
"Iya Om papa kamu sayang." akhirnya Joan berani mengungkapkan yang sebenarnya kepada mereka, meskipun mereka masih bertanya tanya kenapa Joan melakukan hal itu.
"Joan, kamu jangan asal ngomong, kamu jangan memberikan harapan lebih buat Fatin. Fatin sudah cukup bahagia kok dengan adanya Gara sebagai ayahnya." Aileen berani memangil Joan dengan sebutan nama, karena dia sudah geram juga dengan apa yang Joan lakukan yang nantinya malah akan semakin membuat Fatin sedih.
"Aku tidak memberikan harapan, aku hanya berbicara yang sejujurnya saja, aku memang papa kandung Fatin, suami dari Fenny." jelasnya Joan mengungkapkan yang sebenarnya kepada Aileen agar dia percaya dengan apa yang dia katakan.
Deg.
Aileen kaget mendengar penuturan Joan, jadi Joanlah selama ini yang selalu membuat kakaknya menangis di tengah malam, jadi Joanlah yang selama ini membuat keluarganya di anggap hina oleh orang orang yang tidak suka terhadap mereka, pikir Aileen.
"Maaf, maaf atas apa yang sudah aku lakukan, aku tahu sulit buat kamu dan keluarga kamu untuk memaafkan aku, tapi aku juga baru tahu tadi siang saat aku menunjukkan foto Fenny kepada dirinya, dan Fatin bilang kalau orang yang ada di foto itu adalah mamanya." Joan sangat menyesal karena sudah membuat keluarga Aileen menjadi seperti ini.
__ADS_1
Dia juga sangat menyesal karena tidak dari dulu mencari Fenny ke daerah sini, mungkin kalau dulu dia cepat menemukan Fenny sekarang dia sudah hidup bahagia bersama anak dan istrinya.
Tapi semuanya itu hanya angan-angan saja, nyatanya semuanya sekarang sudah terlambat, istrinya sudah tidak ada di saat hendak melahirkan anaknya.
"Hiks hiks, kenapa kamu melakukan itu kepada kak Fenny, kenapa kamu tega menyakiti hatinya, hiks." tangis Aileen.
Bahkan Aileen tadi sempat ingin memukul Joan karena saking kesalnya, tapi Gara dengan cepat menahan Aileen agar tidak menyerang Joan, terlebih saat ini masih ada Fatin di sana.
"Sayang sudah jangan seperti ini, masih ada Fatin yang nanti mentalnya akan terganggu dengan apa yang kamu lakukan." ucap Gara menenangkan Aileen agar tetap tenang.
"Sudah Jo jangan lakukan hal itu, masih ada Fatin di sini, jangan biarkan metalnya terganggu dengan masalah kalian." Gara menyuruh agar Joan bangkit kembali.
__ADS_1
Joan dan Aileen pun tersadar, Aileen langsung menghapus air matanya. Sedangkan Joan langsung berbalik menatap Fatin yang sedari tadi diam memperhatikan drama orang dewasa yang ada di hadapannya.
"Sayangnya papa, apakah kamu tidak mau memeluk papa? Apakah kamu marah sama papa?" Joan menatap Fatin penuh sayang, dua juga berharap bahkan sangat berharap kalau Fatin akan berhambur ke dalam pelukannya.
Tapi sepertinya itu sangatlah tidak mungkin, karena sekarang Fatin hanya berdiam diri dan membalas tatapannya, tapi tidak beranjak dari tempatnya duduk.
"Maaf, gara gara papa kamu harus hidup seperti ini, dan maaf karena kebodohan papa kita harus kehilangan orang yang sangat kita cintai." Joan meminta maaf kepada Fatin, berharap Fatin akan memaafkannya.
"Papa salah, papa akan terima apapun hukuman yang akan kamu berikan untuk papa, tapi papa mohon kamu jangan menjauh dari papa, kamu jangan pergi dari papa." lanjut Joan.
"Papa sayangnya sama mama Fenny, tapi karena papa juga mama Fenny harus per...."
__ADS_1
Grep.
...***...