
Saat ini Gara mengajak Aileen dan Fatin makan di sebuah restoran mewah, tadi sempat terjadi cekcok antara Aileen dan Gara karena Aileen tidak suka kalau harus mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk makan di restoran itu.
"Udah tinggal makan aja gak usah cemberut gitu, nanti di makan sama Fatin loh." sindir Gara kepada Aileen yang cemberut menatap makanan yang ada di hadapannya.
"Buna kenapa yah?" tanya Fatin heran melihat Aileen yang cemberut.
"Buna kamu marah karena ayah tidak menuruti kemauannya untuk menyuapi Buna." jawab Gara bohong.
"Mana ada, kamu emang suka ngadi ngadi ya mas." balas Aileen semakin kesal dengan Gara.
"Ya sudah Fatin kamu makan saja punya Buna, Buna gak mau makan katanya udah lapar." bukannya berhenti, Gara malah semakin menggoda Aileen.
Gara tahu kalau sebenarnya Aileen menyukai makanan yang ada di hadapannya, tapi dia merasa sangat di sayangkan uang sebanyak itu kalau hanya untuk makan yang tak seberapa banyak ini.
"Nanti kamu tidur di luar aja." ucap Aileen dan langsung memakan makanannya dengan lahap.
"Loh loh loh, kok gitu?" tak suka Gara dengan keputusan Aileen tapi Aileen tak mengindahkan apa yang Gara katakan, dia tetap fokus makan makanan yang Gara pesankan tadi untuknya.
"Buna kenapa sih yah, kok aneh gitu?" Fatin semakin bingung dengan tingkah Aileen sang Buna.
"Udah kamu lanjut makan saja, gak usah di pikirin Buna." balas Gara lembut menyuruh agar Fatin kembali fokus makan.
Fatin pun mengangguk dan kembali fokus makan, begitu pula dengan Gara. Biarlah nanti urusan tidur dia pikirkan belakangan, yang penting sekarang urusan perut dulu.
Mereka pun makan tanpa bersuara lagi, dan selesai makan Gara langsung mengajak mereka berdua untuk jalan jalan di taman.
"Buna, papa nanti kesini apa tidak?" tanya Fatin yang teringat dengan papa Joan saat berada di taman.
"Kamu tanya sama ayah aja, tadi ayah yang hubungi papa kamu." balas Aileen yang malas berbicara dengan Gara.
"Ayah, papa Joan nanti pulang ke sini apa tidak?" tanya Fatin kepada Gara yang duduk di sampingnya.
"Ayah tidak tahu sayang, karena pesan ayah belum di balas sama papa kamu." jawab Gara sambil tangannya mengelus rambut Fatin.
"Huh, padahal Fatin pengen jalan jalan berdua sama ayah di taman malam malam." dengus Fatin.
"Sebentar ya ayah coba telfon papa kamu dulu." Gara merogoh saku celananya dan mengambil handphone miliknya baru setelah itu dia menghubungi nomor Joan.
__ADS_1
Fatin pun semakin mendekatkan dirinya dengan Gara karena ingin mendengar suara papanya, Fatin sudah sangat merindukan papanya karena semalam papanya tidak pulang.
Sedangkan Aileen hanya diam saja, tapi dia memasang telinganya agar bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan nanti.
...**...
Joan dan Arumi sudah sampai di warung makan yang Arumi maksud. Kalau dari namanya saja Joan menyimpulkan kalau warung itu adalah warung sederhana yang ada di pinggir jalan.
Tapi nyatanya saat sampai di warung yang Arumi maksud, itu bukan terlihat seperti warung, melainkan adalah cafe karena memang bangunannya besar dan juga rame pengunjung.
"Kamu tunggu di sini dulu ya, aku mau ke dalam dulu." ucap Arumi menyuruh Joan agar menunggu dirinya di tempat duduk yang ada di warung makan miliknya.
"Jangan lama lama ya." balas Joan dan di angguki Arumi.
Arumi pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Joan, dia ingin masak sendiri untuk Joan. Sedangkan Joan yang gabut pun membuka handphonenya karena sedari pagi dia belum membukanya karena fokus berduaan dengan Arumi.
Klunting klunting klunting.
Banyak notifikasi masuk saat Joan pertama kali menghidupkan data handphonenya, ada banyak pesan yang masuk dan tujuan Joan hanya membuka pesan dari sang bos.
Fatin nanya, kamu pulang ke sini atau tidak malam ini?
"Astaga,aku sampai lupa kalau aku udah ada Fatin."
Joan pun segera membalas pesan dari Gara itu, tapi saat akan mengirimkan pesan itu ada video call masuk dari Gara yang membuat Joan langsung menggangkatnya.
"Ha...."
"Papa." Belum selesai Joan menyapa Gara, sudah ada wajah cantik yang memanggil dirinya.
"Halo sayangnya papa," balas Joan menyapa Fatin yang wajahnya full mengisi layar handphone Joan.
"Papa kemana kok gak pulang pulang, Fatin kangen tahu." tanya Fatin yang membuat Joan merasa bersalah karena lupa dengan anaknya.
"Maafkan papa sayang, papa lupa ngasih tahu kamu kalau papa hari ini sibuk, papa malam ini tidak bisa pulang ke sana, tapi papa janji besok pagi papa akan ke sana karena besok papa sudah mengambil cuti sehari untuk kita jalan jalan." jawab Joan meminta maaf karena tidak bisa pulang ke rumah Aileen hari ini.
"Yah, padahal Fatin pengen jalan jalan di taman malam ini sama papa, Fatin pengen lihat lampu warna warni di taman." jelas Fatin mengungkapkan keinginannya.
__ADS_1
"Maaf ya sayang, papa janji besok kita akan jalan jalan seharian, papa juga akan memperkenalkan seseorang sama kamu besok."
"Ya udah tidak apa apa, tapi papa janji besok harus ke sini. Seseorang siapa pa?" penasaran Fatin.
"Ada deh, besok kamu juga akan tahu." balas Joan.
Mereka berdua pun asik berbicara untuk mengurangi rasa rindu mereka yang sudah satu hari tidak bertemu.
Berbeda dengan mereka yang asik berbincang, Gara malah di buat kaget dengan keputusan asistennya itu untuk mengambil cuti di hari esok. Bagaimana bisa Joan menggambil cuti tapi tidak memberitahu dirinya.
Sementara itu Aileen yang ada di samping Fatin pun hanya mendengarkan saja apa yang papa dan anak itu ucapakan.
"Ini mas makanan untuk kamu." ucap seorang wanita yang dapat Fatin, Gara dan Aileen dengar dari sebrang.
"Terimakasih sayang." balasan Joan menatap wanita yang ada di hadapan Joan sambil tersenyum.
"Itu siapa pa?" tanya Fatin penasaran membuat Joan langsung menatap Fatin.
"Ada deh, besok papa kenalin sama kamu." jawab Joan merahasiakan siapa wanita yang tengah ada di hadapannya.
"Jangan bilang kalau itu kekasih papa?" tebak Fatin menatap Joan tajam.
"Nah pinter anak papa, dia mama kamu besok papa bawa ke sana dan kita jalan jalan bareng." balas Joan.
"Gak, aku gak mau punya mama baru, papa jahat."
Tut.
Fatin langsung mematikan sambungan video call dengan Joan.
"Sayang, hei pa...."
"Huh." Joan menghela nafasnya.
Belum bertemu saja Fatin sudah memperlihatkan ketidak sukaannya dengan keberadaan mama baru, apalagi kalau sampai besok mereka bertemu.
"Maaf mas, ini semua gara gara aku." Arumi jadinya merasa bersalah, seharusnya benar dari awal dia tidak menerima ajakan Joan untuk menikah.
__ADS_1
...***...