
"Tidak, itu tidak mungkin, bibi masih ada, itu bukan bibi, hiks hiks." Tangis Aileen setelah melihat isi dari memory yang dia temukan tadi di kamar paman Joko dan bibi Lukah.
Isi dari memory itu terdapat Video yang bibi Lukah buat, di sana bibi Lukah meminta maaf kepada Aileen karena dia tidak bisa mengatakan secara langsung kepada Aileen siapa yang sebenarnya sudah membuat ibu, bapak dan kakak Aileen meninggal.
Bibi Lukah juga pamit kepada Aileen karena dia merasa hidupnya sudah tidak akan lama lagi karena suaminya yaitu paman Joko sepertinya sudah mulai emosi dan sering membentak bentak bibi Lukah dan sering mengancam akan membunuh bibi Lukah.
"Hiks hiks terus sekarang kalau bibi udah gak ada mayat bibi ada di mana?" lanjut Aileen menangis.
"Sabar sayang, nanti aku akan mencoba untuk mencari bibi Lukah, kamu bantu doa saja semoga paman kamu cepat ketemu biar nanti kita bisa bertanya kepada paman kamu di mana bibi Lukah sekarang." ucap Gara menenangkan Aileen.
"Bibi orang baik, bibi sayang sama Aileen sama Fatin, bibi yang selalu ada buat Aileen, bibi sayang sama Aileen hiks hiks." tangis Aileen.
"Udah sayang jangan menangis terus ya, nanti kepala kamu sakit." Gara mencoba menenangkan Aileen tapi itu susah karena sepertinya dia sangat dekat dengan bibi Lukah.
"Sayang, hei sayang." pangil Gara saat kepala Aileen yang ada di dadanya tiba tiba menunduk dan tak lagi terdengar isak tangis Aileen.
"Gar, Aileen kenapa?" tanya Arumi yang melihat Aileen tak sadarkan diri.
"Jo siapkan mobil sekarang, kita bawa Aileen ke rumah sakit." perintah Gara karena Gara sangat menghawatirkan kondisi Aileen.
Aileen sering menangis dalam keadaan hamil, Gara takut nanti akan mempengaruhi perkembangan janjinya.
Gara merasa bersalah karena sudah membuat Aileen stres akhir akhir ini, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Aileen dan calon anaknya, Gara tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
Mereka pun langsung membawa Aileen ke klinik terdekat, sampai di sana Aileen langsung dikirim periksa keadaannya.
"Sabar Gar, lo banyak banyak berdoa saja semoga Aileen tidak kenapa kenapa." ucap Joan menenangkan Gara.
"Ini salah ku Jo, karena aku Aileen sampai seperti ini." balas Gara merasa bersalah.
Ceklek.
Pintu ruangan tempat Aileen di periksa terbuka, ada dokter yang keluar dari sana.
__ADS_1
"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Gara.
"Tenang pak, istri bapak hanya kekurangan cairan saja, saya sarankan agar istri bapak tidak banyak aktifitas dulu sementara waktu, dan juga pola makannya harus di jaga."
"Ibu hamil tidak boleh banyak fikiran pak, jadi bapak harus sebisa mungkin menjaga emosional ibu hamil agar tetap stabil dan tidak banyak pikiran." jelas dokter itu.
"Syukurlah, apakah bayinya kita juga baik baik saja dok?" tanya Gara lagi menanyakan kondisi calon anaknya.
"Kondisi anak bapak sehat, sepertinya dia adalah anak yang kuat, karena meskipun keadaan ibunya drop tapi kondisi bayinya sehat." jawab dokter itu membuat Gara bernafas lega.
"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih dok." balas Gara dan setelah menjelaskan itu dokter pun langsung pergi.
Gara dan yang lainnya pun langsung masuk kedalam ruangan yang di dalamnya ada Aileen yang masih belum sadarkan diri.
"Aku doakan semoga Aileen cepat sehat ya gar, aku sama Joan pamit pulang dulu kasian nanti kalau Fatin nyariin kita." pamit Arumi setelah melihat keadaan Aileen.
"Iya Rumi terimakasih, Jo aku percayakan semuanya kepadamu, dan soal si ular betina itu tolong beri pelajaran buat dia dan buat perusahaan papanya hancur. Dan juga sebarkan scandal yang dia buat." perintah Gara kepada Joan.
"Baik Gar." balas Joan yang sudah memakai mode sahabat sedari tadi.
Joan juga akan menemui anak buahnya untuk menanyakan kabar pencarian Joko.
"Sayang kamu kok tidur terus sih, kamu gak kangen sama aku hmm?" ucap Gara mengajak Aileen berbicara agar Aileen cepat sadar.
"Kamu tahu gak, kamu kalau tidur seperti ini tuh terlihat seperti putri tidur tauk, wajah kamu tetap segar, tidak pucat seperti yang lain." lanjut Gara.
Gara terus mengajak Aileen ngobrol meskipun tak ada respon dari Aileen tapi dia tidak patah semangat agar Aileen cepat sadar.
...**...
"Bibi, bibi Lukah kenapa menangis?" tanya Aileen menghampiri bibi Lukah yang tengah menangis sambil di duduk menatap lautan luas.
"Tubuhku ada di sanalah leen, suami jahatku membuang aku ke tengah lautan menjadi santapan hiu hiu di sana." balas bibi Lukah sambil menunjuk kepada tengah lautan lepas.
__ADS_1
"Bibi yang tenang ya, nanti Aileen akan pergi ke sana ajak suami Aileen dan berdoa di sana agar bibi tenang." balas Aileen.
"Terimakasih leen, kamu harus tetap kuat menghadapi ujian ujian yang akan datang, karena di balik ujian itu ada kebahagiaan yang akan menanti." ucap bibi Lukah menasehati Aileen.
"Iya bi, bibi adalah orang tua kedua buat Aileen, terimakasih karena selama ini sudah membantu Aileen, Aileen akan selalu mendoakan bibi dari sini, bibi yang tenang di sana." balas Aileen.
"Lukah, ayo sini." teriak seseorang memanggil bibi Lukah.
"Ibu, bapak, kakak." ucap Aileen menatap keluarganya yang memanggil bibi Lukah.
"Bibi gabung sama mereka dulu ya leen, kamu baik baik di sana doakan bibi nanti." pamit bibi Lukah kepada Aileen.
"Iya bi, bibi yang tenang di sana sama keluarga Aileen yang lain, tunggu Aileen di sana." balas Aileen.
"Aileen titip salam buat keluarga Aileen, kasih tahu mereka kalau Aileen sebentar lagi akan mempunyai anak." lanjut Aileen menitip salam kepada keluarganya.
"Iya leen nanti akan bibi sampaikan." balas bibi Lukah dan mulai berjalan menjauh dari Aileen menghampiri keluarga Aileen yang ada di atas.
"Dadaa ibu, bapak, kakak dan bibi, doakan Aileen dari sana." ucap perpisahan Aileen dan di balas oleh mereka.
"Hah hah hah." Aileen terbangun dari tidur panjangnya, nafasnya ngos ngosan.
"Sayang kamu sudah bangun, ini minum dulu." ucap Gara senang saat melihat Aileen sudah sadar.
Gara memberikan gelas untuk Aileen minum dan langsung di terima oleh Aileen.
"Aku panggilkan dokter dulu ya untuk memeriksa kamu lagi." ucap Gara dan langsung pergi memanggil dokter.
Aileen diam saja tak lama setelah itu dokter datang bersama Gara dan langsung memeriksa keadaan Aileen.
"Gimana dok?" tanya Gara.
"Keadaannya sudah membaik, untuk sekarang belum boleh pulang dahulu, mungkin besok ibu boleh pulang dari sini." jelas dokter itu setelah memeriksa keadaan Aileen.
__ADS_1
Setelah itu dokter itupun pergi dan tinggallah Gara di sana yang menemani Aileen yang masih diam saja.
...***...