
Sementara itu tepatnya di rumah Aileen, Joan tengah menemani Fatin main boneka di ruang tamu.
"Om, Fatin udah kasih nama Barbie Fatin loh, Om mau tahu gak?" ucap Fatin pamer pada Joan.
"Wah siapa namanya, pasti cantik seperti nama Fatin ya?" balas Joan antusias.
"Iya dong, namanya Rose, gimana cantik kan Om seperti bunga mawar." Fatin menyebutnya nama boneka Barbie miliknya dengan raut wajah yang sangat gembira.
"Wah iya nama yang sangat bagus," balas Joan.
"Om mau minum teh gak?" tanya Fatin pada Joan.
"Mau, emang Fatin bisa membuatnya?" tanya Joan.
"Bisa dong, ini udah jadi." jawab Fatin sambil menunjukkan teko mainan kecil miliknya.
"Hah!" cengoh Joan.
Joan kira Fatin menawarkan minuman beneran kepadanya, ehh taunya malah cuma mainan doang, seharusnya tadi Joan sudah sadar, kan ini dia lagi menemani Fatin main masak masakan sama boneka Barbie jadi ya sudah pasti semuanya hanya boongan saja.
__ADS_1
"Ini om silahkan di minum." ucap Fatin menyodorkan cangkir yang sangat kecil kepada Joan.
Joan pun menerimanya dan pura pura meminum minuman pemberian Fatin.
"Hai Rose, kamu lagi main apa?" Fatin mulai berbicara sendiri dengan bonekanya, sedangkan Joan hanya memperhatikannya saja.
Entah kenapa ada di dekat Fatin membuat hati Joan tenang, rasanya beban hidup yang Joan pikul selama ini hilang saat dia bersama dengan Fatin.
"Rose anak yatim ya, kok sama kayak Fatin sih, tapi bedanya Fatin di tinggal mama saja sedangkan papa Fatin entah pergi ke mana, kamu yang sabar ya Rose Fatin akan selalu menemani Rose kok." ucap Fatin kali ini membuat Joan kembali fokus kepada Fatin dan mendengarkan apa yang Fatin ucapkan semuanya.
"Papa Fatin kemana?" Joan memberantas diri untuk bertanya kepada Fatin karena dia sangat penasaran.
"Tidak tahu Om, kata Buna papa Fatin kerja jauh mencari uang buat Fatin." jawab Fatin tanpa mengalihkan pandangannya dari Boneka Barbie yang tengah dia ganti bajunya.
Pasalnya Joan tidak tahu apa apa tentang status istri tuannya itu, yang dia tahu Gara hanya menikah dengan singel mom.
"Bukan om, kalau Buna Aileen itu Buna bukan mama, kalau mama Fatin itu namanya mama Fenny."
Deg.
__ADS_1
Jantung Joan langsung berdetak dengan kencang mendengar nama mama Fatin yang sama persis seperti nama sang kekasih hatinya.
"Mama Fenny udah meninggal waktu melahirkan Fatin, kata Buna waktu itu mama sama kakek nenek kecelakaan waktu mau berangkat ke rumah sakit." lanjut Fatin.
Fatin memang sudah tahu semuanya beberapa hari yang lalu, Aileen menceraikan semuanya agar Fatin bisa mendoakan mamanya yang sudah berada di surga sana.
"Fa-fatin tahu wajah mama?" tanya Joan gagap.
"Tahu om tahu, Buna pernah melihatkan foto mama sama Fatin." antusias Fatin.
"Om mau lihat?" lanjut Fatin bertanya pada Joan dan langsung mendapatkan anggukan dari Joan.
"Bentar ya Om Fatin ambil dulu foto mama di kamar Buna." pamit Fatin dan langsung berlalu pergi ke kamar Aileen untuk mencari foto almarhum mama Fenny.
"Kenapa nama mereka sama, apakah ini hanya kebetulan saja?" gumam Joan.
"Yah Om kamar mama di kunci, jadi Fatin tidak bisa menunjukkan foto mama sama Om." ucap Fatin setelah kembali dari arah kamar Aileen.
Karena saking penasarannya, Joan mengambil handphone yang ada di saku jas kerjanya dan mencari foto Fenny sang kekasih hatinya dan menunjukkannya pada Fatin.
__ADS_1
"Apakah ini foto mama kamu?" Joan menunjukkan foto Fenny kepada Fatin.
...***...