
"S1al, ternyata benar apa yang sudah aku duga." umpat Gara setelah mendapatkan telfon dari Joan untuk segera membuka email yang sudah Joan kirimkan hari Sabtu lalu.
Saat ini Aileen tengah tidur siang setelah tadi minum obat dan makan, sedangkan Gara setelah Aileen tidur Gara menerima telfon dari Joan yang sudah sedari pagi menelfonnya tapi tidak dia angkat angkat.
Tuan juga harus hati hati karena saat ini Agnes menuju tempat anda, Agnes sudah mengetahui semuanya tentang kita dan saya takut kalau Agnes akan melakukan hal gila kepada nona Aileen.
Isi pesan yang Gara terima lagi dari Joan.
"S1al, kenapa masalah datang bersamaan seperti ini sih." umpat Gara kesal karena masalah datang secara bersamaan di tengah tengah rasa bahagianya yang baru mendapatkan kabar kalau dia akan menjadi seorang ayah.
Sedangkan Gara sendiri belum melakukan persiapan apapun, sekarang apa yang harus Gara lakukan, apakah dia harus memberitahu Aileen terlebih dahulu sebelum nanti Aileen tahu semuanya?
Tidak tidak, itu bukan ide yang bagus, Gara malah takut nanti Aileen kepikiran dan akan berakibat buruk kepada calon buah hati mereka.
Saya akan segera datang ke sana bersama Arumi, tuan tenang saja akan saya usahakan untuk cepat sampai di sana.
Lagi dan lagi Joan mengirimkan pesan kepada Gara yang membuat Gara bernafas lega, karena ada Arumi yang nanti bisa dia mintai untuk menjaga Aileen ketika dia beraksi.
"Mas, kamu sedang apa?" tanya Aileen yang membuat Gara kaget.
"Ehh, sayang kamu sudah bangun." Gara segera mematikan handphonenya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.
"Iya tadi aku cari kamu di kamar gak ada, jadi aku cari kamu keluar." balas Aileen.
"Apakah kamu masih mau tidur lagi?" tanya Gara menuntun Aileen untuk duduk di pangkuannya.
Aileen menggelengkan kepalanya pertanda dia sudah tidak ingin tidur lagi. Aileen menyenderkan kepalanya di dada bidang Gara dan tangannya sibuk menyentuh perut Gara yang kotak kotak.
"Sayang." pangil Gara.
"Hmm." balas Aileen.
Sepertinya Gara harus mulai berbicara pelan pelan, agar nanti Aileen tidak terlalu kaget saat mengetahui keberadaan tentang siapa dirinya.
"Kamu janjikan gak akan ninggalin aku kalau aku ada salah sama kamu?" tanya Gara kepada Aileen.
"Emang kamu ada salah apa?" balas Aileen bertanya.
"Tidak ada, aku hanya bertanya saja. Kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti, dan aku takut kalau suatu saat nanti aku buat kesalahan apakah kamu akan meninggalkan ku atau tidak." balas Gara.
__ADS_1
"Tergantung apa kesalahan kamu, kalau aku bisa menerima dan memaafkan kesalahan kamu ya aku tidak akan pergi, tapi kalau kesalahan kamu sangat fatal dan gak bisa aku maafkan ya dengan berat hati aku akan pergi." balas Aileen.
"Tapi kan itu seandainya, lagian kamu kan gak ada salah sama aku jadi aku mana mungkin sih tinggalin kamu. Oh atau jangan jangan kamu yang mau ninggalin aku?" lanjut Aileen curiga.
"Tidak, tidak sayang, aku tidak ada niatan sedikitpun untuk meninggalkan kamu. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan kamu sedangkan kamu adalah belahan jiwaku. Kalau kamu pergi lalu bagiamana dengan jiwaku yang sudah kosong karena ikut dengan kepergianmu." balas Gara.
"Ya aku takut, apalagi saat ini aku lagi hamil dan pasti sebentar lagi juga tubuh aku akan melar gak menarik lagi di mata kamu. Aku takut kamu nanti kecantol sama cewek lain yang lebih cantik dan seksi dari pada aku." takut Aileen.
"Sstttt... aku tidak pernah kepikiran ke sana, aku mencintai kamu apa adanya bukan ada apanya, aku mencintai kamu dengan tulus, entah nanti tubuh kamu gemuk, kurus atau bahkan krempyeng sekalipun aku akan tetap mencintai kamu." balas Gara bucin.
"Kalau kamu gimana, apakah nanti kalau aku tidak tampan lagi kamu akan meninggalkan ku?" lanjut Gara gantian bertanya.
"Tidak, apakah kamu lupa, aku menerima kamu menjadi suamiku di saat kamu masih gila, jadi mana mungkin aku akan meninggalkan kamu di saat kamu waras seperti ini." balas Aileen yang lagi lagi mengingat kalau Gara itu orang gila.
"Astaga sayang kamu masih belum percaya juga kalau aku ini bukan orang gila dan gak pernah gila?" Gara tak habis pikir dengan otak istrinya ini.
Kenapa isinya dia pernah gila, emang ada ya orang gila seganteng Gara, apalagi sekarang juga Gara sudah bisa memberikan calon anak mereka, emang orang gila bisa buat anak apa, heran deh.
"Iya iya kamu bukan orang gila, tapi kamu pernah gila." balas Aileen yang membuat Gara pening.
"Iya dah terserah kamu," ngalah Gara.
"Iya aku janji akan selalu ada untuk kamu apapun masalahnya nanti." balas Aileen menatap Gara sambil tersenyum manis, semanis manisnya.
Cup.
"Untuk kamu."
Cup.
"Untuk calon anak kita."
Cup.
"Untuk cinta aku ke kamu."
Cup.
"Untuk perasaan cinta kamu ke aku."
__ADS_1
Cup cup cup.
"Dan ini untuk semua hal yang sudah kamu berikan kepadaku, kebahagiaan dan lainnya."
Gara memberikan kecupan bertubi tubi di bibir Aileen yang terasa sangat manis, Aileen yang mendapatkan serangan itu hanya bisa memejamkan matanya dan menikmatinya saja.
"Aku sayang sama kamu, I love you." lanjut Gara menatap Aileen penuh cinta.
"I love you too." balas Aileen.
Cup.
Gara pun mencium Aileen dengan sangat lembut, memberikan ******* ******* yang sangat mendambakan. Aileen menikmati setiap sentuhan dari Gara.
Tangan Gara mulai tidak bisa di kondisikan, seolah dia lupa kalau saat ini sudah ada nyawa yang bersemayam di perut istrinya.
"Uhh," lengkuh Aileen saat tangan Gara mulai bermain di salah satu bolanya.
"Selamat istri anda ternyata sudah mengandung, dan usia kehamilannya sudah memasuki Minggu kemarin tiga." sepenggal ucapan dokter yang terlintas di otak Gara.
Gara langsung melepaskan tangan dan bibirnya dari bagian tubuh Aileen.
"Kenapa?" tanya Aileen heran.
"Aku lupa kalau kamu lagi hamil, maaf apakah aku sudah menyakiti kamu?" balas Gara merasa bersalah karena takut sudah menyakiti Aileen dan calon anak mereka.
"Astaga mas, aku hamilnya di perut bukan di mulut, jadi mana ngaruh sama kehamilan ku?" tak habis pikir Aileen dengan otak Gara.
"Ya aku takut bikin kamu gak nyaman." balas Gara.
"Dengerin aku." Aileen memegang kedua pipi Gara.
"Aku tidak masalah kamu mau main main seperti apa di saat aku hamil seperti ini karena aku juga menikmatinya, tapi kamu juga harus hati hati karena aku saat ini tengah hamil." jelas Aileen.
Gara seperti anak yang tengah di nasehati oleh ibunya, dia hanya menggangukkan kepalanya pertanda mengerti dengan apa yang Aileen jelaskan kepadanya.
"Masih mau main lagi gak?"
...***...
__ADS_1