Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#07


__ADS_3

"Loh, kamu masak?" kaget Aileen saat pergi ke dapur dan dia mendapati ada Gara di sana dan juga Magicom miliknya sedang menyala.


"Iya, tapi sayang gak ada sayur jadi aku cuma masak nasi." balas Gara.


"Eemm.... boleh gak aku pinjam uang kamu buat beli lauk atau apa gitu ya bisa buat makan, nanti kalau aku udah ada uang pasti bakal aku ganti kok." Lanjut Gara memberanikan diri.


"Oh iya aku lupa, tadi seharusnya memang aku belanja, cuma gara gara insiden tadi siang aku jadi lupa."


"Bentar aku ambil uang dulu." lanjut Aileen dan langsung kembali pergi ke kamar untuk mengambil uang.


"Aduh ini gajiku tinggal segini, nanti juga aku harus bayar biaya sekolah Fatin." ucap Aileen saat melihat isi dompetnya ternyata hanya tersisa beberapa lembar uang saja.


"Masak iya aku besok harus pinjam uang lagi sama bu bos." lanjutnya.


Dengan berat hati Aileen pun menggambil satu lembar uang berwarna biru dan keluar membawanya ke Gara.


"Kamu tunggu di rumah aja biar aku yang pergi belanja, kan kamu juga belum hafal tempat ini." ucap Aileen pada Gara.


"Aku tahu kok, sini biar aku saja yang beli, kamu di rumah aja." balas Gara menolak usulan Aileen.

__ADS_1


"Udah biar aku saja, lagian nanti kalau kamu yang beli nanti yang ada malah barang barangnya jadi semakin mahal."Bantah Aileen.


"Tapi ini udah malam, tidak baik cewek keluar malam malam sendirian."


"Aku sudah biasa, kamu gak perlu takut karena di kampung ini aman." balas Aileen dan langsung pergi meninggalkan Gara.


"Hufft... padahalkan niatku baik." hela nafas Gara.


"Aku tidak mungkin terus terusan seperti ini, aku harus cari cara buat mendapatkan uang." ucap Gara.


Tiba tiba Gara teringat akan sesuatu, dia langsung berlari menuju kamar mandi untuk mencari benda itu.


" Gak papa deh aku jual, nanti kalau udah pulang bisa beli lagi yang baru."


Gara memutuskan untuk menjual jam tangan miliknya yang sangat dia sukai, karena jam tangan itu adalah jam tangan dengan harga yang paling mahal di antara yang lainnya.


"Tapi aku harus jual ke mana, tidak mungkin kalau aku jual di desa ini saja, nanti yang ada malah di beli dengan harga gopek." bingung Gara.


Pusing memikirkan bagaimana cara menjual jam tangan itu, sampai sampai dia tidak mendengar kedatangan Aileen yang baru pulang sehabis belanja.

__ADS_1


"Gara kamu di mana?" teriak Aileen memanggil Gara.


"Ah iya, aku lagi di kamar mandi, bentar lagi aku ke sana." balas Gara yang juga berteriak.


"Aku harus menyembunyikan ini dari Aileen, agar dia tidak banyak bertanya." gumam Gara memasukkan jam tangan itu ke dalam kantong celananya.


"Kamu beli apa?" tanya Gara menghampiri Aileen yang ada di dapur.


"Ini aku lagi masak mie instan, gak papa ya malam ini kita makan mie sama nasi aja, soalnya penjual sayur udah pada tutup." jawab Aileen.


"I-iya gak papa kok."


Gara harus menelan pil pahit, saat melihat mie yang tengah Aileen rebus. Seumur umur baru kali ini dia akan makan mie instan, apalagi ini di makanannya sama nasi, hadueh mau jadi apa perut Gara nanti.


Aileen tak menyadari raut wajah Gara, dia terlalu fokus memasak mie instan itu.


"Gar, bisa minta tolong untuk angkat nasinya gak, biar nanti gak terlalu panas saat kita memakannya." pinta Aileen.


"Oke." balasan Gara dan langsung menjalankan perintah Aileen.

__ADS_1


__ADS_2