Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#13


__ADS_3

"Kamu mau ke mana?" tanya paman Joko pada Gara.


"Nah kebetulan ada paman," senang Gara.


"Emang kenapa sih, kamu mau kemana? Jangan bilang kalau kamu mau kabur." tuduh paman Joko.


"Ya enggak lah, mana munggah Gara kabur sih." balas Gara tak terima dengan tuduhan paman Joko.


"Terus kamu ini mau kemana, dari tadi di tanya gak di jawab jawab."


"Paman sendiri mau kemana?" balik tanya Gara.


"Anak ini, di tanya bukannya jawab, malah balik tanya." dengus paman Joko.


"Udah paman jawab aja, paman mau kemana?" tanya Gara lagi.


"Paman mau kerjalah cari uang, kenapa kamu mau ikut kerja sama paman juga?"


"Kerja di mana paman?" lagi dan lagi Gara tidak memperdulikan pertanyaan paman Joko.


"Kerja di kota, untung aja kamu suami keponakanku, mungkin kalau bukan udah paman gorok leher kamu." jawab paman Joko sambil ngedumel kesal.


"Nah kebetulan sekali dong, ayo paman Gara numpang pergi ke kota, nanti Gara kasih ongkos deh." Gara menaiki boncengan motor matic paman Joko.


Entah kena sihir apa, paman Joko sampai tidak banyak tanya. Dia langsung saja melajukan motornya menuju jalanan ke arah kota dengan Gara yang ada di boncengannya.


Paman Joko bekerja di kota sebagai pekerja proyek, sedangkan istrinya bibi Lukah bekerja sebagai penjual di pasar.


"Kamu mau ngapain sih pergi ke kota?" tanya paman Joko penasaran.


"Gara mau jual jam tangan." jawab Gara jujur.


Gara pikir mungkin tidak ada salahnya kalau salah satu dari keluarga Aileen tahu identitas yang sebenarnya, toh gak akan merugikan dia juga.


"Jual jam tangan kok sampai ke kota, di pasar terdekat kan bisa." heran paman Joko.

__ADS_1


"Ini beda paman, nanti kalau jam tangannya aku jual di pasar yang ada malah harganya murah." balas Gara.


"Emang jam tangan kamu itu harganya berapa, palingan juga seratus ribu."


"Enak aja paman bilang seratus ribu, dulu Gara aja belinya masih harga 1M dan bisa jadi sekarang makin mahal karena ini sudah termaksud jam tangan yang langka."


Citttt....


Paman Joko mengerem motornya mendadak sehingga membuat Gara maju ke depan.


"Paman kalau mau bunuh diri jangan ajak ajak Gara, Gara belum siap untuk mati." omel Gara dan turun dari boncengan motor paman Joko.


Untung saja keadaan jalanan sepi, coba kalau ada motor atau mobil di belakang mereka tadi bisa bisa mereka tertabrak oleh kendaraan yang ada di belakang mereka.


"Kamu gak gila kan?" tanya paman Joko menatap Gara mulai dari atas hingga bawah.


"Kenapa keponakan dan paman sama saja, Gara ini gak gila paman, Gara ini orang waras." kesal Gara, karena lagi lagi orang orang menganggap dirinya orang gila.


"Bagaimana paman tidak menuduh kamu gila, mana ada jam tangan yang harganya segitu, yang ada kamu itu gila." balas paman Joko.


Gara merogoh saku celana yang dia pakai, celana hasil Fatin pinjam dari paman Joko kemaren.


"Ka-kamu serius?" gagap paman Joko tidak percaya.


"Mana ada Gara bohong, udah makanya ayo cepat kita pergi." balas Gara dan naik kembali ke atas boncengan motor paman Joko.


"Paman bawa uang kan?" tanya Gara.


"Iya bawa tapi gak banyak, emang kenapa?" balas paman Joko bertanya.


"Gara pinjam dong buat beli pakaian sama beli helm, masak iya kita pergi ke kota Gara gak pakai helm." jawab Gara.


"Beneran ya nanti kamu bakal balikin uang paman?" tanya paman Joko yang masih ragu dengan Gara.


"Astaga paman, Gara gak bohong, suer deh nanti uangnya bakal Gara ganti. Nanti bahkan Gara akan kasih bonus buat paman." balas Gara meyakinkan.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu kita mampir ke pasar aja dulu buat beli pakaian sama helm buat kamu."


"What, pasar? Kita pergi ke mall aja ya paman." memelas Gara.


Seumur umur Gara belum pernah pergi ke pasar, apalagi nanti sudah jelas bagiamana keadaan pasar yang pastinya akan sangat kotor dan banyak kuman kuman di sana.


"Kalau pergi ke mall uang paman gak bakalan cukup, udah kita ke pasar aja nanti biar paman yang belikan pakaian buat kamu." balas paman Joko tak setuju dengan permintaan Gara.


Gara pun tak bisa berkutik lagi, akhirnya dia menyetujui saja apa yang di katakan paman Joko untuk membeli pakaian di pasar.


"Mana helm paman biar Gara pakai." ucap Gara setelah mereka sampai di pasar.


"Mau buat apa?" heran paman Joko.


"Biar gak ada yang ngenalin Gara." balas Gara dan langsung merebut helm yang ada di tangan paman Joko, karena menurut Gara paman Joko sangatlah lelet.


Meskipun heran, paman Joko membiarkan saja Gara memakai helmnya dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam pasar di ikuti Gara di belakangnya.


Di dalam pasar paman Joko langsung memilihkan pakaian yang cocok dengan Gara, yang pastinya juga meminta persetujuan Gara juga, karena takutnya nanti tidak sesuai dengan selera Gara.


Setelah selesai menawar dan menawar yang bikin Gara sampai malu karena paman Joko menawar dengan harga yang murah seperti ibu ibu ketika belanja.


Bagiamana bisa kaos putih polos yang di jual dengan harga seratus ribu, paman Joko menawarnya dengan harga tiga puluh ribu. Tapi entah jurus apa yang paman Joko pakai hingga kaos itu dapat di beli dengan harga tiga puluh lima ribu.


Gara yang melihat aksi paman Joko pun sampai melongo di buatnya, pantas saja paman Joko menolak Gara ajak ke mall, itu semua karena di mall tidak bisa menawar harga seperti di pasar.


Selesai mendapatkan pakaian dan helm, Gara pergi ke toilet umum untuk mengganti pakaiannya dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai di kota.


Gara menyebutkan tempat yang harus mereka datangi, tempat dimana nanti Gara akan menjual jam tangannya.


Sampai di gedung yang menjulang tinggi, dimana banyak para pengunjung yang datang ke sana, paman Joko memakirkan motornya di parkiran yang ada di sana.


"Ini kenapa gak ada motor?" heran paman Joko karena yang dia lihat hanya deketan mobil mobil yang berkelas yang pastinya harganya sangat mahal mahal.


"Ya jelas, masak iya ada orang gak punya uang datang ke acara lelang." balas Gara.

__ADS_1


Gara langsung menarik tangan paman Joko untuk masuk ke dalam gedung itu.


...***...


__ADS_2