
Aileen dan yang lainnya saat ini berada di kapal pesiar yang baru Gara beli untuk mereka pergi jalan jalan mengelilingi laut dan juga sekalian pergi keluar tengah laut untuk menabur bunga dan juga berdoa untuk bibi Lukah.
Meskipun Gara bilang uangnya menipis, tapi tetap saja Gara akan melakukan apapun untuk bisa membuat Aileen bahagia, termasuk membeli kapal pesiar itu.
Dengan jerih payah yang Gara lakukan, akhirnya Gara bisa membelikan kapal pesiar untuk Aileen.
"Apakah di sini tempatnya?" tanya Aileen kepada Gara karena kapan miliki gara mulai berjalan lambat.
"Sepertinya begitu, karena di sini ada banyak hiu, seperti apa yang kamu ceritakan kalau bibi Lukah di buang menjadi santapan hiu." jawab Gara.
Aileen mulai berjalan menuju tepi kapal beserta yang lainnya, mereka mulai memanjatkan doa dalam hati mereka masing masing.
"Bibi maafkan Aileen yang tidak bisa menolong bibi, maafkan paman Aileen yang sudah jahat sama bibi." ucap Aileen dalam hatinya yang merasa bersalah karena tidak bisa menolong bibi Lukah.
"Sesuai janji Aileen, Aileen datang ke sini bersama suami Aileen dan yang lainnya untuk berdoa buat bibi dan menabur bunga di sini." lanjut Aileen.
Mereka lama berada di sana hingga akhirnya cuaca mulai tidak baik, Gara segera mengajak mereka masuk ke dalam kapal dan menyuruh nahkoda kapal untuk menjalankan kapal pulang ke tempat mereka, karena bahaya kalau mereka ada di tengah laut tapi cuaca sedang tidak mendukung seperti ini.
Sepertinya alam pun tahu kesedihan Aileen, alam ikutan bersedih dan berdoa untuk bibi Lukah, Aileen melihat kebelakang saat kapal milik Gara mulai menjauh dari sana.
Mereka kembali ke darat dan Gara langsung menggajak mereka pergi menaiki pesawat pribadi miliknya untuk pulang ke kampung halaman berziarah ke makan orang tua Aileen dan juga kakak Aileen yang tak lain adalah mantan istri Joan.
"Assalamualaikum kak, bu, pak, maaf Aileen baru bisa datang sekarang." salam Aileen saat baru sampai di hadapan makam orang tuanya dan juga kakaknya.
"Lihat deh Aileen sekarang datangnya rame rame sama Fatin juga, Fatin sekarang sudah besar, hebatkan Aileen bisa besarin Fatin." lanjut Aileen memeluk Fatin di sampingnya.
"Aileen juga membawa suami Aileen, kenalin namanya Gara, dia baik banget sama Aileen dia selalu menjaga Aileen." kali ini Aileen memperkenalkan Gara kepada kedua orang tua dan kakaknya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bu, pak, kak, aku suaminya Aileen, aku janji akan berusaha untuk membuat anak bapak dan ibu bahagia, maaf baru'bisa datang sekarang untuk menemui kalian." ucap Gara di depan gundukan makan orang tua Aileen.
Sekarang giliran Joan, Joan duduk bersimpuh di samping makam Fenny dan di sampingnya ada Arumi yang setia menemani Joan.
"Assalamualaikum Fen, aku minta maaf baru datang sekarang setelah sekian tahun. Seharusnya dulu aku cepat cepat mencari keberadaan kamu, bukannya malah pasrah dengan takdir yang ada."
"Terimakasih sudah melahirkan anak secantik Fatin, aku sudah bertemu dengan dia, aku janji akan menjaga Fatin dengan baik seperti keinginan kamu." ucap Joan di hadapan makan Fenny.
"Aku minta maaf atas semua yang kamu rasakan, kesalahpahaman yang membuat kita berpisah hingga akhirnya kamu pergi untuk selama lamanya. Aku ke sini sama istri baru aku, kenalin namanya Arumi, dia sangat baik dan perhatian sama aku, dia juga bisa menjadi ibu yang baik buat Fatin."
"Kamu di sana yang tenang ya, aku di sini akan menjaga Fatin dengan baik." lanjut Joan.
"Assalamualaikum Fen, lama kita sudah tidak bertemu, terimakasih kami sudah menghadirkan anak secantik Fatin, aku janji akan menjaga Fatin dengan baik. Aku minta doa kamu dari sana, semoga aku bisa bahagia di sini bersama mantan suami kamu." ucap Arumi dalam hati, hanya dalam hati karena dia tidak berani berkata langsung di hadapan banyak orang.
Setelah menghadap makam Fenny, Joan berpindah menghadap makam kedua orang tua Fenny, dia akan meminta maaf kepada kedua orang tua Fenny karena sudah menyakiti perasaan anaknya.
"Maaf atas kesalahan Joan yang membuat hidup Fenny menderita." lanjut Joan dalam hati.
Mereka tahlil bersamaan di makam kedua orang tua dan kakak Aileen, dan setelah selesai mereka langsung kembali pergi ke kota karena di sana mereka sudah tidak ada urusan lagi.
Gara sudah membersihkan rumah paman Joko dan juga Aileen, Gara membuat kedua rumah itu menjadi sebuah kontrakan. Di sana ada orang suruhan Gara yang menjaga kontrakan itu.
Sedangkan toko ibu Maya, tetap berdiri kokoh di tempatnya, di sana juga sudah ada orang kepercayaan ibu Maya yang bertugas mengatur keuangan toko.
Mungkin nanti ibu Maya akan datang ke kali dalam satu bulan untuk mengeceknya saja.
...**...
__ADS_1
Hari pun berganti, Gara menempati janjinya membawa Fatin jalan jalan. Gara mengajak Fatin dan Aileen pergi ke mall, tujuan Gara adalah membawa Fatin kepada Timezone, karena di sana nanti ada banyak permainan yang bisa Fatin mainkan.
Mereka hanya pergi bertiga, karena tadi saat akan berangkat tiba tiba Arumi mengalami pusing yang membuat Arumi dan Joan membatalkan niatnya untuk ikut jalan jalan, alhasil yang ikut jalan jalan hanya Fatin saja.
"Ayah ini gimana cara mainnya?" tanya Fatin di depan mesin capit yang di dalamnya ada banyak Boneka boneka, mulai dari boneka yang berukuran besar sampai yang kecil.
"Sini biar ayah ajarin, Fatin perhatikan ayah ya." Gara mulai menjelaskan gimana cara menjalankan mesin capit itu.
"Awas yah nanti jatuh." teriak Fatin heboh saat Gara mulai mencapit sebuah boneka yang berukuran besar.
"Itu mas besar Bonekanya, aku mau yang itu." teriak Arumi yang melihat ada sebuah boneka panda yang besar.
"Iya sayang sabar, satu satu dulu." balas Gara fokus menatap mesin capit yang ada di depannya.
"Yahhh... jatuh." kesal Gara saat dia sudah berusaha mendapatkan boneka tapi ternyata Bonekanya malah jatuh.
"Ah kamu mah gak bisa, sini biar aku yang main." Aileen menyingkirkan posisi Gara.
Gara pun hanya pasrah di perlakukan seperti itu oleh Gara, sedangkan Fatin heboh saat bunanya mulai mencapit sebuah boneka panda yang Aileen inginkan tadi.
"Ayo Buna, iya itu sudah dapat buna ayo capit." heboh Fatin memberikan semangat kepada Aileen.
Gara greget sendiri melihat Aileen yang sangat lambat menjalankan mesin capitnya.
"Kamu lama, udah sini biar aku saja." Gara menyingkir Aileen dari posisinya berganti dengannya.
...***...
__ADS_1