
Aileen membalas tatapan Gara dengan menatap matanya dalam, dan setelah itu dia mulai menganggukkan kepalanya pelan, pertanda kalau dia mengizinkan Gara untuk mengambil haknya.
Melihat ada lampu ijo yang menyala, Gara pun kembali melum** bibir Aileen lagi, mulai dari ciuman yang sangat lembut sampai menuntut dan penuh dengan nafsu.
"Ingatkah aku kalau aku mulai bermain kasar." bisik Gara di telinga Aileen dan mendapatkan anggukan dari Aileen.
Entah kenapa bibir Aileen terasa sangat kaku hanya untuk berbicara, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya saja sebagai tanya mengiyakan apa yang Gara katakan.
Bibir Gara kembali lagi menci** bibir Aileen, dan tangannya juga sudah mulai tidak bisa di kondisikan lagi. Tangan Gara mulai menjalar turun dan berhenti tepat di depan kedua bola Aileen.
Gara mulai mere***nya pelan, Aileen pun mengigit bibirnya untuk menahan agar tidak ada suara yang laknat keluar dari mulutnya.
"Jangan di tahan sayang, keluarkan saja aku ingin mendengar suara merdu kamu." ucap Gara setelah melepaskan cium**nya, dan setelah itu dia kembali lagi melum** bibir Aileen.
"Ahh... emmhh...." akhirnya des***an Aileen keluar dari mulutnya saat tangan Gara meremas dengan kuat kedua bolanya.
__ADS_1
Gara yang mendengar itupun semakin tidak bisa mengontrol dirinya, tangannya mulai turun dan menyingkapkan kaos yang Aileen pakai hingga memperlihatkan br* hitam milik Aileen yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.
Glek.
Gara meneguk ludahnya kasar, dan dia merasa bagian bawahnya terasa sangat sesak.
Tanpa aba aba Gara langsung menyerang bibir Aileen lagi dan merambat turun sampai di depan bolanya.
Entah bagaimana ceritanya sekarang mereka berdua sudah sama sama telan**** tanpa mengenakan pakaian lagi.
Aileen pun menganggukkan kepalanya, dia tidak berani melihat kebawah, dia malu kalau harus melihat kepunyaan Gara yang sangat terasa menusuk perut ratanya karena saat ini Gara tengah ada di atas Aileen.
Malam panas pun terjadi, Gara sangat merasa senang karena dia adalah orang pertama yang mengambil keperawanan Aileen, dan dia juga sepertinya tidak salah memberikan perjakanya kepada Aileen karena wanita itu adalah wanita yang dia sukai sekaligus istrinya.
Entah sampai jam berapa mereka berdua melakukan hubungan suami istri itu, yang pasti hampir jam tiga pagi masih terdengar suara des***an Aileen yang sangat lirih, mungkin karena dia sudah kelelahan melayani Gara.
__ADS_1
...**...
"Kok masih sepi pa, apa ayah sama Buna belum bangun?" tanya Fatin yang melihat keadaan rumah masih sepi.
"Sepertinya begitu, mungkin mereka kelelahan sayang." balas Joan sambil mengelus rambut anaknya.
"Ayo kamu mandi dulu, kamu hari ini sekolahkan?" suruh Joan menyuruh Fatin agar segera mandi terlebih dahulu.
"Iya pa, Fatin sekolah hari ini. Kalau begitu Fatin mandi dulu ya, Fatin boleh minta tolong siapkan seragam Fatin?" balas Fatin.
"Iya sayang akan papa siapkan di kamar." balas Joan.
Fatin pun mengambil handuk dan langsung pergi ke kamar mandi, biasanya dia akan mandi mengunakan air hangat, tapi karena Aileen belum bangun Fatin jadi harus mandi mengunakan air dingin untuk hari ini.
Sedangkan Joan pun langsung melihat jadwal seragam apa yang akan Fatin kenakan hari ini, dan setelah tahu dia langsung mencari seragam Fatin di dalam lemari pakaian plastik milik Fatin dan meletakkannya di atas ranjang.
__ADS_1
...***...