
"Kadang baik kadang enggak." jawab Aileen mendongakkan kepalanya menatap Gara.
"Kenapa bisa begitu?"
"Iya bisalah, kalau lagi di keramaian aku akan lupa, tapi kalau malam hari aku selalu gak bisa tidur karena kepikiran sama kamu, dan...." Aileen menggantung ucapannya.
"Dan apa hmm, jangan bikin aku penasaran sayang?" tanya Gara penasaran.
"Dan, aku kan gak bisa tidur kalau gak kamu peluk." lanjut Aileen jujur dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Gara karena malu.
"Oh gitu, terus sekarang udah tidur belum, ayo tidur sambil aku peluk." ajak Gara karena ini juga sudah waktunya tidur siang.
"Mau?" tanya Gara dan Aileen langsung mengangguk.
Gara tersenyum dan langsung menggendong tubuh Aileen pergi ke kamar mereka. Gara memeluk tubuh Aileen agar Aileen bisa istirahat siang dan begitu juga dengan dirinya karena dia akhir akhir ini juga kurang istirahat.
...**...
Sementara itu, di tempat Joan dia saat ini tengah berduaan bersama Arumi karena Fatin pergi bersama ibu Maya entah kemana.
"Kalian di sini gak papa kan?" tanya Joan kepada Arumi sambil menyenderkan kepala Arumi di dadanya.
"Iya kita gak papa kok, aman aman saja, Aileen juga aman." jawab Arumi jujur seperti apa yang dia tahu.
"Syukurlah kalau begitu, aku takut mereka akan mencelakai kalian." balas Joan.
"Emang udah tahu siapa dalangnya?" tanya Arumi penasaran dengan siapa dalang dari semua ini.
"Hmm, bibinya Aileen." jawab Joan membuat Arumi langsung mengubah posisinya jadi menatap Joan.
"Kenapa?" tanya Joan heran.
"Bibi Lukah?" tanya Arumi dan di angguki Joan.
"Kok bisa, aku yang setiap hari ada di rumah Aileen aja beberapa hari ini gak lihat keberadaan bibi lukah di rumahnya." ucap Arumi menjelaskan.
"Benarkah, tapi tadi paman Joko bilang pagi tadi bibi Lukah pulang ke sini dan merencanakan sesuatu makanya aku sama Gara pulang karena takut terjadi sesuatu sama kalian." balas Joan menjelaskan.
"Tapi kita gak pernah lihat bibi Lukah, kalau paman Joko aku masih sering lihat dia pulang pergi. Terus kemarin waktu hari pertama kamu sama Gara pergi aku kan sama Fatin menunggu Aileen membukakan pintu nah itu aku lihat paman Joko pulang ke rumah malam malam dan sepertinya dalam keadaan mabuk, nah itu juga hari terakhir aku lihat bibi Lukah siangnya." jelas Arumi menjelaskan apa yang dia lihat dari rumah Aileen tentang keberadaan bibi Lukah dan paman Joko.
__ADS_1
"Kok sepertinya ada yang janggal ya?" ucap Joan dan langsung mengambil handphonenya untuk menghubungi anak buahnya.
"Cari tahu di mana keberadaan Joko." perintah Joan kepada anak buahnya melalui sambungan telepon.
"Baik tuan." balas anak buah Joan.
"Ayo sayang kita pergi ke rumah Aileen, sepertinya ada yang tidak beres." ajak Joan kepada Arumi untuk pergi ke rumah Aileen.
Arumi pun menurut, dia langsung berganti pakaian yang tadi hanya mengenakan daster dengan lengan spaghetti menjadi kaos serta celana pendek untuk pergi ke rumah Aileen.
Tadi saat Gara masuk ke dalam rumah Aileen, kebetulan Fatin dan Arumi baru sampai dari sekolah. Karena ingin memberikan waktu berdua, Joan menggajak Arumi dan Fatin untuk langsung pulang ke rumah ibu Maya, ehh malah sampai di rumah ibu Maya malah menggajak Fatin jalan, jadi ya mereka berdua sama seperti Gara yang hanya berduaan saja.
Sampai di rumah Aileen, mereka langsung mengetuk pintu sambil memperhatikan rumah paman Joko yang terlihat sepi seperti tak berpenghuni.
Ceklek.
"Kalian, ayo sini masuk." ucap Gara mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.
"Aileen mana?" tanya Arumi yang tak melihat keberadaan Aileen.
"Dia sedang tidur, katanya akhir akhir ini dia susah tidur jadi aku suruh aja di tidur siang." jawab Gara.
"Terimakasih ya sudah bantu jagain Aileen selama aku gak ada." ucap terimakasih Gara kepada Arumi.
"Iya sama sama." balas Arumi.
Drrtt drrtt drrtt.
Handphone Joan bergetar, Joan pun segera membukanya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya, dan ternyata yang menghubunginya adalah anak buahnya yang tadi dia kasih tugas.
"Lapor tuan." ucap anak buahnya Joan.
"Hmm gimana?" tanya Joan.
"..."
"**1*, cari mereka sampai dapat dan jangan biarkan mereka lolos." perintah Joan dan langsung mematikan sambungan telepon.
Terlihat dari raut wajah Joan dia sangat emosi, Gara tahu pasti ada masalah lagi ini.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Gara.
"Kita sudah di bohongi, ternyata yang melakukan itu semua bukan bibi Lukah, tapi paman Joko sendiri. Dan sekarang dia sudah melarikan diri sejak kita berangkat ke sini tadi." jelas Joan dengan raut wajah yang sudah merah padam.
"Si*l." umpat Gara karena merasa sudah di bohongi untuk kedua kalinya oleh paman Joko.
Seharusnya tadi dia tidak main percaya saja dengan apa yang paman Joko katakan, karena sejak awal tadi tujuannya adalah memancing paman Joko, ehh malah yang terpancing adalah dirinya.
"Kita harus segera menemukannya, aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang setelah dia membodohi kita untuk kedua kalinya." ucap Gara marah.
"Aku tidak menyangka kalau paman Joko akan sejahat itu, aku kira dia hanya orang biasa saja, ternyata dia adalah pemilik sebuah perusahaan." ucap Arumi tidak percaya dengan wajah paman Joko yang terlihat seperti orang biasa.
"Itu bukan perusahannya, itu perusahaan Aileen." balas Gara.
"Apa maksud semuanya ini?"
"Sayang." kaget Gara melihat Aileen yang ternyata sudah ada di belakangnya.
"Apa maksud dari ucapan kalian tadi, ada apa dengan paman sama bibi?" tanya Aileen menatap mereka bertiga tajam.
"Sini duduk dulu, aku jelasin semuanya sama kamu." Gara menuntun Aileen agar duduk di sampingnya, sebenarnya sih ingin Gara agar Aileen duduk di pangkuannya, tapi di sana ada orang jadi ya hanya bisa duduk di sampingnya saja.
"Jadi paman Joko itu, dia adalah...." Gara mulai menjelaskan semuanya kepada Aileen, Aileen yang mendengar itu dia tidak percaya.
"Tidak, paman Joko tidak mungkin melakukan itu, dia orang yang baik sama aku." balas Aileen tidak percaya.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak, nyatanya buktinya sudah ada, ibu, bapak sama kakak kamu adalah korbannya." balasan Gara.
"Hiks hiks hiks." lagi lagi Aileen harus menangis, tapi beruntungnya sekarang ada Gara jadi Aileen mempunyai sandaran ketika dia bersedih seperti ini.
"Apa kamu tahu dimana bibi Lukah?" tanya Gara.
Gara merasa sepertinya bibi Lukah tahu sesuatu tentang paman Joko.
"Aku sudah beberapa hari ini tidak melihat bibi, aku juga bingung kemana dia pergi, hiks hiks." jawab Aileen masih dengan sesenggukan.
"Ayo kita pergi ke rumah paman Joko, siapa tahu nanti kita bisa menemukan sesuatu di sana." ajak Joan dan di setujui yang lainnya.
...***...
__ADS_1