Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#66


__ADS_3

Joan dan Arumi sudah mendarat di kota tempat ibu Arumi tinggal, Joan kaget ternyata kota Arumi sama dengan kota tempat anaknya berada.


"Aku gak nyangka ternyata tempat tinggal ku sama dengan tempat tinggal anak kamu." ucap Arumi karena merasa sangat kebetulan.


"Aku juga tidak menyangka kalau bisa sama, ya udah yuk kita ketempat anak aku dulu, biar nanti bisa aku ajak pergi menemui ibu mertua." ajak Joan mengandeng tangan Arumi keluar dari bandara.


Tanpa mereka berdua ketahui, ternyata sedari tadi ada beberapa orang yang mengikuti mereka berdua dari jarak jauh, dan melaporkan semuanya kepada orang yang sudah membayar mereka berdua.


...**...


"Ai gimana Fatin, dia jadi ke sekolah tadi?" tanya Gara saat baru keluar dari kamarnya.


"Iya, bahkan dia kabur duluan sebelum aku bawain bekal buat dia." jawab Aileen.


"Huh, sepertinya ini akan menjadi tantangan buat Joan." bibir Gara terangkat sebelah memikirkan asisten itu yang nanti akan pusing memikirkan cara buat merayu anaknya.


"Kamu udah mandi belum?" tanya Aileen menatap Gara dari atas hingga bawah.


"Belum ai, aku kan baru bangun tidur." jawab Gara.


Gara memang baru saja terbangun dari tidurnya, karena tadi setelah sholat subuh dia tidur lagi karena masih ngantuk. Alasannya tetap sama seperti di malam malam sebelumnya, yaitu sibuk membuat anak dengan Aileen.


Kemaren memang Aileen bilang kalau Gara harus tidur di luar, tapi nyatanya di tengah malam Aileen malah mencari Gara, katanya tidak bisa tidur tanpa pelukan dari Gara.


Gara yang mendengar itupun dengan senang hati mengikuti Aileen masuk ke dalam kamar, ehh waktu sudah di kamar bukannya tidur mereka malah main kuda kudaan.


"Sana mandi dulu, nanti keburu Joan sama temennya datang loh." suruh Aileen.


"Mandiin aku ai." rengek Gara meminta Aileen untuk mandikan dirinya.


"Gak usah aneh aneh deh, udah sana mandi dulu." usir Aileen agar Gara cepat mandi.


Dengan berat hati Gara pun akhirnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang baru saja bangun tidur. Sedangkan Aileen melanjutkan untuk memasak makanan untuk menyambut tamunya yang akan datang nanti.


Lagi dan lagi Aileen tak masuk kerja lagi, untung saja bos Aileen orangnya sangat baik jadi mudah untuk Aileen mendapatkan izin.


...**...


"Anak kamu tinggal di kampung ini?" tanya Arumi kepada Joan yang tengah memegang kemudi.


"Iya, emang kenapa?" balas Joan bertanya.

__ADS_1


"Ibu kampung halamanku juga, jangan bilang nanti kalau aku ternyata kenal sama anak kamu." balas Arumi.


"Ya semoga saja seekor itu, biar kamu nanti gak perlu susah susah untuk mengambil hati anak aku." balas Joan.


Tak lama mobil Joan pun berhenti di pinggir jalan, Arumi diam seketika saat melihat mobil Joan berhenti di depan rumah seseorang yang sangat dia kenali.


"Ini rumahnya?" tanya Arumi kepada Joan dan langsung mendapatkan anggukan dari Joan.


"Fatin?" tanya Arumi lagi.


"Nah iya itu nama anak aku, kok kamu bisa kenal sih." balas Joan heboh karena ternyata Arumi mengenal anaknya.


"Aduh gak tahu lagian sih, udah ayo kita pulang ke rumahku dulu aja, jam segini Fatin biasanya masih pergi sekolah." ajak Arumi yang sudah hafal dengan kegiatan Fatin.


"Loh kok kamu tahu?"


"Iya lah, siapa juga yang tidak hafal kegiatan Fatin, orang sekampung juga pada tahu." balas Arumi.


"Gak deh nanti aja dulu ke rumah kamunya, aku mau ngobrol dulu sama Gara." balas Joan yang mulai membuka sabuk pengaman yang dia pakai.


"OMG," heboh Arumi saat menyadari sesuatu.


"Kamu kenapa?" tanya Joan menatap Arumi khawatir.


"Parah sih ini, Aileen harus tahu kalau ternyata suaminya itu orang kaya." dengan gerakan cepat Arumi membuka sabuk pengaman miliknya dan akan segera keluar untuk memberi tahu kepada Aileen siapa Gara sebenarnya.


"Jangan, jangan kasih tahu Aileen nanti bisa parah kepadanya." tahan Joan memegang tangan Arumi yang hendak turun dari mobil.


"Kenapa, Aileen berhak tahu siapa suaminya, aku yakin kok pasti nanti Aileen juga akan menerima siapa Gara kalau dia jujur." heran Arumi.


"Bukan, ada masalah besar yang harus kami selesaikan dulu, jadi plis aku mohon sama kamu jangan kasih tahu Aileen dulu ya, nanti kalau waktunya tiba, Gara pasti akan ngasih tahu Aileen sendiri kok siapa dia sebenarnya." jelas Joan.


Arumi diam memikirkan apa yang Joan ucapkan, di satu sisi dia ingin memberitahu Aileen, tapi di sisi lain doa juga tidak boleh membantah apa yang suaminya katakan, terus sekarang dia harus bagiamana.


"Plis aku mohon sama kamu, jangan kasih tahu Aileen ya." mohon Joan.


"Huh, ya sudah tapi nanti kalau ada apa apa aku gak ikutan."


"Iya sayang, kamu gak akan masuk ke masalah kami kok,"


Cup.

__ADS_1


"Makin sayang deh sama mama Fatin." lanjut Joan setelah memberikan kecupan di bibir Arumi.


Blush.


Pipi Arumi merah merona mendengar Joan manggilnya mama Fatin.


"kenapa tuh pipi merah gitu," goda Joan.


"Udah ah aku mau keluar dulu, aku udah kangen sama Aileen." Arumi segera keluar dari dalam mobil karena malu sudah ketahuan Joan kalau saat ini dia tengah salting.


"Kenapa ya, padahal baru beberapa hari ini ketemu tapi rasanya tuh kayak udah lama banget kenal sama dia." gumam Joan dan ikutan turun dari mobil mengikuti Arumi.


"Assalamualaikum." ucap salam Arumi memasuki rumah Aileen yang memang pintu rumahnya sudah terbuka.


"Waalaikum salam." balas Aileen Dar dalam rumah.


"Loh, mbak Arumi." kaget Aileen melihat kedatangan Arumi.


Aileen kira tadi yang datang adalah Joan bersama teman wanitanya.


"Aileen, aku kangen banget sama kamu." balas Arumi memeluk tubuh Aileen dan begitu pula dengan Aileen yang membalas pelukan Arumi.


Mereka berdua berpelukan untuk menyalurkan rasa rindu rindu mereka yang sudah lama tidak bertemu, walaupun sering memberikan kabar lewat chat tapi kalau ketemu langsung itu rasanya beda.


"Mbak Arumi kapan datangnya, kok gak ngasih tahu Aileen sih?" tanya Aileen setelah melepaskan pelukannya.


"Aku baru datang kok, ini langsung mampir ke sini." balasan Arumi.


"Assalamualaikum." salam Joan yang baru saja datang.


"Waalaikum salam." balas Arumi dan Aileen barengan.


"Apa Fatin sekolah?" tanya Joan kepada Aileen.


"Iya, bahkan tadi dia kabur sebelum aku memberikan bekalnya." jawab Aileen.


"Ya sudah aku mau jemput dia sekolah dulu, salam buat Gara ya. Sayang aku pergi dulu ya."


Cup.


Pamit Joan dan memberikan kecupan dia kening Arumi baru setelah itu dia pergi keluar dari rumah Aileen.

__ADS_1


"Loh kalian...."


...***...


__ADS_2