Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#75


__ADS_3

"Sini sini ayo minum dulu." dengan panik Gara memberikan air minum kepada Aileen.


"Buna, buna gak papa kan?" tanya Fatin khawatir dengan keadaan Aileen.


"Iya sayang Buna tidak apa apa kok, Buna hanya kepedesan saja." bukan Aileen yang menjawab, tapi Gara karena Aileen masih terus minum untuk meredakan rasa pedasnya.


"Gimana udah?" tanya Gara setelah Aileen selesai minum dan langsung mendapatkan anggukan dari Aileen.


"Makanya kan tadi aku udah bilang, jangan makan pedas kamu sih susah kalau di bilangin." Gara mulai ngomel ngomel seperti Aileen yang biasanya ngomel ketika Gara melakukan kesalahan.


"Kamu mah berisik ngomel ngomel mulu, sini punya kamu sepertinya enak, kamu makan punya aku aja." Tanpa persetujuan dari Gara, Aileen langsung menukar piring mereka menjadi milik Gara dia ambil dan miliknya dia berikan kepada Gara.


"Mana bisa gitu yang, kamu kan tahu aku gak bisa makan pedes, jadi kita makannya berdua aja ya." pinta Gara.


"Gak mau, aku masih laper jadi kalau aku bagi dua sama kamu mana kenyang aku, udah kamu makan itu aja kalau kepedesan minum." balas Aileen santai dan mulai lanjut makan gado gado punya Gara.


"Eemmm... punya kamu enak." komentar Aileen menilai gadi gado punya Gara.


Sedangkan Gara hanya melihat saja gadi gado di hadapannya, dia tak ada keinginan untuk memakan itu karena dia tak mau mengambil resiko lebih.


Fatin yang melihat perdebatan antara kedua orang tua angkatnya itu bodo amat saja, dia terlalu menikmati gado gado miliknya.


"Aku harus makan apa ya, perut aku masih lapar banget lagi." batin Gara yang masih merasakan lapar.


Gara pun segera bangkit dari tempat duduknya, Gara berniat untuk melihat makanan apa yang bisa dia konsumsi di dapur.


"Kamu mau kemana mas, kok gak di lanjutin makan gado gadonya?" tanya Aileen yang melihat Gara beranjak dari tempat duduknya.


"Cari makanan yang lain." jawab Gara acuh dan segera berlalu menuju dapur.


Aileen hanya mengidihkan bahunya saja dan kembali makan gado-gado miliknya.


Sementara itu Gara yang ada di belakang tidak menemukan apa apa, yang dia temukan hanya mie instan saja.


"Apakah aku harus memakan mie instan ini seperti dulu?" gumam Gara menimang nimang apakah dia harus makan mie instan lagi atau tidak, karena dia sudah lama tidak memakannya setelah awal awal masa pernikahan dirinya dengan Aileen dulu.

__ADS_1


"Coba ajalah, daripada kelaparan." lanjutnya dan mulai memasak mie instan itu.


Gara mencampurkan sayuran, sosis serta telur ke dalam mie intan buatannya yang setelah jadi terlihat sangat menggoda hingga Gara tak sabar ingin mencicipi nya.


"Kamu buat apa mas?" tanya Aileen menghampiri Gara yang ada di dapur.


Tadi selesai makan Aileen penasaran dengan apa yang Gara lakukan, jadi dia memutuskan untuk pergi ke dapur. Tapi saat dia samakin dekat dengan dapur dia malah mencium aroma yang sangat harum dari arah dapur, Aileen pun semakin penasaran dan mempercepat langkahnya untuk menghampiri Gara.


"Kamu sudah selesai makan gado gadonya? Ini aku lagi buat mie instan." jawab Gara menoleh ke Aileen sebentar dan kembali fokus merapikan penampilan mie instan yang sudah jadi.


"Baunya enak banget, aku mau dong." pinta Aileen yang sekarang sudah mendekati Gara.


"Kamu mau?" tanya Gara dan Aileen langsung mengangguk.


"Bikin sendiri." balas Gara dan berlalu pergi meninggalkan Aileen di dapur.


Entah kenapa mendengar ucapan Gara barusan membuat Aileen sakit hati, apakah Gara sudah tidak sayang lagi kepadanya? itulah yang Aileen pikirkan sekarang.


Aileen pun langsung berlalu pergi ke kamarnya, dan setelah sampai di kamar dia langsung menangis.


"Ibu kakak Aileen rindu kalian, Aileen mau ikut kalian, hiks hiks." racau Aileen yang semakin ngawur.


"Mas Gara jahat, padahal Aileen masih lapar dan pengen makan mie instan buatannya, tapi mas Gara malah gak kasih buat Aileen hiks hiks."


Aileen menangis sejadi jadinya di dalam kamar, karena merasa Gara sudah tidak menyayangi dirinya.


Berbeda dengan Aileen, Gara malah terlihat asik makan mie instan di meja makan.


"Ayah makan apa?" tanya Fatin yang baru keluar dari kamar sambil membawa buku.


"Ini ayah makan mie instan, Fatin mau?" tanya Gara menawarkan Fatin dan di balas gelengan kepala dari Fatin.


"Ayah Buna mana, katanya tadi mau bantuin Fatin belajar?" tanya Fatin yang tidak melihat keberadaan Aileen.


"Gak tahu tadi buna ada di dapur." jawab Gara.

__ADS_1


Fatin pun langsung berlalu menuju dapur dan tidak mendapati adanya Aileen di sana dan diapun kembali menghampiri Gara.


"Gak ada yah, Buna gak ada di dapur." ucap Fatin yang sudah mencari Aileen ke dapur.


"Loh tadi ada kok," Gara bingung kemana istrinya pergi.


Tiba tiba perasaan Gara gak enak, Gara pun langsung beranjak pergi untuk mencari keberadaan Aileen, sedangkan Fatin pergi ke ruang tamu untuk mulai belajar sendiri sebelum nanti ada Aileen yang membantunya.


"Sayang kamu di dalam kan?" tanya Gara saat sampai di depan kamarnya dengan Aileen.


Ceklek.


Gara membuka pintu kamarnya, dan dia bisa melihat rambut Aileen yang acak-acakan dan wajah yang sudah sembab karena kebanyakan menangis.


"Astaga sayang kamu kenapa?" panik Gara menghampiri Aileen, Gara takut kalau Aileen sakit atau apalah itu.


"Hiks hiks kamu jahat, aku gak mau sama kamu." Tangis Aileen yang menghindar dari Gara.


"Sayang sini dong, bilang sama aku kamu kenapa hmm?" tanya Gara dengan lembut agar Aileen bisa luluh.


"Kamu jahat, kamu sudah tidak sayang lagi sama aku." balas Aileen yang semakin membuat Gara bingung.


"Siapa yang bilang seperti itu hmm, kasih tahu aku biar aku marahin?" tanya Gara.


"Kamu jahat, kamu gak mau kasih aku makan, kami sudah tidak sayang aku lagi." ucap Aileen membuat Gara melongo.


Apa Aileen bilang, dia tidak memberikan Aileen makan, terus tadi apa Gara sampai merelakan gado gado miliknya untuk Aileen dan dia jadi harus membuat makanan yang lain karena masih merasa kelaparan.


"Kamu kok bilang seperti itu sih, aku sayang sama kamu jadi mana mungkin aku biarin kamu kelaparan." balas Gara.


Gara berdoa dalam hati semoga Aileen tidak main teka teki dengannya, cukup kasih tahu Gara aja di mana kesalahannya agar Gara bisa memperbaikinya dan meminta maaf agar masalah cepat selesai dan tidak semakin panjang.


"Kalau kamu sayang kenapa kamu tadi gak mau bagi mie instan kamu sama aku, padahal aku pengen makan punya kamu, ehh kamu malah suruh aku buat sendiri."


Hah, jadi hanya karena mie instan istrinya sampai menangis seperti ini dan mengambil kesimpulan kalau dia tidak sayang kagi kepadanya, tak habis pikir Gara dengan tingkah Aileen yang akhir akhir ini semakin aneh.

__ADS_1


...***...


__ADS_2