Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#29


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa, Gara dan Fatin pergi terlebih dahulu baru di lanjut Aileen yang pergi bekerja.


Gara baru sampai di depan sekolah Fatin, dan dia langsung mengantarkan Fatin sampai di depan pintu kelasnya.


"Ayah pergi cari uang dulu ya, Fatin jangan nakal ya." ucap Gara berjongkok menyamakan tingginya dengan Fatin.


"Siap ayah, Fatin akan belajar dengan rajin biar menjadi anaknya yang pintar." balas Fatin.


"Pintarnya anak ayah, ayah janji kalau nanti Fatin mendapatkan rangking satu saat kenaikan kelas nanti ayah akan mengajak Fatin jalan jalan dan membelikan hadiah buat Fatin." janji Gara agar Fatin lebih semangat lagi dalam belajar.


"Beneran yah, kalau gitu Fatin mau belajar terus biar Fatin bisa dapat rangking satu lagi." senang Fatin.


"Iya dong, Fatin harus semangat, ya udah gih sana masuk dulu, ayah mau pergi cari uang." suruh Gara karena sepertinya kelas akan di mulai.


"Oke ayah, ayah hati hati ya kalau kerja." balas Fatin.


"Iya sayang, ayah akan selalu mengingat pesan buna sama Fatin untuk selalu hati hati dalam bekerja." balas Gara dengan bibir yang selalu tersenyum sedari tadi.


"Ya sudah ayah pergi dulu ya, assalamualaikum." pamit Gara.


"Waalaikum salam ayah." balas Fatin memandang Gara yang sudah mulai melangkah menjauh darinya.


Saat sudah sampai di pintu gerbang, Gara menengok kebelakang dan mendapati Fatin yang masih setia melihat kepergiannya.


Gara pun melambaikan tangannya pada Fatin dan di sambut lambaian tangan juga sama Fatin.


"Hati hati ayah." teriak Fatin dan di balas acungan jempol oleh Gara.


Gara pun menghilang dari pandangan Fatin, dan Fatin pun memutuskan untuk masuk ke dalam kelasnya karena sebentar lagi bel akan berbunyi.


Sementara ibu ibu yang ada di sana tadi pun mulai membicarakan Fatin lagi, apalagi saat Fatin dengan lantang memanggil Gara dengan sebutan ayah.

__ADS_1


"Ehh emang beneran ya tadi itu ayahnya Fatin?" tanya salah satu ibu ibu yang mengantarkan anaknya sekolah.


"Benar jeng, katanya si Aileen ibunya Fatin itu di grebek sama warga dan di nikahkan paksa sama orang orang kampung karena mereka berdua bertindak mesum di dalam rumah." balasan yang lainnya.


"Wah parah sih, gak kakak gak adik sama saja. Untung saja Aileen belum sampai hamidun seperti kakaknya dulu, kalau iya beuuh bisa heboh lagi desa kita ini." komen yang lainnya lagi.


"Sebaiknya kita harus menjaga anak anak kita lagi agar tidak terlalu dekat dekat dengan Fatin lagi, takutnya nanti malah mereka otaknya di racuni lagi sama Fatin." usul yang lainnya.


"Bener tuh jeng, sebenarnya aku juga takut waktu kemaren anak aku bilang kalau mereka semua sudah berdamai dengan Fatin karena Fatin sudah memiliki ayah."


"Ya Allah ibu ibu, pagi pagi kok sudah ngerumpi seperti ini, emang ibu ibu gak ada pekerja ya di rumah, sampai sampai harus membicarakan kehidupan orang lain." ucap seorang ibu-ibu yang baru datang menghampiri mereka setelah dari ruangan kepala sekolah.


"Ehh ada ibu Inul, ini kita juga mau pulang kok Bu, iya kan ibu ibu." ucap ibu ibu yang mengawali penghibahan tadi.


"Iya benar, kita mau pulang kok." balas yang lainnya.


"Ingat ibu, anak kecil itu tidak ada yang tahu apa yang sudah terjadi dengan kedua orang tuanya, yang mereka tahu hanya main main dan belajar. Coba bayangkan kalau anak kalian yang berada di posisi Fatin, gimana perasaan kalian?" ucap ibu Inul memberikan pengertian pada mereka agar tidak menghina Fatin lagi.


"Ya gak bakal lah Bu, orang kita semua ini juga orang baik baik dan kita juga menikah dulu baru punya anak, bukan punya anak dulu baru menikah." balas seorang ibu ibu yang tak suka dengan apa yang ibu Inul katakan.


Bagi ibu Inul berbicara dengan mereka itu percuma, karena bagi mereka apa yang mereka lihat itu salah ya tetap salah tidak mau lagi di tunjukkan dari sisi yang lainnya.


Ibu Inul itu adalah ibunya Rafa, dia seorang ibu rumah tangga yang sangat baik dan sayang kepada keluarganya.


Meskipun dia istri dari orang kaya, tapi dia tetap melakukan pekerjaan rumah sendiri, hanya kadang saja jika ada pekerjaan yang sangat banyak barulah dia di bantu oleh asisten rumah tangga yang selalu siap saat di memanggilnya.


"Ibu Inul kenapa malah membela si Aileen ya, wah pasti karena anaknya suka sama Fatin kali ya." ucap salah satu dari mereka setelah kepergian ibu Inul.


"Bisa jadi, aduh sayang banget ya, masak Rafa anak ganteng gitu harus dapat Fatin sih, anak haram yang tidak jelas di mana bapaknya." timpal yang lainnya.


"Sudah sudah, ayo kita pulang nanti yang ada malah kita akan terus terusan ngerumpi di sini." lerai salah satu dari mereka mengajak yang lainnya pulang.

__ADS_1


"Iya bener ayo kita pulang," setuju yang lainnya.


Akhirnya rombongan orang orang yang suka ghibahin orang itu pun bubar dan pada pulang ke rumah mereka masing-masing.


...**...


Gara pergi ke hotel tempat yang sudah Joan sewa untuk dirinya memantau perusahaan, di sana sudah ada peralatan lengkap buat Gara.


Mulai dari laptop, printer dan segala printilan peralatan kantor yang lainnya.


Gara mulai membaca email email yang di kirimkan Joan dari ibu kota untuk dirinya, Gara membaca sambil langsung mengerjakan pekerjaannya.


Meskipun dia sudah menyerahkan perusahaan pada Joan, tapi masih tetap ada pekerjaan yang di wakilkan oleh Joan, seperti tanda tangan berkas berkas penting dan yang lainnya.


"Semoga orang itu bisa segera di temukan biar aku bisa segera memberi tahu Aileen siapa aku sebenarnya." monolog Gara saat mengistirahatkan sejenak tubuhnya.


"Mau bagiamana pun juga aku tidak mungkin terus terusan berbohong pada Aileen, nanti yang ada saat Aileen tahu semuanya dia akan sangat kecewa sama aku." lanjutnya.


Setelah merasa staminanya sudah kembali lagi, Gara pun melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan nanti bisa menjemput Fatin saat dia pulang sekolah.


...**...


Sementara itu di tempat Joan, dia lagi menahan seseorang yang berusaha untuk menerobos masuk ke dalam ruangan Gara.


"Minggir kamu Joan, aku mau masuk menemui Gara." ucap seorang wanita yang memaksakan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan Gara.


"Saya gak bohong nona, tuan Gara memang tidak ada di dalam." Joan terus berusaha membawa wanita itu menjauh dari pintu ruangan Gara.


Tapi sepertinya wanita itu tidak kehabisan akal untuk bisa masuk ke dalam sana, dia mengigit tangan Joan hingga membuat Joan melepaskan cekalannya di tangan wanita itu.


"Aah Agnes gila."

__ADS_1


...***...


Siapakah Agnes itu?


__ADS_2