Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#53


__ADS_3

Bug bug bug.


"Aahh." erang kesakitan ketiga lelaki itu.


Wanita itu memberikan pukulan secara bergantian kepada ketiga lelaki yang mengganggunya tadi hingga membuat lelaki itu tersungkur kepada tahan.


"Kamu gak papa kan?" tanya wanita itu kepada Joan dan melihat seluruh tubuh Joan apakah ada yang terluka atau tidak.


"Gak papa kok, lagian segini gak seberapa." jawab Joan yang memang bagi Joan ketiga lelaki itu tidak ada apa apanya.


"Kamu sendiri gimana?" balik tanya Joan.


"Aku gak papa kok, terimakasih karena kamu sudah menolong aku, mungkin kalau tidak ada kamu aku gak tahu lagi apa yang akan terjadi selanjutnya." jawab wanita itu.


Di saat mereka berdua asik ngobrol, tanpa mereka ketahui kalau di antara ketiga lelaki itu sudah ada yang bangun dan saat ini tengah memegang balok yang tadi wanita itu buang sembarangan.


"Kyaa...."


"Awas."


Bug.

__ADS_1


"Aahh."


"Sialan."


Bug bug bug.


Joan langsung memukuli lelaki itu membabi buta hingga membuat lelaki itu tak sadarkan diri. Tidak hanya satu, Joan juga memukuli ketiganya sekaligus hingga mereka pingsan karena takut hal yang seperti tadi terulang kembali.


"Kamu gak papa kan?" tanya Joan membantu wanita itu untuk bangun dari jatuhnya akibat pukulan lelaki yang tadi.


"Punggungku sakit, dan kepalaku juga pusing." jawab wanita itu yang merasakan rasa pusing di kepalanya.


"Hei buka matamu, jangan terpejam." Joan menggoyangkan bahu wanita yang sudah di dudukkan di jok mobil bagian depan tapi tak ada respon dari wanita itu.


Joan pun panik, dia langsung memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil dan setelah itu dia langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya, karena yang lebih dekat dengan posisi mereka saat ini adalah apartemen miliknya dari pada rumah sakit.


Sampai di apartemen, Joan langsung membopong tubuh wanita itu masuk dan langsung berjalan cepat menuju apartemennya yang berada di lantai 20.


Sampai di sana, dia langsung membaringkan wanita itu di atas ranjang dan menunggu dokter yang tadi sudah dia hubungi waktu di jalan.


...**...

__ADS_1


Sementara itu, di tempat Aileen dan Gara, mereka saat ini tengah berada dalam perjalanan menuju pasar malam dengan Fatin yang duduk di boncengan tengah tengah antara Gara dan Aileen.


"Ayah nanti kita naik biang lala kan?" tanya Fatin dengan suara yang agak keras agar Gara yang tengah membawa motor bisa mendengarkan suaranya.


"Iya dong, nanti kita naik bertiga." jawab Gara dengan suara yang agak keras juga.


"Kalian aja deh, aku takut sama ketinggian." timpal Aileen yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Iihh, Buna gak seru ah, pokoknya nanti Buna harus ikut, kan ada ayah yang bakal jagain Buna." balas Fatin yang memaksa agar Aileen ikut.


"Buna takut sayang, nanti kamu naiknya sama ayah aja ya." balasan Aileen yang memang takut dengan ketinggian.


"Udah nanti waktu sampai sana, kita paksa Buna buat ikutan naik ya." sahut Gara memberikan ide buat Fatin untuk merencanakan nanti waktu sampai di pasar malam akan memaksa Aileen ikut naik bianglala.


"Kalian jahat banget sih, ya udah turunin aku di sini, kalian pergi berdua aja." ngambek Aileen pada mereka berdua.


"Sayang, Buna kamu ngambek tuh." Gara menggoda Aileen dengan mengajak Fatin ngobrol.


"Iya Buna kayak anak kecil." timpal Fatin membuat Gara tertawa.


...***...

__ADS_1


__ADS_2