Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#98


__ADS_3

Saat ini Aileen sudah berada di depan rumah mewah Gara, Aileen terpesona melihat betapa besarnya rumah Gara yang ada taman luasnya di halaman depan dan samping.


"Ini rumah kamu beneran?" tanya Aileen tidak percaya.


"Bukan,ini rumah kita, kamu suka?" balas Gara bertanya.


Dengan cepat Aileen mengangguk, dia sangat menyukai rumah Gara karena terlihat seperti rumah impiannya.


"Yuk masuk, aku ajak kamu jalan jalan keliling rumah." ajak Gara merangkul Aileen untuk memasuki rumah Gara yang nanti akan menjadi tempat tinggal mereka.


Saat masuk ke dalam, Aileen di buat tercengang dengan gorden yang sangat panjang, menjulang dari lantai atas hingga bawah, yang ada di pikiran Aileen bagaimana cara menutup gorden itu, apakah tidak berat kalau mencucinya?


Huh dasar Aileen, sekarangkan jamannya serba canggih, jadi pasti ada remote yang mengontrol lah.


"Kita pergi ke kamar dulu yuk." ajak Gara menuntun Aileen menaiki anak tangga menuju lantai dua, di mana nanti kamar mereka berada.


Ceklek.


"Wah besar banget." terpesona Aileen dengan luasnya kamar Gara yang setara dengan rumah Aileen di kampung.


"Nah ini nanti kamar tidur kita, nah kalau kamu cari pakaian nanti di sini, dan kamar mandinya ada di sana." ucap Gara menjelaskan bagian bagian dari dalam kamar mereka.


Aileen mulai berjalan membuka setiap bagian bagian dari kamar mereka, setelah puas berkeliling dia mendekati ranjang yang berukuran sangat besar, bahkan saking besarnya itu dua kali ukuran tempat tidur mereka saat di kampung.


"Ini nyaman banget, pasti kalau aku tidur di sini gak bakal bangun bangun deh." ucap Aileen saat duduk di atas ranjang yang terasa sangat empuk dan nyaman.


"Iya dong harus nyaman, biar nanti kalau kita main gak ada bunyi yang aneh seperti di rumah yang dulu." balasan Gara menghampiri Aileen.


Kamu gak mau coba lihat balkon kamarnya yang?" tanya Gara yang sudah memeluk Aileen dari samping sambil tangannya mengelus perut Aileen yang semakin membuncit.


"Nanti dulu ajalah, kakiku udah mulai capek sekarang kalau berjalan lama." balas Aileen sambil memijat kakinya yang terasa pegal.


"Sini aku pijitin." Gara membawa kaki Aileen ke pangkuannya dan mulai memijat kaki Aileen dengan lembut agar Aileen merasa nyaman dan tidak kesakitan.

__ADS_1


"Gimana, enak gak?" tanya Gara.


"Iya enak, kamu emang cocok jadi tukang pijat." balas Aileen.


"Iyalah, tapi hanya jadi tukang pijat kamu aja, pijatnya juga pijat plus plus." balas Gara sambil tersenyum mesum.


"Aduh otak kamu mah mesum terus." balas Aileen.


"Oh iya aku baru ingat," lanjut Aileen yang mengingat sesuatu.


"Ingat apa?" tanya Gara.


"Kemaren waktu aku pingsan aku bermimpi ketemu bibi di tepi pantai, terus...." Aileen menceritakan isi mimpinya di mana bibi Lukah memberitahu dirinya kalau dia di buang ke tengah lautan oleh paman Joko.


"Kamu mau kan nanti menemani aku ke sana?" tanya Aileen meminta Gara untuk mengantarkannya ke laut untuk berdoa dan menabur bunga di sana.


"Iya nanti akun akan menemani kamu ke sana, habis dari sana aku juga mau mengajak kamu pulang ke kampung untuk pergi ke makam orang tua kamu sana kakak kamu, dari dulu kita gak jadi terus waktu mau keluar sana." balas Gara.


"Terimakasih, terimakasih karena kami sudah mau menerimaku dan Fatin dalam hidup kamu." ucap Aileen memeluk Gara dengan posisi duduk.


"Sayang aku boleh tanya gak?" ucap Gara melepaskan pelukannya menatap Aileen.


"Tanya apa?" balas Aileen.


"Tentang perusahaan kamu?" tanya Gara.


"Akun udah ikhlas kok, biarkan perusahaan itu di tangan paman, tapi uang kamu gimana?" balas Aileen.


"Aku sudah mendapatkan gantinya kok, kebetulan Joan sudah mendapatkan investor lagi, dan juga aku menggunakan sebagian harta aku. Jadi mungkin untuk sekarang aku belum bisa memberikan banyak uang buat kamu, karena aku harus mengumpulkan uang lagi mulai dari awal." balasan Gara.


"Tidak papa, aku siap hidup seperti apa aja sama kamu, gak papa gak punya uang yang penting hidup kita bahagia." balas Aileen tersenyum menatap Gara.


"Terimakasih sayang, aku janji akan berusaha dengan keras untuk mendapatkan uang lagi, i love you sayang."

__ADS_1


"I love you too mas." balas Aileen.


Mereka pun berpelukan kembali dan Gara juga mulai mencium bibir Aileen dan ********** dengan lembut.


Aileen membalas ciuman Gara, dia merindukan ciuman ini, sudah lama mereka tidak melakukannya, Aileen rindu ciuman Gara.


...**...


Tak jauh berbeda dengan mereka berdua, Joan dan Arumi saat ini malah baru selesai menuntaskan hasrat mereka di apartemen milik Joan.


Tadi Joan sudah memboyong keluarganya pergi ke kota, ibu Arumi juga ikut mereka pergi ke kota, tapi dia lebih memilih tinggal di rumah Arumi yang biasa Arumi tempati ketika berada di kota.


Sedangkan Fatin lebih memilih ikut tinggal bersama ibu Maya, Fatin sudah terlalu nyaman dengan ibu Maya sehingga dia tidak bisa meninggalkan ibu Maya tinggal seorang diri di sana.


Raport Fatin sudah keluar tadi, dan Fatin di nyatakan naik kelas dengan nilai terbaik. Fatin mendapatkan peringkat satu di kelasnya, dan sesuai janji Gara nanti Fatin aja menagih janji Gara kepadanya.


"Nenek, nenek ada nomor telfon ayah Gara gak, Fatin mau tagih janji ayah kalau mau ajak Fatin jalan jalan kalau Fatin dapat juara satu." ucap Fatin kepada ibu Maya.


"Nenek tidak punya sayang, tapi nanti akan coba nenek tanyakan kepada mama kamu ya," balas ibu Maya yang memang tidak mempunyai nomor telfon Gara atau pun Aileen.


"Yah, padahal Fatin sudah pengen jalan jalan." balas Fatin lesu.


"Bagiamana kalau saat ini jalan jalan sama nenek dulu, nanti kalau sudah bertemu dengan ayah Gara baru Fatin minta jalan jalan sama ayah." usul ibu Maya mengajak Fatin jalan jalan.


"Iya nek Fatin mau, ayo nek cepat kita ganti baju biar kita cepat berangkat." balas Fatin setuju dan dia memaksa agar mereka cepat cepat berganti pakaian agar segera berangkat jalan jalan.


"Iya sayang sabar dulu, jangan buru buru jalannya nanti kamu jatuh." balas ibu Maya memperingatkan Fatin agar tidak berlari lagi menuju kamarnya untuk berganti baju.


"Iya nenek, Fatin sudah tidak sabar." balasan Fatin yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


"Bebek bahagia hidup sama kamu nak, nenek sayang sama kamu, jangan tinggalkan nenek sendiri di sini ya." gumam ibu Maya menatap pintu kamar Fatin yang sudah tertutup.


Ibu Maya pun segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian sebelum nanti Fatin keluar dari kamar dan mendapati dirinya masih mengenakan pakaian yang sama seperti tadi.

__ADS_1


...*** ...


__ADS_2