Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#21


__ADS_3

Hari semakin malam, Fatin juga sudah tidur di dalam kamarnya, sedangkan Aileen dan Gara masih berada di ruang tamu.


"Kamu tidak tidur, ini udah malam loh?" tanya Gara karena saat ini sudah jam sepuluh lebih.


"Kamu sendiri?" bukannya menjawab, Aileen malah balik bertanya.


"Iya aku sebentar lagi tidur kok, mending kamu masuk ke kamar ini sudah terlalu malam, besok kamu juga harus bekerja kan." balas Gara.


"Kamu mau tidur di sini?" tanya Aileen.


"Iyalah, emang mau di mana lagi?" balas Gara.


Aileen diam, dia ragu, apakah dia harus menawarkan Gara untuk tidur di kamar bersamanya, atau dia biarkan saja Gara tidur di ruang tamu seperti semalam.


"Kamu kenapa?" tanya Gara karena Aileen diam saja.


"Ah tidak, kalau gitu aku masuk ke kamar dulu." Aileen pun langsung bangkit dan tanpa menoleh dia langsung pergi ke dalam kamarnya.


"Hufft... aku kira tadi mau ngajakin tidur di kamar." gumam Gara sambil mencari posisi tidur yang enak agar besok pagi badannya tidak sakit seperti tadi pagi.


"Gar." saat Gara hendak memejamkan matanya dan sudah menemukan posisi tidur yang lumayan nyaman, tiba tiba Aileen keluar dari kamar dan memanggil Gara.


"Iya kenapa?" tanya Gara menatap Aileen tapi dia tidak merubah posisi tidurnya.


"Eemmm...." Aileen bingung harus gimana harus mulai ngomongnya.


"Kenapa hmm?" tanya Gara lagi bangun dari posisi tidurnya.


"Emmm... kalau kamu mau, kamu bisa kok tidur di kamar aku." ucap Aileen sambil tangannya meremas ujung pakaiannya.


"Lalu kamu tidur di mana?" balas Gara pura pura tidak mengerti apa maksud Aileen.


"Ya, ya aku tidur di kamar juga." jawab Aileen.


"Maksud kamu?" ingin rasanya Gara tertawa melihat tingkah Aileen yang baginya sangatlah lucu.


"Emm... itu maksud aku kita tidur berdua." jelas Aileen menundukkan kepalanya malu.


Gara tersenyum, dia bangkit dan berjalan menghampiri Aileen.


"Kenapa hmm, malu?" tanya Gara sambil tangannya menarik dagu Aileen agar menatap ke arahnya.


Deg.

__ADS_1


Jantung Aileen rasanya berhenti berdetak melihat wajah tampan Gara yang berada tepat di hadapannya.


Gara terlihat semakin tampan saat di lihat dari dekat seperti ini, wajahnya yang putih mulus, di tambah dengan hidung yang mancung dan bulu mata yang lentik membuat Aileen semakin terpesona dengan ketampanan Gara.


"Kenapa aku baru menyadari kalau ternyata Gara setampan ini." batin Aileen terpesona dengan ketampanan Gara.


Tak beda jauh dengan Aileen, Gara pun terpesona dengan kecantikan Aileen yang sangat natural.


Kulitnya yang putih mulus meskipun tanpa ada bedak di wajahnya, bibir yang pink dan cantik, pipi yang tembem, ingin rasanya Gara mengigit pipi Aileen yang kalah di lihat dari dekat sepertinya sangat kenyal.


"Ehem." dehem Gara mengakhiri aksi tatap di antara mereka berdua.


Mereka berdua sama sama salah tingkah, Gara memang aneh. Tadi dia yang meminta Aileen untuk menatapnya, tapi sekarang dia malah jadi ikutan salting.


"Kenapa aku jadi kayak gini sih." gumam Gara dengan suara yang sangat kecil agar tidak di dengar Aileen.


"Kamu ngomong apa?" tanya Aileen karena telinganya samar samar seperti mendengar Gara tengah berbicara.


"Tidak kok, aku tidak ngomong apapun. Mungkin kamu salah denger kali." kilah Gara.


"Eemm... ya sudah ayo kita tidur, udah malam juga." lanjut Gara berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar Aileen untuk menghindari rasa gugupnya saat berhadapan dengan Aileen.


"Ah aku kenapa sih, dia aja biasa aja kok. Oke Aileen kamu harus tenang, jangan sampai kamu terbawa perasaan." ucap Aileen pada dirinya sendiri setelah Gara sudah pergi.


"Kamu yakin mau tidur sama aku?" tanya Gara


Gara takut nanti kalau tiba tiba di tengah malam Aileen malah menendangnya atau paling menakutkan lagi Aileen berteriak dan nanti para warga akan mengira kalau dia sudah berbuat hal yang tidak senonoh pada Aileen.


Ehh, tapikan mereka sudah menikah, jadi bukannya hal itu wajar?


"Iya, tapi nanti kita kasih guling di tengah ya, ingat kamu jangan sentuh aku dan jangan melewati batas guling itu." ucap Aileen sambil menata guling di tengah tengah ranjang.


"Kamu tenang saja, aku tidak bakalan sentuh kamu sebelum nanti waktunya tiba." balas Gara membuat Aileen langsung menatap Gara.


"Maksud kamu?" tanya Aileen sambil memicingkan matanya.


"Tidak ada, udah ayo kita tidur besok aku harus mulai narik ojek." balas Gara dan langsung berbaring di atas ranjang untuk menghindari Aileen.


"Dasar aneh." grutu Aileen dan mengambil tempat tidur di samping Gara yang ada batas bantal guling di tengah tengah mereka berdua.


Aileen memunggungi Gara begitupun dengan Gara yang juga sama memunggungi Aileen.


Satu menit, lima menit, bahkan sampai setengah jam mereka juga belum bisa memejamkan mata.

__ADS_1


Badan Aileen dan Gara sama sama kebas akibat tidak merubah posisi tidurnya sedari tadi.


"Mungkin Aileen sudah tidur, badan aku pegel kalau kayak gini terus." batin Gara.


"Mungkin Gara sudah tidur, badan aku pegel kalau kayak gini terus." batin Aileen sama seperti Gara.


Satu, dua, ti....


Deg.


Mata mereka berdua saling menatap satu sama lain, mereka sama sama malu karena sudah membalikkan tubuh mereka berdua.


"Ka-kamu belum tidur?" tanya Gara gagap dan di balas anggukan oleh Aileen.


"Kamu juga kenapa belum tidur?" balik tanya Aileen.


"Entah." balas Gara.


Mereka sama sama diam dengan pemikiran mereka masing-masing, dengan Gara dan Aileen yang kadang kadang sama sama saling mencuri pandang.


"Aduh aku gugup banget, gimana bisa tidur kalau begini terus." batin Aileen.


"Apa Aileen gak bisa tidur gara gara ada aku ya?" batin Gara bertanya pada dirinya sendiri.


"Em...." mereka berdua sama sama akan membuka suara.


"Kamu dulu saja." Aileen menyuruh Gara agar berbicara duluan.


"Kamu saja." balas Gara menyuruh Aileen yang duluan berbicara.


"Kamu saja." balas Aileen.


"Hufft... apakah kamu gak bisa tidur gara gara ada aku di sini?" tanya Gara menatap Aileen.


"Ti-dak kok, mungkin ini hanya kebetulan saja." balas Aileen bohong.


Mana mungkin Aileen berkata kalau apa yang Gara katakan itu benar, bisa bisa nanti Gara jadi merasa bersalah.


"Ya sudah kamu lanjut tidur saja, biar aku balik posisi." suruh Gara dan mulai membalikkan badannya kembali membelakangi Aileen.


Aileen tak membalas ucapan Gara, dia membiarkan saja Gara dengan posisi membelakanginya meskipun dia tahu pasti Gara sudah mulai kebas tubuhnya, tapi mau bagaimana lagi, Aileen butuh tidur cepat karena besok dia harus pergi bekerja.


...***...

__ADS_1


__ADS_2