleh ya, ya ya, dikit aja gak banyak kok." mohon Gara.
Perlahan kepala Aileen mengangguk sebagai jawaban atas permintaan Gara.
Mendapatkan lampu hijau, Gara pun dengan semangat 45 mendudukkan dirinya kembali berhadapan dengan Aileen.
Gara mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aileen, dekat semakin dekat hingga tanpa mereka sadari bibir mereka sudah saling bersilaturahmi satu sama lain.
Tadi kata Gara hanya sedikit, tapi tidak ketika sudah terjadi. Tangan Gara memegang tengkuk Aileen untuk memperdalam ciuman mereka, perlahan bibir Gara mulai melum** bibi* bawah Aileen dengan lembut.
Aileen yang tadi meronta untuk melepaskan ciu*** itupun perlahan hanyut dalam ciu*** tersebut, mereka berdua saling menikmati satu sama lain.
Aileen juga memberanikan diri untuk membalas cu*** Gara, meskipun dia masih amatiran karena ini baru pertama kali baginya.
Setelah hampir sepuluh menit mereka ber***man, Gara pun melepaskan ciu***nya karena merasa pasokan nafas Aileen menipis.
...***...
Wah si Gara dah mulai berani nih.
__ADS_1