Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#62


__ADS_3

"Mas," pangil Aileen kepada Gara yang tengah memainkan handphonenya.


"Iya kenapa sayang?" jawab Gara mendongakkan kepalanya menatap Aileen yang berjalan menghampiri dirinya.


"Joan hari ini ke sini gak, soalnya Fatin nanyain dia mulu." tanya Aileen menyampaikan pertanyaan Fatin yang tadi.


"Itu dia yang, ini aku lagi ngechat dia tapi belum di bales bales." balas Gara memperlihatkan room chat dirinya dan Joan.


"Mungkin dia lagi sibuk kerja kali ya mas,"


"Mungkin saja." balas Gara.


"Tapi mana ada hari Minggu dia kerja, orang biasanya aja dia kalau Minggu gini tiduran di apartemennya." batin Gara yang sudah tahu kegiatan Joan sehari hari.


Gara hafal betul, pasti di hari Sabtu Joan akan lembur sampai malam, dan di hari minggunya dia akan meminta libur satu hari full tanpa mau di ganggu oleh siapa pun termasuk dirinya.


Tapi sekarang keadaannya beda, Joan sudah tahu dia punya anak, ini hari libur seharusnya dia manfaatkan main bersamaan anaknya, bukannya malah menghilang seperti ini.


"Nanti kalau dia balas chat kamu, kamu kasih tahu aku ya," ucap Aileen.


"Emang kamu mau kemana?" tanya Gara menatap Aileen yang hendak pergi.


"Aku mau keluar sebentar aja." jawab Aileen.


"Mau ngapain?" Tanya Gara lagi yang sudah mulai posesif kepada Aileen.


"Gak ngapa-ngapain, hanya mau di luar aja dari pada gangguin kamu di sini." balas Aileen.


Ah Gara mengerti sekarang, Aileen sepertinya kesal karena waktu dia datang dan sampai saat ini Gara fokus dengan handphonenya mulu.


"Sini." suruh Gara menarik tangan Aileen agar mendekat ke arahnya.


Gara meletakkan handphonenya di atas meja, dan saat Aileen sudah berada di depannya Gara pun memeluk tubuh Aileen.


Posisi Gara yang duduk di atas ranjang, dan Aileen yang berdiri di depan Gara membuat Gara yang memeluk Aileen pun meletakkan kepalanya di dada Aileen.


"Di sini aja, kita kan jarang berduaan seperti ini." manja Gara dengan kepala yang bergerak gerak di atas dada Aileen.


"Mas, apaan sih kepalanya bisa diam gak?" omel Aileen karena Gara bergerak gerak di atas dadanya.


"Empuk." cengir Gara mendongakkan kepalanya menatap wajah Aileen yang tengah menatapnya garang.


"Udah deh mas, ini masih siang jangan mesum mulu. Sana ah aku mau belanja buat masak makan siang."


"Gak mau, udah kita beli aja nanti sambil jalan jalan keluar." tolak Gara.

__ADS_1


"Jalan jalan mulu, kerja malas jalan jalan terus, nanti uang kamu juga akan habis."


"Aku orang kaya loh yang, jadi meskipun kita jalan jalan gak kerja uang aku tetap akan banyak gak akan habis." jujur Gara.


"Haduh kumat lagi kan gilanya, emang ya orang gila meskipun sudah waras tuh jiwa gilanya masih menempel." jengah Aileen yang menganggap kalau Gara saat ini tengah berhalu seperti orang gila.


"Kamu kok gitu sih, aku ini gak gila sayang."


Ah Gara jadi kesal sekarang karena Aileen ternyata masih belum percaya kalau dia bukan orang gila.


"Iya sekarang bukan orang gila, tapi dulu pernah." balas Aileen.


"Tau ah, terserah kamu." Gara melepaskan pelukannya di tubuh Aileen.


"Loh, kok kesal gitu mukanya."


"Ya habisnya kamu masih aja gak percaya kalau aku ini bukan orang gila, aku ini waras bukan gila dan gak pernah jadi orang gila." jelas Gara agar Aileen mengerti.


"Iya iya bukan orang gila." Aileen menarik kepala Gara lagi ke dalam pelukannya agar wajahnya tidak kesal lagi.


"Iya in aja lah, dari pada dia ngambek, lagian kalau di pikir pikir mana ada orang gila yang mau ngaku." batin Aileen.


"Aku bukan orang gila loh." ucap Gara lagi meyakinkan Aileen.


"Iya, aku minta maaf ya, aku salah ngomong tadi." balas Aileen tapi berbeda dengan apa yang ada di hatinya.


"Tidur yuk yang, aku ngantuk." ajak Gara karena merasa dia masih ngantuk.


Semalam Gara tidak tidur dan hanya tidur di jam tiga sampai jam empat subuh dia bangun.


Dan tadi pagi dia ikutan tidur Aileen juga hanya sebentar jadi siangnya dia merasa ngantuk.


"Makanya kalau malam itu tidur." omel Aileen.


"Gak lah, malam itu ya buat anak." balas Gara santai membuat mata Aileen melotot.


Plak.


"Auw, sakit yang." ringis Gara karena mendapatkan tamparan di tangannya dari Aileen.


"Makanya kalau ngomong jangan aneh aneh."


"Aneh aneh apanya sih, orang bener kok kalau malam itu waktunya buat anak." balas Gara.


"Ya tapi harus tahu waktu juga mas Gara sayang, gak sampai pagi juga buat anaknya." greget Aileen.

__ADS_1


"Salahin aja tubuh kamu kenapa menggoda banget, terus itu kamu juga enak banget waktu jepit punya aku, kan aku jadi ketagihan."


Ucapan Gara makin lama makin melantur, kalau tidak di alihkan bisa bahaya ini.


"Udah ayo tidur, tadi katanya mau tidur." ajak Aileen agar Gara melupakan pembicaraan mereka tadi.


"Nah gitu dong, sini buka bajunya." pinta Gara.


"Mau apa lagi." gemas Aileen, ada saja permintaan Gara.


"Mau *****." jawab Gara santai.


"Heh, jangan ngawur kamu ya."


"Udah sini sayang jangan banyak ngebacot, aku mau *****."


Mata Aileen melotot mendengar ucapan Gara yang sangat kasar itu.


"Nih aku kasih tahu, kalau punya kamu seru sering aku nenenin, itu membuat wajah kamu seger dan awet muda." ucap Gara sambil melihat Aileen yang tengah membuka kancing bajunya.


"Mana ada, itu mah hanya akal akalan kamu saja." balas Aileen tidak percaya.


"Dih gak percaya, tanya aja sama dokter." balas Gara.


Gara yang melihat baju Aileen sudah terbuka pun langsung membuka br* Aileen dengan cepat hingga terpampanglah dua bola Aileen yang sangat menggoda untuk Gara lahap.


"Emmmhh...." lengkuh Aileen saat Gara langsung menghisap salah satu bolanya.


Pertama'tama memang rasanya aneh, tapi lama kelamaan Aileen terbiasa, karena Aileen bosen Aileen pun mengambil handphonenya dan memainkannya di atas kepala Gara.


Klunting.


Bunyi notifikasi dari handphone Aileen yang menandakan kalau ada pesan masuk. Aileen langsung membuka pesan itu.


Gara yang ada di bawah Aileen tak menghiraukan apa yang Aileen lakukan, bagi Gara kenikmatannya itu adalah nomor satu.


Lin, aku mau kasih tahu kamu kalau tadi pagi aku sudah menikah dengan lelaki kota.


Isi pesan yang Aileen terima yang ternyata berasal dari Arumi.


Aileen tak percaya dengan apa yang Arumi katakan, dia pun segera membalas pesan Arumi.


Hah yang benar mbak, mbak jangan bohong sama aku.


Balas Aileen dia kirimkan ke Arumi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2