
Joan sudah berada di depan sebuah klub malam, dia sudah meletakkan beberapa anak buahnya di setiap sudut klub malam untuk menangkap dan merekam aksi Agnes.
"Lakukan sekarang." perintah Joan kepada anak buahnya untuk menangkap Agnes yang saat ini tengah bermain bersama seorang pria tua yang kurang belaian.
Brak.
Agnes yang tengah asik berada di atas tubuh seorang pria tua pun menghentikan pergerakannya karena kaget.
"Siapa kalian, berani beraninya ganggu kesenanganku." marah pria tua itu karena merasa ada yang menggangu kesenangan nya.
"Maaf tuan kami ada urusan dengan wanita ini." balas beberapa pria berpakaian hitam yang masuk kedalam kamar tempat Agnes Dan pria tua itu bercinta.
"Siapa kalian?" tanya Agnes sambil buru buru memakai pakaiannya karena ada dari beberapa pria itu yang merekam dirinya.
"Nanti akan kami jelaskan siapa kami, sekarang nona harus ikut kami." balas salah satu dari pria berpakaian hitam itu.
"Tangkap dia." lanjutnya dan beberapa orang pun langsung menangkap Agnes.
"Lepas, hei lepaskan aku, aku tidak mau ikut kalian." teriak Agnes memberontak meminta untuk di lepaskan.
Tapi beberapa pria itu tidak ada yang mendengarkan perintah Agnes, mereka langsung membawa Agnes keluar dari klub malam itu dan membawanya menuju sebuah gedung tua yang sudah tidak terpakai.
Pria tua yang tadi bermain dengan Agnes pun tak bisa berbuat apa apa, karena dia juga sudah di ancam oleh beberapa pria tadi menggunakan pistol sehingga membuat pria tua itu bungkam tutup mulut.
...**...
Keesokannya media informasi di hebohkan dengan scandal anak dari seorang pengusaha yang cukup terkenal. Yaitu Agnes putri dari tuan Aris.
"Pa, bagaimana anak kita bisa terlibat dalam scandal besar seperti itu, mama gak percaya dengan berita itu, mama percaya Agnes tidak mungkin melakukan hal itu." ucap mama Agnes yang melihat berita yang tengah viral tentang scandal anaknya.
"Papa juga tidak percaya ma, udah mama tenang saja biar papa yang mengurus ini semua." balas pak Aris.
Sebenarnya pak Aris tengah kesal, karena mengetahui kalau selama ini anaknya sudah main dengan beberapa pria selain dirinya. Dia kira dirinya spesial, tapi nyatanya dia sama dengan pria pria yang menyewa anaknya.
Pak Aris segera menelfon temannya untuk meminta tolong agar menghapus beberapa artikel tentang scandal anaknya, tapi teman pak Aris semuanya pada menolak, tentu saja itu karena kerja Joan.
__ADS_1
Joan sudah menyogok mereka semua dengan jumlah uang yang sangat besar sehingga mereka lebih memihak Joan dari pada pak Aris.
"Ah s*al, kenapa mereka semua gak ada yang mau bantu aku," umpat pak Aris kesal.
Pak Aris pun langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya, karena tadi mendapatkan telfon dari sekertarisnya katanya ada masalah di perusahaan.
"Ada apa?" tanya pak Aris kepada sekertarisnya setelah sampai di perusahaan miliknya.
"Saham perusahaan anjlok tuan, bahkan sudah banyak investor yang menarik kerjasamanya sama kita." jawab sekertaris pak Aris.
"Apa, kenapa bisa terjadi?" marah pak Aris.
"Kita semua juga tidak tahu tuan, saat kita semua tengah melakukan pekerjaan tiba tiba saja mereka menelfon kami dan langsung menarik saham mereka." jelas sekertaris pak Aris.
"AGGRR...." teriak pak Aris membanting semua yang ada di meja hadapannya.
"Siapa yang sudah berani main main sama aku." ucap pak Aris matanya tersirat kemarahan.
"Mungkin ada seseorang yang tidak suka dengan anda, jadi mereka melakukan ini untuk menghancurkan anda tuan." sahut sekertaris pak Aris.
"Sepertinya mereka sangat kuat tuan, sampai sampai mereka bisa membuat para investor menarik investasi mereka." ucap sekertaris pak Aris memberitahu.
"Gara." nama itu yang terlintas di otak pak Aris, pak Aris pun langsung keluar dari perusahaannya menuju perusahaan Gara untuk bertemu dengan Gara.
...**...
"Sayang aku pamit pergi ke kota dulu ya, kamu baik baik di sini aku ada urusan sebentar nanti aku pulang lagi keluar sini." pamit Gara hendak pergi ke perusahaan miliknya.
Aileen sudah pulang dari rumah sakit tadi pagi, Aileen sudah tidak tahan lama lama berada di rumah sakit sehingga dia merengek kepada Gara meminta pulang.
"Ikut, aku gak mau sendirian di rumah." manja Aileen.
"Tapi ini jauh sayang, kamu kan gak boleh capek capek, kami harus banyak istirahat." balas Gara memberikan pengertian untuk Aileen agar tidak ikut dengannya.
"Oh aku tahu, pasti kamu ada wanita lain kan di sana, makanya kamu gak aku ikut." curiga Aileen.
__ADS_1
"Astaga sayang mana ada begitu, aku gak ada wanita lain selain kamu, aku ke sana untuk kerja bukan jalan jalan." balas Gara.
"Ya udah kalau gitu aku ikut, emang kamu tega ninggalin aku sendirian di sini." balas Aileen kekeh ingin ikut ke kota.
"Sayang plis ya, lain kali aja kamu ikut, aku janji nanti akan ajak kamu tinggal di sana dan hidup bahagia di sana." mohon Gara agar Aileen mengerti.
"Ya sudah, kalau gak boleh ikut nanti kamu juga gak boleh pulang ke sini." balas Aileen yang mulai kekanakan.
"Sayang ayolah plis," mohon Gara.
"Ya sudah pergi aja aku gak ikut." balas Aileen yang akhirnya mengizinkan Gara untuk pergi.
"Terimakasih sayang, aku janji nanti akan cepat pulang kesini."
"Tidak usah, karena aku mau pindah dari sini. Aku mau pergi ke kota sendiri tinggal di rumah mbak Arumi." balas Aileen pergi ke kamarnya dan mulai memasukkan beberapa baju ke dalam tas.
"Loh sayang kok gitu, aku cuma sebentar di sana nanti aku balik lagi." ucap Gara.
"Kamu tega biarin aku di sini sendiri gak ada teman, tinggal di rumah yang sampingnya bekas pembunuhan, kamu tega. Kamu tahu gak aku dari tadi terbayang bayang seperti apa paman waktu menyiksa bibi," Aileen mengeluarkan uneg-unegnya.
Dia sering terbayang bibi Lukah yang berjalan di depan rumah, memanggil Aileen dan juga tawa bibi Lukah ketika main bersama Fatin.
"Aku juga pingin ketemu kota mas, aku ingin melihat suasana di sana." lanjut Aileen dengan air matanya yang sudah mulai menetes.
"Maaf, maaf aku tidak tahu kalau kamu ketakutan ada di sini." Gara membawa Aileen ke dalam pelukannya, dia merasa bersalah karena tidak mengerti dengan keadaan Aileen.
"Ya sudah ayo kamu siap siap, kita berangkat ke kota sekarang." ajak Gara menyuruh Aileen siap siap.
Aileen pun melepaskan pelukan Gara dan mulai mengemasi barang-barangnya.
"Jangan banyak banyak yang, nanti kita bisa beli di sana." ucap Gara memberitahu agar Aileen tidak perlu membawa barang barang banyak.
"Ya sudah aku gak perlu bawa apa apa aja, kamu kan katanya kaya jadi semuanya beli saja." balas Aileen gak jadi memasukkan baju bajunya.
...***...
__ADS_1