
Gara dan Joan sudah duduk di sebuah ruangan private yang sudah Joan pesan sebelumnya. Sekarang mereka tinggal menunggu kedatangan sang pemain utama yang tak lain adalah paman Joko.
"Apakah dia masih lama?" tanya Gara yang sudah tidak sabar ingin bertemu langsung dengan paman Joko.
"Dia sudah datang, sekarang dalam perjalanan masuk ke sini." jawab Joan.
Gara mengetuk ketukkan jarinya di atas meja menunggu kedatangan paman Joko, tak lama setelah itu pintu ruangan private mereka terbuka.
"Permisi tuan, mari silahkan masuk." ucap pelayan cafe mempersilahkan paman Joko beserta sekretarisnya masuk.
Paman Joko pun masuk, dan pelayan yang tadi menggantarkan paman Joko pun langsung menutup pintu kembali.
"Maaf sudah membuat anda menunggu lama tuan...."
"Apa kabar paman?" Gara memotong ucapan paman Joko.
Gara dan Joan yang tadinya duduk membelakangi pintu pun berdiri dan berbalik menyambut kedatangan paman Joko beserta sekertarisnya.
"Ga-gara." gagap paman Joko kaget melihat keberadaan Gara di sana.
"Kenapa paman, apakah paman kaget?" balas Gara tersenyum sambil berjalan menghampiri paman Joko.
Sekertaris paman Joko yang bernama Jordi pun mendekat dan berdiri di depan paman Joko sebagai tameng untuk tuannya.
"Apa yang sudah kamu rencanakan?" tanya paman Joko.
"Menurut paman?" balas Gara balik bertanya.
"Ah iya aku lupa, mari silahkan tuan Joko yang terhormat silahkan duduk, saya sampai lupa karena terlalu senang bisa bertemu dengan anda yang sangat sibuk." lanjut Gara memberikan jalan dan mempersilahkan paman Joko untuk duduk.
Meskipun ragu, paman Joko tetap menggambil tempat duduk yang sudah di sediakan. Dia duduknya berhadapan dengan Gara sedangkan sekertaris Jordi duduk berhadapan dengan Joan.
"Emmm... sebelum kita mulai berbicara, silahkan di makan hidangannya ini sudah saya siapkan untuk kalian." ucap Gara mempersilahkan para tamunya untuk menyantap hidangan yang sudah dia pesan secara khusus untuk paman Joko beserta sekertarisnya.
__ADS_1
Paman Joko diam saja, dia menatap makan yang ada di hadapannya adalah salah satu makanan kesukaannya. Dia kembali menatap wajah Gara dan di balas dengan senyuman yang sangat manis untuk paman Joko.
Perlahan tapi pasti, paman Joko mulai mengambil garpu dan juga pisau untuk mulai makanan hidangan yang sudah ada di hadapannya.
"Akun harus bersikap biasa saja, biar mereka tidak ada yang curiga denganku. Aku yakin kalau mereka sekarang tengah mengetesku." batin paman Joko yang belum mengetahui kalau ternyata Gara sudah mengetahui bahwa dirinya orang yang menyuruh Haikal.
Dan paman Joko juga belum tahu, kalau data penting perusahaan dan rahasia perusahaan sudah ada di tangan Gara, karena Gara mainnya bersih jadi dia tidak ada meninggalkan jejak dan membuat orang lain curiga dengan aksinya.
Paman Joko mulai menyentuh daging dengan garpu, tapi gagal. Dia tak patah semangat, dia mengulanginya lagi dan lagi tapi tetap gagal, hingga akhirnya dia langsung menancapkan pisau kecil dagingnya itu.
Tang.
Bunyi pisau yang beradu dengan piring.
"Apa ini, apakah kau menjebak ku?" tanya Paman Joko dengan ekspresi marah.
"Kenapa paman, apakah tidak bisa di potong?" balik tanya Gara dengan wajah wajah polosnya yang seperti tidak tahu apa yang sudah terjadi.
Gara menyentuh daging itu dengan garputala miliknya, dia membalik daging itu yang ternyata adalah sebuah karet yang di bentuk menyerupai daging dan di hiasi sehingga terlihat nyata seperti makanan asli.
"Ah ternyata ini palsu, parah sih kokinya hebat banget kalau menipu, sama seperti paman." ucap Gara menatap paman Joko dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Apa maksudmu?" tanya paman Joko yang merasa tersindir.
"Apa, aku tidak ada maksud apa apa, aku hanya bilang kalau paman itu jago banget menipu orang, sama seperti makanan ini, yang terlihat enak tapi nyatanya tak bisa di makan. Kalau paman terlihat baik tapi nyatanya menusuk dari belakang." balasan Gara.
"Kau...."
"Ah paman banyak omong, aku mengundang paman ke sini untuk meminta uang perusahaanku kembali." potong Gara terang terangan meminta uangnya kembali.
"Uang, uang apa yang kamu maksud, aku tidak tahu apa apa." balas paman Joko mengelak.
"Oh rupanya si Haikal itu bohong, ah sayang dia udah mati coba kalau belum pasti bakal aku tembak dia." ucap Gara memancing paman Joko.
__ADS_1
"Apa yang dia katakan?" tanya paman Joko penasaran.
"Dia bilang kalau perusahaan itu bukan punya paman, tapi punya istriku. Tapi sepertinya dia bohong, buktinya paman gak tahun kemana uang perusahaanku pergi. Padahal setelah aku cari tahu nomor rekeningnya itu atas nama paman." jelas Gara menggunakan nama Haikal sebagai kambing hitam.
"Haikal si*lan, udah mati masih aja ninggalin beban buat orang." batin paman Joko mengumpati Haikal yang bahkan sudah mati.
"Jangan percaya apa kata dia, dia itu adalah seorang pembohong." balas paman Joko.
"Iya paman benar, dia adalah seorang pembohong makannya itu dia berbohong waktu bekerja di perusahaanku. Katanya karyawan baru yang teladan, tapi nyatanya adalah seorang parasit yang di jalankan oleh seseorang." setuju Gara.
Paman Joko yang mendengar apa saja yang Gara katakan mulai takut, dia takut kalau sampai Gara tahu semuanya tentang apa yang dia sembunyikan selama ini.
Sedangkan Joan, dia hanya diam saja menikmati drama yang di buat bosnya dengan paman dari Aileen.
"Apakah paman tahu siapa yang menyuruh Haikal, soalnya Gara berencana untuk memberikan hadiah yang cukup besar kalau sampai ada yang bisa menemukan siapapun yang menyuruh Haikal untuk melakukan tindakan itu di perusahaanku." tanya Gara.
"Apa yang akan kau berikan kepada orang yang tahu akan informasi itu?" tanya paman Joko.
"Tidak banyak sih, hanya 20% saham dari perusahaan S2X Crop aja." balas Gara santai membuat paman Joko yang mendengar itu tergiur.
Saham perusahaan S2X itu sangatlah mahal, jadi kalau dia mendapatkan saham itu dan dia jual dia akan bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi, pikir paman Joko.
"Tapi sayang, ternyata tidak ada yang tahu siapa yang menyuruh dia, malah yang dia bilang itu paman yang nyuruh makannya aku ajak ketemuan paman di sini untuk meminta uangku kembali." lanjut Gara.
"Paman tahu." ucap paman Joko setelah membuat Gara menatap paman Joko serius begitu juga dengan sekertaris paman Joko.
"Benarkah paman, siapa yang menyuruh Haikal?" tanya Gara pura pura sangat antusias.
"Istriku, bibi Aileen." jawab paman Joko yang membuat semua orang kaget.
Bahkan Gara yang menjalankan misi ini pun terkaget kaget.
...***...
__ADS_1