Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#67


__ADS_3

"Jadi suami kamu itu Joan?" tanya Aileen tak percaya setelah mendengar cerita dari Arumi kalau lelaki yang nikah sama dia itu adalah Joan, papanya Fatin.


"Iya, aku aja tadi sempat tak percaya kalau Joan bilang Fatin itu anaknya." balas Arumi tak menyangka.


"Wah, pasti kalau Fatin tahu yang akan jadi mama barunya itu kamu pasti dia akan mikir dua kali sih untuk menolak kamu." Aileen jadi membayangkan bagaimana nanti kalau Fatin tahu yang akan menjadi mama barunya itu Arumi, pasti Fatin akan langsung menerimanya sih.


"Ya semoga saja seperti itu, aku sudah pasrah sih kalau anak mas Joan tidak mau sama aku tadi." pasrah Arumi.


"Jangan gitu dong, kamu harus optimis kalau kamu pasti bisa ambil hati Fatin." balas Aileen meyakinkan.


"Semoga saja seperti itu,"


"Ai aku tadi kayak dengar suara Joan, dimana dia sekarang?" tanya Gara yang baru keluar dari dalam kamar sehabis mandi dan ganti baju.


"Itu dia lagi jemput Fatin di sekolah." jawab Aileen.


"Oooh." balas Gara dan duduk di samping Aileen.


"Mas kamu tahu gak kalau ternyata wanita yang kemaren itu...."


"Iya aku tahu." potong Gara yang memang sudah mengetahui semuanya.


"Loh kok bisa?" tanya Aileen penasaran.


Aduh mulut Gara ini tidak bisa di ajak kerjasama, bisa bisa Aileen curiga kalau dia bukan orang yang sembarangan.


"Eemm... itu... Joan yang ngasih tahu aku." bohong Gara padahal Joan tidak ada ngasih tahu apa apa kepadanya.


Gara tahu semuanya karena semalam saat dia di suruh tidur di luar oleh Aileen dia manfaatkan untuk menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu siapa wanita yang tengah bersama Joan saat ini.


Dan anak buahnya pun memberi tahu semuanya tentang masalah yang Joan alami hingga berakhir dengan pernikahan yang terjadi.


"Kamu kok gak kasih tahu aku sih kalau istrinya Joan itu mbak Arumi?"


"Ya kan semalam kamu marah sama aku, terus tadi pagi kan kamu sibuk di dapur jadi ya aku gak ada waktu buat bilang sama kamu." alasan yang Gara berikan kepada Aileen sangatlah bisa di terima oleh otak, sehingga Aileen percaya percaya saja kepada Gara.

__ADS_1


"Kasian kamu Lin, kami sudah banyak di bohongi oleh suamimu." batin Arumi menatap iba pada Aileen.


Arumi tahu pasti suaminya belum cerita apapun kepada Gara, karena sedari kemarin dia bersama Joan terus dan Joan tidak ada main handphone sama sekali.


Dan kalau pun Arumi yang kecolongan, pasti Joan juga tidak akan sekaget tadi saat dia tahu dirinya satu kota dengan Fatin.


...**...


Sementara itu di tempat Joan, saat ini dia tengah membawa mobilnya dengan kecepatan sedang dengan Fatin yang duduk di sampingnya dengan bibir yang cemberut.


Joan gemas sekali melihatnya, ingin rasanya Joan mengikat bibir Fatin dengan tali nasi bungkus, tapi dia ingat kalau Fatin adalah anak satu satunya jadi harus dia rawat dan di jaga sebaik mungkin.


"Sayang jangan marah gitu dong sama papa, katanya kemarin pengen jalan jalan di taman." ucap Joan merayu Fatin.


Fatin tetap setia membungkam mulutnya, dia kesal dengan papa Joan karena tadi main mengizinkan dia pulang dari sekolah tanpa izin dulu kepadanya, padahalkan tadi itu mata pelajaran yang sangat Fatin sukai, yaitu seni.


"Fatin sayang anaknya papa Joan, jangan marah dong, kalau Fatin gak marah lagi sama papa, papa mau beliin Fatin es krim sama mainan." rayu Joan lagi dan kali ini berhasil.


"Fatin gak marah kok sama papa, ayo kita beli es krim sama mainan." balas Fatin yang tak tahu malu malah langsung mengajak Joan beli es krim sama mainan.


Joan tersenyum, akhirnya dia bisa membawa Fatin pulang dengan keadaan Fatin yang tidak marah lagi kepadanya, dia janji tidak akan berbuat kesalahan lagian yang nanti akan membuat Fatin membenci dirinya.


Beruntungnya masalah ini ada jalan keluarnya karena ternyata Arumi kenal dengan Fatin, coba kalau wanita lain yang menjadi istrinya, entah bagiamana cara mengambil hati Fatin.


Tapi ini sudah garis takdir dari Allah, mungkin ini jalan yang indah untuk rumah tangganya.


Sampai di depan rumah, Fatin langsung berlari keluar dari mobil karena dia sudah tidak sabar ingin membeli es krim sama mainan seperti apa yang Joan janjikan tadi.


Tapi saat sampai di depan pintu langkanya terhenti karena melihat ada seseorang yang sangat dia kenal tengah asik berbincang sama bunanya.


"Tante Arumi." kaget Fatin dan langsung berlari mendekati Arumi.


"Halo anak cantik, gimana tadi sekolahnya." sambut Arumi, Arumi memeluk Fatin dan memberikan kecupan di kening Fatin.


"Seru tante, tapi sayangnya semua itu di hancurkan sama papa Fatin." balas Fatin mengadukan kepada Arumi.

__ADS_1


"Uuh, kasian banget sih, tapi papa Fatin sudah minta maafkan sama Fatin?"


"Sudah tante, papa juga bilang mau beliin Fatin es krim sama mainan habis ini." balas Fatin antusias menceritakan janji papa Joan tadi.


Joan yang baru masuk dan melihat pemandangan yang sangat menghangatkan jiwanya pun tersenyum haru, ternyata anaknya sedekat itu dengan Arumi.


"Fatin ayo cepat ganti seragamnya dulu, katanya tadi mau pergi sama papa." suruh Aileen kepada Fatin.


"Buna." Fatin baru ingat kalau dia belum menyapa sang Buna dan ayah Gara.


"Iya sayang, kenapa hmm?" balas Aileen menuntun Fatin untuk mendekat kearahnya.


"Nanti bilangin sama papa Joan ya kalau Fatin gak mau punya mama baru lagi, kalau papa Joan mau beri mama baru bilangin kalau mama barunya harus seperti tante Arumi." ucap Fatin berpesan kepada Aileen.


Aileen tersenyum mendengar itu, bukan hanya Aileen mereka semua yang ada di sana juga ikutan tersenyum.


"Coba Fatin bilang sendiri sama papa Joannya, kasih tahu papa suruh cari mama baru yang seperti tante Arumi." balas Aileen menyuruh agar Fatin berani berbicara kepada papanya sendiri tanpa melalui perantara dirinya.


"Fatin takut nanti kalau papa marah." balas Fatin.


"Kenapa papa harus marah hmm, papa sayang sama Fatin mana mungkin papa marahi Fatin." balas Joan yang sekarang sudah berjongkok di belakang Fatin menyamakan tingginya dengan Fatin.


"Papa...." kaget Fatin.


"Iya papa akan carikan mama baru'yang seperti mama Arumi," balas Joan sambil melirik Arumi.


Arumi yang mendengar itupun salting lagi, dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghilangkan rasa malunya.


"Mama Arumi?"


"Iya mama Arumi, mama baru Fatin, Fatin mau kan?" balas Joan menjelaskan.


...***...


Kalau masih kuat nanti aku tambah tiga part lagi, kalau gak kuat ya segini dulu 😂

__ADS_1


__ADS_2