Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#15


__ADS_3

'Nanti aja aku jelasin, sekarang cepat datang ke sini, aku lagi perlu bantuan." balas gak menyuruh Joan si asistennya untuk segera datang ke sana.


'Baik tuan saya akan segera kesana, tuan tinggal bilang di mana alamatnya.' balas Joan.


'Datang ke gedung xxx tempat lelang.'


Tut.


Setelah mengatakan itu Gara langsung mematikan sambungan telefon dengan Joan.


"Ini handphone paman, jangan khawatir nanti pulsanya bakal Gara ganti." ucap Gara mengembalikan handphone paman Joko.


"Sudah selesaikan telfonannya pak, mari ikut saya keluar dari sini." ucap sekuriti itu mengajak Gara keluar lagi.


"Bentar, gak sampai lima menit orang saya akan datang. Kalian tidak perlu khawatir, saya tidak akan membuat keributan di sini kok, asal kalian tidak mengganggu saya." tolak Gara lagi.


"Halah udah pak paksa aja keluar dari sini, lihat semakin banyak orang yang datang kesini, dan itu mengganggu pengunjung yang lain." orang yang debat dengan Gara tadi masih juga belum menyerah.


"Maaf pak terpaksa kami melakukan pemaksaan kepada anda, soalnya dari tadi kami sudah berusaha lembut, tapi anda tidak mau mengikuti perintah kami." ucap sekuriti itu pada Gara dan langsung menyeret tangan Gara untuk keluar dari gedung itu di bantu oleh temannya.


"Awas aja kalian semua," ucap Gara marah.


Gara pun pasrah, toh mungkin juga gak sampai dia keluar dari pintu pasti Joan sudah datang.


Sedangkan paman Joko pun hanya mengikuti saja karena dia bingung harus membantu Gara apa tidak. Kalau dia membantu Gara yang ada Gara malah tidak mau pulang, tapi kalau di biarkan kasian Gara yang di seret seret seperti itu.


"Akhirnya datang juga," gumam Gara saat melihat ada mobil yang berhenti di depan pintu masuk.


"Maaf kami lambat tuan." ucap Joan tunduk kepada Gara.


"Hmm, suruh mereka melepaskan tangannya." balas Gara memerintah pada Joan.


"Lepaskan tangan kalian dari tuan Gara." tegas Joan pada kedua sekuriti yang tadi menyeret Gara.


"Maaf tuan, tapi dia sudah...."


"Lepaskan dia, atau kalian berdua tidak bisa lagi bekerja di sini." potong Joan tegas.


Sekuriti itu pun melepaskan tangan Gara karena takut dengan Joan.


"Hufft... merepotkan saja." kesal Gara.


"Ayo paman kita pulang, dan kamu tolong urus semuanya yang ada di sini dan satu lagi, beli gedung ini sekarang juga." ucap Gara pada Joan yang membuat semua orang yang ada di sana pun kaget.


Mereka semua tahu siapa itu Joan, dia adalah asisten Sagara Xavier Xu atau biasa mereka panggil dengan tuan Gara. Pengusaha ternama di negara ini.


Kalau Joan saja tunduk sama orang yang mereka anggap orang gila tadi, berarti kedudukan orang itu lebih tinggi dari pada Joan.


"Baik tuan." balas Joan.


"Aku bawa mobil kamu, nanti urus motor paman Joko juga."


"Oh iya, mana handphone kamu yang satu biar aku bawa." lanjut Gara dan Joan langsung memberikan handphone pribadinya kepada Gara sang tuan.


"Hati hati tuan." ucap Joan saat Gara mulai melangkahkan kakinya pergi dengan menyeret tangan paman Joko yang masih kebingungan.


Hening, mereka semua hening. Joan satu persatu memandangi orang orang yang ada di sana dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Kenapa kalian diam?" ucap Joan dingin.

__ADS_1


"Maaf tuan Joan, kalau boleh kita tahu orang gila tadi siapa ya, kenapa anda bisa tunduk sama dia?" tanya seseorang yang sedari tadi memperhatikan keributan yang ada di sana.


"Apa kalian bilang, orang gila?"


"Kalian itu yang gila, dia adalah tuan Sagara Xavier Xu, atasan saya." lanjut Joan membuat mereka semua kaget.


"Astaga beneran tadi itu tuan Gara, pantesan aja wajahnya tidak asing."


"Ya ampun tuan Gara meskipun berpakaian biasa tetap saja tampan ya."


"Iya, baru kali ini aku bisa liat wajah tuan Gara secara langsung. Wajahnya terlihat semakin tampan dari pada yang ada di foto foto."


Dan bla bla bla....


Mereka semua memuji Gara, terutama para kaum wanita, mereka semua terpesona dengan ketampanan Gara.


"Mampus aku," ucap orang yang tadi berdebat dengan Gara.


Orang itu sudah menebak apa yang nanti akan terjadi dengan perusahaannya. Sudah bisa di pastikan kalau sebentar lagi perusahaannya akan hancur dengan sekali jentikan jari Gara saja.


Mana tadi dia menyebutkan nama perusahaannya lagi, itu malah akan semakin memudahkan Gara untuk menghancurkan perusahaannya.


"Kalian lihat saja nanti apa yang akan tuan Gara berikan kepada kalian setelah apa yang kalian lakukan kepadanya tadi." ucap Joan lagi dengan seringai yang menyeramkan di bibirnya.


Joan berjalan menghampiri pekerja wanita yang tadi melayani Gara.


"Kalau tidak tahu barang itu asli apa KW tidak usah main menyimpulkannya aja, semuanya sudah terjadi jadi kamu siap siap saja nanti apa yang akan kamu dapatkan." ucap Joan mengancam pekerja itu.


Setelah mengatakan itu, Joan langsung pergi masuk ke ruangan yang lebih dalam, Joan akan menemui orang yang mengelola gedung itu untuk melaksanakan perintah tuannya untuk membeli tempat ini.


"Terima nasib saja, banyak banyak berdoa semoga saja tuan Gara tidak memberikan kamu pelajaran." ucap teman pekerja itu.


"Aku tidak tahu lagi nanti harus berbuat apa kalau sampai aku di pecat dari sini, karena di tempat ini adalah sumber pencarianku." balas pekerja wanita itu.


"Aku harus kembali ke perusahaan, aku harus melakukan sesuatu sebelum tuan Gara menghancurkan perusahaanku." ucap orang yang tadi berdebat dengan Gara dan langsung pergi keluar dari gedung itu.


...**...


Tadi saat Gara menelfon Joan, Joan memang sudah berada di dekat tempat kejadian, karena tadi dia hendak pergi ke tempat di mana Gara kecelakaan untuk mencari keberadaan Gara.


Tapi saat dia tapi saat dia tahu kalau Gara ada di sana, Joan langsung pergi ke tempat kejadian tersebut untuk menyelesaikan kekacauan yang ada di sana.


Dalam perjalanan menuju gedung itu, joan lebih dulu membobol cctv yang ada di sana untuk melihat apa yang sudah terjadi pada tuannya, jadi saat di sampai di sana dia sudah tahu bagaimana kronologi masalah yang ada.


...**...


Saat ini Gara membawa mobil Joan menuju mall, dia akan langsung membeli handphone baru dan yang pastinya baju baju yang akan dia gunakan juga selama berada di sana.


Tempat tinggal Gara berbeda kota dengan daerah tempat tinggal Aileen saat ini, jadi Gara harus menyiapkan segala keperluannya saat berada di daerah sini, terutama pakaiannya.


"Gar, ini gak mimpi kan?" tanya paman Joko.


"Mimpi gimana maksud paman?" heran Gara.


"Ini beneran kita naik mobil sebagus ini?" ucap paman Joko menjelaskan.


"Aku kira mimpi apa, iya paman gak mimpi kok bisa naik mobil ini. Kan sudah Gara bilang kalau Gara itu bukan orang gila, Gara itu sebenarnya orang kaya." balas Gara.


"Kamu seriusan, kamu gak becanda kan?" tak percaya paman Joko.

__ADS_1


"Iya paman Gara serius, nanti akan Gara jelaskan siapa Gara yang sebenarnya kepada paman. Tapi paman harus temani Gara belanja dulu ya."


"Emang kamu ada uang?" tanya paman Joko.


"Ada dong, ini." Gara menunjukkan handphonenya.


"Itukan handphone teman kamu tadi, emang kamu tega mau jual handphone itu?"


"Astaga paman, mana ada Gara mau jual handphone ini. Meskipun kita jual handphone ini uangnya nanti juga gak bakal cukup buat Gara belanja." balas Gara tak habis pikir dengan jalan pikiran paman Joko.


"Terus maksud kamu tadi gimana?" tanya paman Joko yang memang tidak mengerti.


"Ya nanti Gara bayar pakai m-banking, kan sekarang semua transaksi bisa lewat handphone." jelas Gara.


"Oh iya paman lupa, maklum paman masih belum pernah pakai."


"Paman tenang saja, nanti akan Gara ajarin paman pakai m-banking." balas Gara.


"Gak usah lah, mau di pakai buat apa juga, orang paman juga setiap hari selalu belanjanya di warung sama pasar." tolak paman Joko.


"Ya gak papa dong biar bisa, siapa tahukan nanti paman bisa jadi orang yang lebih sukses."


"Aamiin." balas paman Joko mengamini doa Gara.


"Nah kita sampai." ucap Gara saat mobil yang dia kendari sudah berbelok ke parkiran mall.


"Ayo paman kita turun." ajak Gara setelah memarkirkan mobilnya.


Saat mereka turun dari mobil, banyak anak buah Gara yang menyambut kedatangan Gara di sana.


" Selamat datang tuan, kami di tugaskan oleh tuan Joan untuk menemani anda belanja." ucap anak buah Gara.


"Hmm, tolong kalian carikan saya handphone baru seperti punya saya yang waktu itu, dan juga tolong carikan pakaian santai untuk saya." perintah Gara agar nanti dia cepat pulang.


"Baik tuan." balas mereka patuh.


"Oh iya satu lagi, tolong belikan motor matic buat saya." tambah Gara.


"Baik tuan." balas mereka dan setelah itu mereka berpencar membagi tugas satu sama lain.


Ada yang membelikan pakai ada juga yang mencarikan handphone dan juga motor. Selain itu juga ada beberapa orang yang tetap stay mengikuti Gara.


"Ayo paman kita masuk." ajak Gara pada paman Joko yang sedari tadi diam saja.


Gara melihat ke arah paman Joko karena paman Joko hanya diam saja.


"Paman, hai paman, paman baik baik aja kan?" tanya Gara khawatir.


"Hah iya, kenapa?" kaget paman Joko.


"Paman kenapa sih, kok malah bengong?" tanya Gara.


"Enggak, paman cuma kaget aja melihat bagiamana sikap kamu kepada mereka tadi." jelas paman Joko.


"Hahaha... Gara kira paman kenapa, udah ayo masuk kita cari pakaian untuk paman, bibi, Aileen dan Fatin." ajak Gara.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mall dengan di ikuti beberapa anak buah Gara. Pertama-tama Gara mencarikan paman Joko pakaian dan keperluan yang lain, dan setelah itu dia mengajak paman Joko untuk membelikan pakaian buat Aileen dan juga bibi Lukah karena memang satu toko.


...***...

__ADS_1


...Hai, hari ini mungkin aku akan nyepam, karena memang aku sudah ketinggalan banyak di awal bulan. ...


...Tetap tungguin author update ya, dan jangan lupa dukungan dan tinggalkan jejak juga😁😁...


__ADS_2