
Joan mengejar Agnes yang sudah masuk ke dalam ruangan Gara sambil memegangi tangannya yang habis di gigit oleh Agnes.
"Gara, Gara kamu di mana, ini aku Agnes." teriak Agnes mencari keberadaan Gara di dalam ruangan kerja Gara.
"Agnes gila, kan saya sudah bilang kalau tuan Gara gak ada di sini." ucap Joan pada Agnes yang mondar mandir di dalam ruangan Gara mencari keberadaan Gara.
"Gak kamu pasti bohong kan, aku tahu pasti Gara sekarang lagi ngumpet di sini." balas Agnes yang tidak percaya dengan Joan.
"Ya sudah kalau tidak percaya, orang saya aja masih kebingungan mencari keberadaan tuan Gara kok." balas Joan dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Gara.
"Gak, kamu pasti bohong kan, pasti kalian sudah merencanakan ini semua kan?"
"Merencanakan apa, kalau aku tahu pasti aku juga gak akan menyebar anak buah tuan Gara ke seluruh daerah untuk mencari keberadaan tuan Gara." balas Joan.
"Jadi, Gara beneran ilang?"
"Iya lah, makanya bantu cari, jangan malah buat keributan di sini, ganggu orang kerja aja." balas Joan sinis.
Tanpa mengatakan apapun, Agnes langsung keluar dari ruangan Gara dan pergi dari perusahaan S2X Crop, entah mau kemana orang itu, Joan tidak peduli.
"Huh, ganggu orang aja." grutu Joan kesal.
Setelah itu Joan pun kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda gara gara kehadiran orang gila seperti Agnes.
...**...
Agnes Anggun Purnomo, wanita cantik dengan make up yang sangat menor, dan mengenakan pakaian yang selalu kurang bahan. Dia adalah anak dari salah satu sahabat almarhum orang tua Gara.
Agnes menyukai Gara, dan dia juga selalu menempel pada Gara, tapi Gara selalu tidak menghiraukan keberadaan Agnes yang selalu menggodanya.
Kata orang tua Agnes, dulu sewaktu orang tua Gara masih hidup mereka sudah menjodohkan Gara dengan Agnes, tapi Gara tidak mempercayai itu.
__ADS_1
Seingat Gara, kedua orang tuanya pernah berkata untuk mencari wanita yang baik, tidak boleh seperti Agnes yang kurang sopan santun.
Jadi kalau di lihat dari pesan orang tua Gara yang di berikan kepada Gara secara langsung bisa di lihat kalau tidak ada perjodohan di antara mereka berdua, dan perjodohan yang orang tua Agnes bilang itu adalah akal akalan mereka saja, biar mereka bisa mendapatkan kekayaan Gara.
"Aku harus kasih tahu papa biar papa bisa bantu aku cari Gara, kan nanti seandainya aku duluan yang berhasil menemukan Gara pasti dia akan merasa berhutang Budi sama keluarga aku, dan setelah itu dia mau deh menikah sama aku." monolog Agnes sambil mengemudi mobilnya menuju rumah dia.
"Pokoknya apapun akan aku lakukan supaya aku bisa menikah sama Gara Dan hidup dengan kemewahan harta Gara." lanjut Agnes.
"Tak ada yang bisa menghalangiku untuk mendapatkan Gara, kalau sampai ada wanita yang berani mendekati Gara, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kepadanya."
Agnes sangat terobsesi dengan Gara, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Gara.
Pernah Agnes membuat sekertaris Gara hampir kehilangan nyawa akibat dia pergi meeting berdua saja dengan Gara.
Waktu itu sekertaris Gara cewek, Joan yang sudah keteteran dengan pekerjaan Gara yang selalu menumpuk pun menyarankan Gara untuk mencari sekertaris pendamping agar meringankan pekerjaan Gara.
Gara pun menyetujuinya, dia menyerahkan semuanya kepada Joan, dan Joan pun langsung mencarikan sekertaris untuk Gara.
Saat itu yang keterima menjadi sekertaris Gara ada wanita, wanita itu sangat baik dan tidak pernah nekoh nekoh kepada Gara, tapi sayang, karena kesalahpahaman Agnes membuat wanita itu akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan Gara.
...**...
Hari sudah siang, Gara dan Fatin sudah pulang ke rumah. Saat ini Gara tengah memasak di dapur di bantu Fatin.
Tadi saat pulang dari sekolah Fatin, Gara menggajak Fatin untuk belanja untuk makan hari ini, karena memang tadi pagi Aileen tidak masak.
"Yah ini di potong potong juga gak kangkungnya?" tanya Fatin pada Gara yang tengah mencuci beras.
"Iya sayang, tapi kamu pilih pilih dulu ya, takutnya nanti ada rumput yang ikut di sana." balas Gara.
"Oke ayah." Fatin pun mulai memilah milih kangkung agar tidak ada rumput yang ikut ke masak nantinya.
__ADS_1
Selesai menyalakan Magicom, Gara pun beralih membuat bumbu masakan untuk kangkung yang akan dia tumis.
Kali ini Gara akan membuat bakwan jagung dan juga membuat tumis kangkung saja, menu yang simpel simpel saja agar nanti Aileen tidak memarahinya karena sudah menghambur hamburkan uang.
Sebenarnya sih Gara ingin membeli daging atau ikan segar, tapi mengingat harganya yang pasti nanti akan bikin Aileen ngomel pun Gara mengurungkannya.
"Ayah inilah sudah selesai." ucap Fatin memberikan kangkung yang sudah selesai dia potong.
"Makasih sayang." balas Gara menerima kangkung itu.
Gara pun langsung mencuci kangkung itu dan langsung memasaknya bersama bumbu yang sudah dia buat tadi. Selesai membuat tumis kangkung, Gara beralih membuat bakwan jagung dengan bantuan Fatin yang mengaduknya.
"Ini pasti enak yah." ucap Fatin memberikan komentar pada bakwan jagung yang masih di buat oleh Gara.
"Kan belum kamu cobain sayang, tapi kita berdoa saja semoga rasanya enak biar nanti Buna kamu gak ngomel." balas Gara sambil tersenyum.
"Iya ayah, Fatin takut kalau Buna ngomel ngomel, soalnya gak akan berhenti sampai tujuh hari tujuh malam." setuju Fatin.
"Hahaha... kamu bisa saja." tawa Gara karena merasa lucu dengan tingkah Fatin.
Selesai membuat adonan bakwan, Gara langsung menggorengnya di minyak yang sudah Gara panasnya.
"Gimana enak gak?" tanya Gara pada Fatin selesai Fatin mencicipi bakwan jagung buatan Gara.
"Enak yah enak, Fatin nanti mau lagi ya." balas Fatin menyukai bakwan jagung buatan Gara.
"Iya sayang nanti dulu ya, nunggu nasinya matang." balas Gara mengelus rambut Fatin penuh kasih sayang.
Tak lupa Gara juga menyuruh Fatin untuk mencicipi tumis kangkung buatannya, dan komentar Fatin sama seperti tadi, yaitu enak.
Selesai dengan kegiatan memasak, sambil menunggu nasinya matang Gara memilih untuk mencuci peralatan dapur yang habis dia gunakan.
__ADS_1
Beruntungnya dulu Gara pernah ikutan les memasak waktu dirinya SMA karena dia dulu memang bercita-cita ingin menjadi koki, tapi kedua orang tua Gara tidak setuju, hingga berakhirlah seperti sekarang, yaitu Gara menjadi CEO terkenal di seluruh penjuru negeri.
...***...