Kekasihku CEO Gila

Kekasihku CEO Gila
KCG#81


__ADS_3

"Lakukan sekarang, perusahaan itu tidak ada pemimpinnya." perintah seseorang yang berniat jahat ke perusahaan Gara.


"Baik tuan." balas orang yang dia ajak bicara.


Orang suruhannya pun langsung pergi, dan terbitlah senyum bahagia di wajah orang itu.


"Sebentar lagi aku akan mendapatkan banyak uang, dan aku bisa membesarkan perusahaan yang sudah aku bangun dari dulu." Ucapnya dengan nada kesombongan.


"Fokuslah dengan masalah keluargamu biar aku yang menghabiskan uang di perusahaanmu." lanjutnya.


Hahahaha....


Orang itu tertawa dengan lantang karena sebentar lagi dia akan menjadi orang kaya dengan perusahaan besar yang terkenal di mana mana. Dan Gara sebentar lagi akan bangkrut karena tidak pecus memegang perusahaan.


...**...


"Selamat siang pak, ini ada berkas yang harus di tandatangani oleh tuan Joan." ucap salah satu karyawan Gara yang bername tag Haikal.


"Baiklah kamu letakkan di sana biar nanti saya kirimkan ke tuan Joan." balas Riski pengganti Joan selama Joan pergi.


Joan adalah pengganti Gara, sedangkan Riski adalah pengganti Joan. Jadi kalau ada apa apa pasti karyawan yang lainnya akan langsung menghubungi Riski kalau Joan sedang tidak ada di sana.


"Maaf pak, tapi berkas ini harus di tandatangani dengan cepat karena ini sangat penting dan akan di buat rapat sore nanti." balas Haikal menjelaskan kepentingan bekas itu.


"Baiklah saya akan hubungi tuan Joan sekarang." balas Riski.


"Baik pak, kalau gitu saya permisi dulu." pamit Haikal dan pergi dari sana.


Riski mengirimkan pesan untuk Joan, dan Joan menyuruh Riski agar segera datang ke tempat Joan berada karena Joan tidak bisa ke perusahaan.


Joan tahu kalau berkas yang Riski bilang itu sangatlah penting, jadi dia menyuruh Riski untuk datang sendiri ke tempatnya karena dia tidak percaya dengan orang lain, karena berkas itu sangatlah berharga untuk perusahaan.


Riski pun segera bersiap untuk pergi ke tempat Joan, dan meninggalkan perusahaan setelah menitipkannya kepada Haikal karena tadi Haikal yang ada kepentingan dengan berkas itu.

__ADS_1


Setelah kepergian Riski, terbitlah senyuman licik di wajah Haikal. Haikal adalah karyawan baru yang di suruh oleh musuh Gara, Haikal di tugaskan untuk mengambil berkas berkas penting perusahaan dan juga mengelapkan dana perusahaan sebanyak banyaknya.


"Saatnya beraksi." gumam Haikal.


Langkah pertama Haikal adalah mematikan sambungan cctv terlebih dahulu agar tidak ada yang tahu aksinya, dan setelah itu dia diam diam masuk ke dalam ruangan Gara untuk mencari berkas berkas penting perusahaan.


Karena kesulitan mencari berkas berkas yang jumlahnya ada banyak, Haikal pun sampai mengobrak abrik ruangan Gara hingga menjadi kapal pecah.


Tidak ada yang tahu aksi Haikal, karena memang ruangan Gara ada di lantai atas sendiri dan berpisah dengan ruangan karyawan yang lain.


...**...


Semangat itu di tempat Gara, dia masih setia berada di depan rumah Aileen berharap Aileen akan segera membukakan pintu untuknya.


"Siapa?" tanya Gara saat melihat Joan berbalas pesan dengan seseorang.


"Ini Riski bilang kalau ada berkas yang harus tuan tandatangani, dan aku menyuruhnya untuk langsung datang ke sini." jelas Joan memperlihatkan room chatnya kepada Gara.


"Oh." balas Gara bodo amat.


"Apakah ada orang kepercayaanmu yang memantau perusahaan setelah Riski pergi?" tanya Gara karena tiba tiba perasaannya tidak enak.


"Emmm... sepertinya tidak ada, karena hanya Riski yang aku percaya di perusahaan.


Mendengar itu Gara langsung mengambil handphone yang kebetulan tadi dia bawa, Gara langsung membuka cctv yang ada di perusahaan miliknya.


"**1*, sepertinya ada yang main main sama kita." umpat Gara karena mendapati cctv perusahaannya yang mati.


"Ada apa?" tanya Joan serius.


"Cctv perusahaan mati, siapkan pesawat sekarang kita pulang ke sana." perintah Gara membuat Joan segera menjalankan perintah Gara.


Gara membuka cctv tersembunyi yang ada di perusahaannya yang sambungannya terpisah dengan cctv cctv yang lain, dan di sana Gara bisa melihat kalau ada yang tengah menggobrak abrik ruangan kerjanya.

__ADS_1


"S1alan mereka bergerak cepat, ayo cepat kita pergi sebelum perusahaan hancur." ajak Gara berdiri dari duduknya.


"Tapi tuan, gimana dengan...."


"Aileen sayang aku pergi dulu ya, nanti kalau masalah aku sudah selesai aku janji akan datang ke sini dan menjelaskan semuanya sama kamu, aku titip anak kita ya."


Ucapan Joan terpotong oleh Gara yang mengirimkan pesan suara sepertinya kepada nomor Aileen.


Gara dan Joan pun langsung pergi ke dalam mobil, mungkin kalau masalah perusahaan tidak begitu parah Gara akan tetap berada di sana dan menyuruh Joan saja yang kembali ke kota. Tapi ini beda, mereka sudah mulai berani menggobrak abrik ruangannya yang di dalamnya terdapat berkas berkas penting perusahaan, yang kalau sampai berkas itu jatuh ke tangan orang lain bisa membuat perusahaan Gara hancur sehancur hancurnya.


"Suruh anak buah kita datang ke ruanganku." perintah Gara kepada Joan dan langsung di laksanakan oleh Joan.


"Aku sudah mengirimkan video rekaman cctv ke nomormu dan segera kirimkan ke mereka agar mereka mencari orang itu." perintah Gara.


"Baik tuan." balas Joan yang sudah kembali dalam mode kerja.


Mobil melaju dengan kencang menuju bandara, di tangan Gara dia setia memperhatikan seseorang yang tengah mencari sesuatu di dalam ruangannya.


Gara berdoa semoga saja orang itu belum menemukan berkasnya sampai Gara tiba di sana.


"Sayang doa in aku agar aku bisa menyelamatkan perusahaanku." batin Gara.


"Anak papa jaga mama dengan baik ya, papa pergi dulu untuk menyelamatkan masa depan keluarga kita." lanjut Gara dalam hati.


Entah bagaimana nanti kalau sampai dia bangkrut, apa yang akan dia lakukan. Dia belum bisa memperkenalkan siapa dirinya kepada Aileen, tapi saat Aileen tahu perusahaannya malah mendapatkan masalah yang seperti ini.


Apakah ini karma untuk dirinya, kalau iya Gara sangat sangat menyesal karena sudah tidak jujur kepada Aileen.


Sayang aku minta doa kamu agar semuanya berjalan dengan lancar, aku minta maaf sama kamu. Aku janji nanti akan kembali membawa kebahagiaan untuk keluarga kecil kita.


Gara mengirimkan pesan kepada Aileen dan setelah itu mobil sudah sampai di bandara, terpaksa Gara harus mematikan sambungan rekaman cctv yang ada di ruangannya, Gara berharap semoga anak buahnya bergerak dengan cepat sampai di ruangannya.


"Mungkin nanti kalau perusahaanku benaran hancur aku sudah tidak bisa lagi memperkejakan kamu Jo." ucap Gara yang sudah berada di dalam pesawat bersama Joan.

__ADS_1


"Tuan ngomong apa sih, kita akan lewati ini sama sama, kalaupun nanti perusahaan bangkrut, kita akan berjuang membangun perusahaan kembali seperti semula. Saya akan tetap setia kepada anda, apapun yang terjadi." balas Joan.


...***...


__ADS_2