
Hari pun berlalu begitu cepat, Fatin sekarang lebih sering tinggal di rumah ibu Maya karena untuk menemani ibu Maya yang hanya tinggal sendirian karena Arumi juga tinggal di kota bersamaan Joan.
Saat ini Fatin sudah mulai ujian untuk kenaikan kelas, dia belajar dengan rajin karena ingin mendapatkan rangking satu agar nanti bisa pergi jalan jalan dan mendapatkan hadiah dari Gara.
Sementara itu Aileen, dia akhir akhir ini terlihat sangat manja dan malas untuk bekerja. Bahkan kalau di hitung sudah hampir satu Minggu Aileen tidak masuk kerja setelah kejadian buah mangga muda waktu itu.
Bahkan ibu Maya sampai sudah mendapatkan karyawan baru untuk menggantikan Aileen, tapi nanti kalau Aileen sudah balik kerja lagi juga ibu Maya akan tetap menerima Aileen.
"Sayang ayo bangun, ini sudah pagi loh." ucap Gara membangunkan Aileen yang masih asik bergelung di bawah selimut tebalnya.
"Eemmhh... aku masih ngantuk mas." balas Aileen.
"Hei ayo bangun, aku udah menyiapkan makanan sarapan yang spesial loh buat kamu." ucap Gara lagi tak patah semangat untuk membuat Aileen bangun.
Bukannya bangun, Aileen malah menarik tangan Gara dan menggalungkan tangannya di leher Gara.
"Kamu masak apa?" tanya Aileen tapi dengan mata yang masih terpejam.
"Makanya ayo bangun, aku masak nasi goreng spesial rasa cinta buat kamu." balas Gara sambil tangannya merapikan rambut Aileen yang menghalangi wajah cantik Aileen.
"Pakai telur?" tanya Aileen.
"Iya dong, bahkan aku kasih telur doble buat kamu, sama sosis jumbo juga." balasan Gara.
Aileen membuka matanya mendengar ucapan Gara, "Benarkah?" tanya Aileen.
"Iya sayangku."
Cup.
Karena terlalu gemas dengan tingkah Aileen, Gara sampai tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium bibir Aileen yang sangat menggoda.
"Iih aku masih bau loh, aku belum sikat gigi." ucap Aileen.
"Kata siapa sih kamu bau, orang kamu wangi kok, malah aku suka dengan bau kamu." balas Gara mencium bibir Aileen lagi.
__ADS_1
"Udah ayo cepat bangun, nanti keburu dingin nasi gorengnya." suruh Gara agar Aileen bangun.
"Tapi nanti suapin ya." pinta Aileen.
"Iya nanti aku suapi kamu." balas Gara.
"Gendong." rengek Aileen meminta untuk di gendong Gara.
"Ouuh, sini aku gendong, manja banget sih istri aku ini." Gara membawa Aileen ke dalam gendongannya.
"Biarin, pokoknya aku mau bermanja manja sama kamu." balas Aileen bodo amat.
Aileen melingkarkan tangannya di leher Gara dan meletakkan kepalanya di dada bidang Gara.
Sebelum ke dapur, Gara membawa Aileen pergi ke kamar mandi dulu untuk mencuci mukanya agar terlihat segar, dan setelah selesai dia langsung membawa Aileen pergi ke meja makan.
"Aaaa...." Gara menyuapi Aileen dengan telaten, bahkan dia mengabaikan dirinya yang bahkan belum sarapan.
"Mas nanti kita jemput Fatin ya, aku kangen banget sama dia." ucap Aileen di sela sela makannya.
Aileen pun makan dengan lahap karena masakan Gara sangat enak apalagi di tambah mendapatkan suapan juga dari Gara, membuat nafsu makan Aileen jadi bertambah.
Selesai makan Aileen pergi ke kamar untuk menggambil handuk karena dianggap harus mandi, sedangkan Gara melanjutkan makan sarapan pagi untuk dirinya karena dia belum makan.
...**...
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah gedung perusahaan yang menjulang tinggi terlihat seseorang tengah kesal.
"Bagaimana bisa mereka malah bahagia setelah apa yang sudah aku lakukan untuk menghancurkan mereka berdua." ucap seseorang dengan kesal karena mengetahui kebahagiaan Gara dan Joan.
"Aku memang setiap hari bisa menahan saat melihat kalian tertawa di rumah kalian, tapi aku tidak akan membiarkan perusahaan milikmu semakin berkembang." lanjutnya lagi.
Orang itu adalah orang yang sudah merencanakan kecelakaan Gara waktu itu, dan juga selain itu orang itulah yang sudah menebak Joan dengan menyuruh seseorang untuk memasukkan obat perangsang ke minuman yang Joan pesan.
Orang itu sangat murka saat mengetahui kalau Joan sudah mengetahui identitasnya dan akan memberitahukan kepada Gara. Dia tidak bisa tinggal diam, hingga akhirnya dia memikirkan rencana agar Joan sibuk dan melupakan siapa identitas sebenarnya dirinya dan tidak memberitahu Gara.
__ADS_1
Tapi dia tidak bisa berdiam diri begitu saja, karena cepat atau lambat Gara pasti akan mengetahui keberadaannya. Jadi sebelum itu terjadi, dia harus sudah memiliki sebuah rencana lagi.
"Apakah aku harus menyuruh orang ku untuk menyamar bekerja di sana?" gumamnya memikirkan cara.
"Sepertinya begitu, aku harus menyuruh seseorang untuk menjadi mata mata sekaligus untuk mencuri data data dari perusahaan itu." lanjutnya.
Kemudian orang itu langsung menghubungi anak buahnya dan menyuruhnya untuk menempatkan seseorang yang sangat ahli ke dalam perusahaan Gara sebagai karyawan baru.
...**...
"Mas kamu nanti pulang apa enggak?" tanya Arumi kepada Joan yang saat ini tengah sibuk di balik laptop miliknya.
Pulang ya Arumi maksud itu adalah pulang ke rumah orang tua Arumi yang ada di kampung, memang sekarang kalau Joan datang ke sana sudah tidak lagi tidur di rumah Aileen, tapi dia tidur di rumah ibu Maya karena sungkan kalau harus terus terusan tinggal di rumah Aileen, yang ada nanti dia malah mengganggu ketenangan keluarga bosnya.
"Sepertinya enggak sayang, tadi Gara kasih tahu aku katanya mereka malam ini mau bawa Fatin tinggal di rumah Aileen, soalnya Aileen sudah rindu banget sama Fatin." jawab Joan.
"Oh ya sudah kalau gitu biar aku hubungi ibu dulu." balas Arumi.
"Sayang aku boleh minta tolong untuk buatkan aku kopi gak, biar aku gak ngantuk." pinta Joan meminta Arumi untuk membuatkan dirinya minum kopi.
"Iya aku buatkan sebenar." jawab Arumi dan keluar dari ruangan Joan menuju dapur yang ada di kantor Gara untuk membuatkan Joan kopi.
Saat ini waktunya makan siang, dan Arumi tadi datang untuk membawakan makan siang untuk Joan.
"Ini file apa ya?" tanya Joan pada dirinya sendiri saat tak sengaja menemukan sebuah file di laptopnya.
Joan yang penasaran pun mulai membukanya, dan dia membacanya. Rupanya dia sudah pernah membaca file itu tapi dia sudah lupa.
"Kenapa aku bisa lupa sih, seharusnya aku kasih tahu tuan Gara secepat mungkin biar dia bisa waspada." Joan merasa kalau dirinya sangatlah teledor karena bisa bisanya melupakan sebuah file yang sangat penting.
"Aku harus segera mengirimkan file ini, kalau sampai aku tahan tahan terus, bisa bisa bahaya ini." Joan akhirnya mengambil keputusan untuk mengirimkan file itu saja biar nanti di baca Gara.
Karena hari ini dia tidak pulang, jadi dia tidak ada waktu untuk bisa bertemu dengan Gara secara langsung dan membicarakan isi dari file itu.
...***...
__ADS_1