Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#77


__ADS_3

Hari pun berlalu, Senin pagi Agnes sudah berada dalam perjalanan menuju bandara, dia akan pergi menuju tempat dimana Gara berada.


"Pak kita mampir ke perusahaan S2X dulu." perintah Agnes kepada pak sopir yang menghantarkannya pergi ke bandara.


"Baik non." balas pak sopir.


"Aku sudah tidak sabar ketemu kamu Gar, aku yakin kamu pasti nanti bakalan bahagia karena aku bisa membebaskan kamu dari pernikahan sialan itu." ucap Agnes dengan pede nya.


Agnes sangat yakin kalau saat ini pasti Gara tengah tertekan karena masalah pernikahannya yang menjebak Gara sampai sampai Gara tidak bisa pulang ke kota.


"Aku janji nanti sampai di sana akan langsung membantu kamu, dan aku juga akan menyingkirkan wanita yang sudah berani membuat kamu tidak bisa berkutik untuk pergi." lanjut Agnes.


"Kita sudah sampai non." ucap pak sopir setelah menghentikan mobilnya di depan perusahaan Gara.


"Bapak tunggu saya sebentar di sini, saya cuma sebentar kok di dalam." ucap Agnes kepada sopir yang menghantarkan dirinya.


"Baik non." balas pak sopir.


Agnes pun langsung turun dari dalam mobilnya dan berjalan dengan angkuh memasuki perusahaan Gara. Tapi saat dia baru menginjakkan kakinya di lobby perusahaan, kedatangannya langsung di hadang oleh dua orang satpam.


"Permisi nona, mohon maaf anda tidak di perbolehkan masuk je dalam perusahaan ini." ucap salah satu satpam yang menahan Agnes.


"Apa apaan ini, kalian gak tahu siapa saya, saya ini Agnes calon tunangannya Gara, bos kalian." marah Agnes yang tidak terima di perlakukan seperti itu.


"Maaf nona tapi ini adalah perintah untuk kita menahan nona agar tidak masuk ke dalam perusahaan ini." balas salah satu satpam itu lagi.


"Jangan kurang ajar ya kalian, saya bisa saja menyuruh Gara untuk langsung memecat kalian sekarang juga." balas Agnes yang semakin marah.


"Mari nona silahkan keluar dari sini sebelum kami menggunakan tindakan yang kasar." suruh satpam agar Agnes segera keluar dari sana.


Tak kehabisan akal, Agnes langsung mengambil jalan yang ada di samping dan berlari menuju lift perusahaan sehingga terjadilah aksi kejar kejaran yang membuat suasana perusahaan menjadi heboh.


"Berhenti nona, anda tidak di perbolehkan untuk masuk." teriak satpam memanggil Agnes tapi tidak di hiraukan oleh Agnes.

__ADS_1


Agnes memencet tombol lift agar segera terbuka, dan saat sudah terbuka bukannya langsung masuk Agnes malah tersenyum karena dia bertemu dengan Joan.


"Apa yang sudah kau lakukan di pagi hari seperti ini hingga membuat para karyawan heboh?" tanya Joan dengan tajam.


"Tidak ada, aku hanya ingin bertemu denganmu tapi mereka malah melarangku untuk masuk." balas Agnes memandang kedua satpam yang berdiri di hadapannya dengan menundukkan kepalanya karena takut berhadapan dengan Joan.


"Mereka melakukan tugasnya dengan baik," balas Joan memuji kedua satpam itu.


"What, jadi kamu juga melarangku untuk masuk ke sini?" tanya Agnes tak percaya dengan ucapan Joan.


"Ya, seorang parasit sepertimu tidak pantas masuk ke perusahaan ini." balas Joan.


"Kau...."


"Pergilah sebelum aku memerintahkan mereka untuk mengusirmu dengan kasar." potong Joan mengusir Agnes.


"Kau tidak ada hak untuk mengusirku Jo, ini perusahaan Gara, nanti kalau aku sudah mendapatkan Gara aku akan meminta dia untuk memecatmu karena sudah berani mengusirku dari sini." ancam Agnes yang tak membuat Joan takut.


"Oh ya, silahkan saja kalau bisa, tuan Gara sudah tidak ada jadi saya yang berkuasa di sini." balas Joan dengan senyuman mengejek ke Agnes.


"Kenapa, kaget? Jangan kira aku gak tahu ya apa yang selama ini terjadi kepada kalian, dan hari ini aku akan menemui Gara langsung dan membantunya keluar dari pernikahan paksa itu." lanjut Agnes semakin membuat Joan kaget karena ternyata Agnes mengetahui semuanya.


"Ah sudahlah, aku tak ada waktu untuk berbicara dengan orang sepertimu." lanjut Agnes dan mulai berjalan pergi meninggalkan perusahaan Gara.


"Siapkan pesawat sekarang, kita pergi keluar tempat tuan Gara." perintah Joan kepada anak buahnya yang sedari tadi setia berdiri di belakang Joan.


Joan melangkah kakinya pergi dari perusahaan, sambil berusaha untuk menghubungi Arumi.


...**...


Sementara itu di tempat Aileen, dia saat ini tengah bahagia karena apa yang selama ini dia dan Gara harapkan sudah ada.


Pagi tadi Aileen muntah muntah, Gara yang khawatir pun langsung membawa Aileen pergi ke klinik terdekat, dan setelah di periksa dokter menjelaskan kalau saat ini Aileen tengah hamil, dan usia kehamilannya sudah memasuki Minggu kemarin tiga.

__ADS_1


"Sayang ini benaran kan, aku gak mimpi kan?" tanya Gara kepada Aileen karena masih belum percaya dengan apa yang dokter katakan tadi.


"Iya mas, aku beneran hamil." balas Aileen.


"Aku gak nyangka yang, sebentar lagi aku akan menjadi orang tua, aku merasa ini adalah sebuah mimpi." balas Gara.


"Sama mas, aku juga merasa kalau ini mimpi. Dan kalau ini beneran mimpi aku gak mau bangun." balas Aileen yang sama dengan Gara masih tidak percaya kalau sekarang sudah ada mahluk penghuni di dalam perutnya.


"Mungkin ini alasan kenapa sifat kamu akhir akhir ini sangat aneh, karena hormon kehamilan kamu." Gara jadi teringat dengan sikap sikap aneh Aileen akhir akhir ini.


Dan sekarang Gara sudah tahu apa penyebabnya, jadi dia harus sebisa mungkin untuk menuruti permintaan dan perintah Aileen karena itu adalah permintaan anaknya.


"Iya mas, aku rasa juga seperti itu. Nafsu makan aku juga sekarang bertambah pesat." balas Aileen setuju dengan apa yang Gara ucapkan.


"Permisi pak, Bu, ini saya sudah menyiapkan vitamin dan obat untuk kandungan ibu, tolong di konsumsi secara rutin ya Bu." ucap dokter yang baru saja datang menghampiri mereka berdua dengan membawa resep obat untuk mereka.


"Iya dok, terimakasih kalau begitu kami pamit dulu." balas Gara ramah.


"Iya pak sama sama." balas dokter itu.


Gak apalah Gara di pangil bapak, toh sebentar lagi juga dia akan menjadi bapak.


Gara dan Aileen pun pergi dari ruangan dokter itu, Gara menuntun Aileen berjalan dengan hati hati karena takut terjadi sesuatu dengan Aileen dan bayi yang Aileen kandung.


"Awas sayang ada lubang." peringat Gara bukan satu kali saja.


Kalau di hitung ada lebih dari sepuluh kali Gara bilang seperti itu, padahal Aileen tidak buta jadi Aileen juga sudah tahu kalau ada lubang di depannya.


"Iya mas aku tahu kok, gak usah lebay gitu deh." balas Aileen yang mulai jengah dengan sikap Gara yang sudah mulai posesif terhadapnya.


"Ini demi kebaikan kamu sama calon anak kita." balas Gara.


Aileen setelah itu diam saja, dia malas kalau harus berdebat dengan Gara dia tempat umum seperti ini, yang ada malah nanti banyak orang orang yang melihat tingkah keposesifan suaminya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2