
"Lah, kok jadi gini?" cengoh Gara yang mendengar Aileen ingin beli saja semua perlengkapan ketika nanti di kota.
"Kenapa gak suka?" garang Aileen.
"Bukan gitu sayang, ini seperti bukan kamu. Biasanya kan kamu paling perhitungan sama uang, tapi ini kok tidak." balas Gara.
"Ya kan aku dulu gak tahu kalau kami kaya, dan sekarang aku sudah tahu jadi ya harus di manfaatkan lah, buat apa punya suami kaya kalau kita perhitungan sama uang." jelas Aileen.
Bener juga kata istrinya, buat apa banyak uang kalau tidak di habiskan. Ah Gara jadi makin cinta deh sama Aileen.
"Sudah ah, ayo kita pergi." ajak Aileen.
Gara pun menurut saja, mereka pun mulai pergi meninggalkan rumah Aileen. Entah kapan Aileen akan kembali lagi ke rumah itu, kalau tidak nanti ya entah kapan.
...**...
Saat ini Aileen tengah berada di dalam ruangan kerja Gara, sedangkan Gara tengah melakukan meeting dan juga tadi ada ketemuan sama seseorang. Alhasil Aileen jadi sendirian di sana.
"Huh, bosan juga di sini." bosan Aileen.
Aileen mencari kesibukan dengan mulai membuka handphone dan mulai memainkannya, dia melihat berita berita artis yang tengah viral, hingga dia melihat ada foto seseorang yang pernah dia temui.
"Ini kan wanita yang ngaku ngaku jadi wanitanya Gara, oh jadi pekerjaan dia seperti itu, pantas aja sih Gara benci banget kelihatannya sama dia. Emang karma itu pasti ada, lihat saja dia sekarang sudah mendapatkan balasannya." ucap Aileen mengomentari artikel yang memuat berita scandal Agnes.
Sedangkan itu di tempat Gara, dia saat ini tengah berhadapan dengan kedua orang tua Agnes yang tengah marah marah kepada Gara.
"Kamu kok tega sih Gar membiarkan tunangan kamu terlibat berita scandal seperti ini, Agnes tidak mungkin melakukan itu, dia itu anak baik baik." ucap mama Agnes.
"Wah benarkah Tante, tapi udah terlanjur tuh beritanya tersebar. Lagian kalau di hapus juga percuma masyarakat pasti udah tahu semuanya." balasan Gara santai.
"Kamu, Agnes itu tunangan kamu Gar, kamu tidak boleh seperti itu kepada Agnes." ucap pak Aris.
"Tunangan? Sejak kapan aku tunangan sama jal*** seperti itu, maaf ya pak seleraku itu perawan berkelas, bukan jal*** yang suka main sama bapaknya." balas Gara.
__ADS_1
"Jaga bicara kamu ya, anakku bukan jal*** , kamu akan tahu akibatnya nanti karena sudah berani menghina anak ku." marah mama Agnes.
"Tante Tante, Tante itu bodoh banget ya, sampai sampai ada yang main di belakang Tante aja Tante tidak tahu." balas Gara menertawakan kebodohan mama Agnes.
"Apa maksud kamu?" tanya mama Agnes tidak mengerti dengan maksud Gara.
"Tanyakan saja kepada suami Tante." balas Gara menunjuk pak Aris yang ada di samping mama Agnes.
"Pa...."
"Sudah sayang, gak usah dengarkan dia, dia itu pembohong." potong pak Aris sebelum istrinya tahu.
"Gara, pasti kamu kan yang sudah membuat perusahaan saya hampir hancur seperti ini?" tanya pak Aris mengalihkan pembicaraan.
"Belum hancur ya pak, ah sepertinya Joan kerjanya lambat, padahal saya mintanya buat di hancurkan." balas Gara santai.
"Kenapa kamu tega melakukan itu, saya ini sahabat orang tua kamu, orang tua kamu pasti sedih melihat anaknya yang jahat seperti kamu." mendramatisir pak Aris.
"Maaf pak, orang tua saya tidak mempunyai sahabat seperti anda yang suka main sama anaknya." balas Gara.
Pak Aris jadi ketat ketir sekarang karena sepertinya Gara sudah tahu apa yang dia sembunyikan selama ini.
"Apa maksud kamu Gara?" tanya mama Agnes tidak mengerti dengan maksud Gara.
"Buka aja handphone Tante, saya sudah mengirimkannya." balas Gara menyuruh mama Agnes agar membuka handphonenya.
Mama Agnes pun membuka handphone miliknya dan melihat video yang Gara kirimkan kepadanya.
Terdengar dari suara video itu ******* dan lenguhan seseorang yang tengah asik bermain di atas ranjang yang sangat mama Agnes hafal.
"Mama gak nyangka sama kalian, ternyata kalian tega menusuk mama dari belakang. Papa tega menghancurkan masa depan anak papa hanya demi nafsu papa." marah mama Agnes menarik kerah kemeja pak Aris.
"Tahan dulu ma, papa bisa menjelaskan semuanya. Itu semua tidak benar, video itu editan ma." balas pak Aris mengelak bukti yang sudah ada.
__ADS_1
"Editan, mama tidak bodoh pa, mama tahu mana yang editan mana yang asli." balas mama Agnes.
Sudah kepalang malu, pak Aris langsung menarik tangan mama Agnes keluar dari ruangan tempat pertemuannya dengan Gara, entah kemana pak Aris akan membawa istrinya pergi.
"Ikuti mereka, jangan sampai ada masalah lagi." perintah Gara kepada anak buahnya yang setia ada di sampingnya.
Gara pun pergi kembali ke ruangannya untuk melihat keadaan Aileen.
...**...
Sementara itu di tempat Joan, dia tengah menunggu beberapa anak buahnya yang tengah membawa Agnes keluar dari gedung yang selama ini tempat mereka menyekap Agnes.
Gara sudah tidak mau berurusan lagi dengan Agnes sehingga dia menyuruh agar Joan sajalah yang mengambil tindakan kepada Agnes.
"Bawa dia ke kantor polisi, buat dia membusuk di sana, kalau bisa dia harus menjadi budak di dalam tahanan." perintah Joan kepada anak buahnya.
"Baik tuan." balas mereka.
"Jo, lepasin aku Jo, kamu belum puas sudah menyiksa aku di sini, aku gak mau dia penjara Jo." mohon Agnes pada Joan agar memaafkan dirinya.
"Cepat bawa." suruh Joan tak menghiraukan ucapan Agnes yang memohon kepadanya.
"Jo, lepasin aku Jo, aku gak mau di penjara." teriak Agnes meminta pertolongan dari Joan tapi Joan tak menghiraukannya.
Setelah memastikan Agnes sudah aman, Joan pun langsung pergi kembali ke kampung tempat dimana ada anak Dan istrinya yang sudah menunggu dirinya di sana.
Selama ini setelah Agnes di tangkap oleh beberapa anak buah Joan, dia selalu di gilir untuk melayani beberapa pria yang sudah Joan sewa, dan selama itu pula tanpa berhenti hingga membuat Agnes berteriak kesakitan.
Joan tak main main, dia menyewa sepuluh orang sekaligus untuk melayani Agnes, hingga puncaknya saat Agnes pingsan barulah Joan menghentikan penyiksaan itu.
Joan menyuruh dokter untuk mengobati Agnes, dan setelah sembuh Joan langsung melaporkan Agnes atas tindakan pencemaran nama baik dan juga scandal yang Agnes buat.
Joan sudah pastikan kalau Agnes akan mendekam lama di penjara bahkan kalau bisa sampai Agnes membusuk di sana.
__ADS_1
...***...