
Saat ini Aileen dan juga Gara sedang dalam perjalanan menuju kota untuk membuat rekening ATM baru buat Aileen, sekalian juga mau menyimpan uang di bank.
"Ini nanti gimana caranya, aku gak ngerti soalnya aku belum pernah buat?" tanya Aileen yang memang selama hidupnya tidak pernah berurusan dengan bank.
"Udah nanti kamu tinggal masuk aja, pasti nanti di kasih tahu kok di dalam." jawab Gara.
Tangan Gara sedari tadi tak pernah lepas dari menggenggam tangan Aileen yang tengah duduk di sampingnya untuk menunggu antrian.
"Beneran cuma gitu aja?" ragu Aileen.
"Iya Ai sayang, kalau kamu takut sini biar aku aja yang masuk." balas Gara gemas dengan Aileen.
"Jangan jangan, aku udah banyak merepotkan kamu." tolak Aileen.
"Ya sudah, pokonya nanti kamu di dalam tinggal ikuti arahan pegawai banknya aja." Gara menjelaskan agar nanti Aileen di dalam tidak kebingungan.
Aileen merasa gelisah, kegelisahan yang sama dia rasakan saat dia mau rekaman bikin KTP baru.
"Aisha Aileen Nathania." Nama Aileen pun di panggil.
"Tuh giliran kamu, udah gak usah gugup. Aku tungguin kamu di sini." ucap Gara memberitahu Aileen kalau namanya sudah di pangil.
"Jangan tinggalin aku ya." mohon Aileen sebelum berjalan masuk ke dalam kantor bank.
__ADS_1
"Iya sayang, mana mungkin sih aku tega ninggalin istri aku sendiri di sini." balas Gara yang lagi lagi membuat Aileen salting.
Aileen langsung berjalan cepat masuk ke dalam kantor bank agar Gara tidak tahu kalau saat ini pipi Aileen sudah memerah karena salting mendengar ucapan sayang Gara.
"Gemes banget sih, jadi pengen kantongin."' Gara menatap Aileen yang sudah berada di dalam.
Gara menunggu Aileen di tempat duduknya yang tadi, sedangkan Aileen yang berada di dalam mulai mengikuti instruksi apa yang pegawai bank itu bilang pada Aileen.
Kurang lebih lima belas menit Aileen berada di dalam sana, dan setelah selesai dia pun segera keluar.
"Gimana mudahkan?" tanya Gara saat Aileen sudah keluar.
"Hehehe iya ternyata gak sulit." cengir Gara.
"Ini." Aileen menunjukkan kartu ATM yang baru saja jadi.
"Ayo sini ikut aku." ajak Gara menarik Aileen memasuki bilik ruangan yang ada di depan kantor bank.
Ternyata di balik bilik itu ada mesin tarik atau setor tunai, Vino segera memasukkan kartu ATM Aileen.
"PIN nya berapa?" tanya Gara.
"100200." jawab Aileen menyebutkan pin Atm-nya.
__ADS_1
"Tanggal apa itu?" tanya Gara sambil mengotak-atik mesin ATM itu.
"Kok kamu tahu kalau itu sebuah barisan tanggal?" heran Aileen.
"Udah biasa pin ATM itu pakai tanggal lahir biar gak lupa." balas Gara.
"Terus sekarang kamu mau apa?" tanya Aileen penasaran.
"Aku mau setorkan uang uang ini." jawab Gara tanpa menatap Aileen.
"Aku mau dong di ajarin seperti itu." pinta Aileen.
"Sini." Gara menarik tangan Aileen dari genggaman tangannya.
Gara mulai mengajarkan cara mengoperasionalkan mesin ATM, dari mulai tarik tunai, setor tunai, top up dan yang lain lagi.
Tangan Gara juga sedari mengajarkan Aileen tak pernah terlepas. Terkadang Aileen harus salah fokus karena dia malah terpesona dengan kegantengan Gara.
"Gimana bisa kan?" tanya Gara setelah di rasa Aileen mengerti.
"Bisa sih, tapi yang tadi terlalu banyak, bagiamana nanti kalau aku lupa caranya?" takut Aileen karena memang dirinya sangatlah pelupa.
...***...
__ADS_1