
Aku berjalan masuk masih dengan pikiranku yang tertuju pada kunci pintu lalu aku menaruh tasku di atas meja.
Ceklek...
Aku segera menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Mataku membola saat melihat pria yang sangat aku rindukan kini berdiri disana.
“Astaga! Jacob!” aku segera berlari dan menghambur kepelukannya saat melihatnya merentangkan tangan. Kami berpelukan erat dan Jacob menghujani wajahku dengan ciumannya.
“Rasanya seperti mimpi! Kenapa kamu ada disini?" Tanyaku penasaran. Besok aku baru akan berangkat ke London tapi dia ada disini sekarang.
“Urusanku di Hongkoh selesai lebih cepat, aku sengaja datang untuk menjemputmu,” ujar Jacob sambil tersenyum lebar. “I miss you,” ucapnya lagi sambil mengecup bibirku.
“Miss you too.” Aku masihbergelayut manja dipelukannya. “Gimana cara kamu masuk kesini? Pasti kamu menyalah gunakan kekuasaan mu lagi ya!” hardikku dengan cepat.
__ADS_1
“Isttt... aku tidak perlu menggunakan kekuasaan ku hanya untuk masuk kesini. Cukup dengan wajah tampan ku saja ibu kos mu itu sudah mau memberikan kunci kamar ini dengan suka rela,” jawabnya dengan sombong.
Pantesan aja tuh nenek lampir tadi ngeliatin aku sampe segitunya. Siapa-siap besok kena nyinyir lagi nih karna Jacob tidur di kamarku malam ini.
“Ibu kos ku pasti naksir kamu tuh, makanya dia mau kasih kuncinya,” ucapku sambil membuat pola-pola tidak jelas di dadanya dengan jariku.
“Kamu cemburu?” tanyanya sambil tersenyum senang.
Kupukul dadanya pelan. “Enggalah, ngapain juga cemburu sama nenek lampir. Emangnya kamu mau sama dia?” dia bergidik ngeri tanda kalo dia menolaknya.
“Honey... buka pintunya. Aku juga mau mandi.” Jacob menggedor pintu.
“Jangan coba-coba membohongiku, aku tau kamu sudah mandi!” teriakku dari dalam kamar mandi. Saat aku pulang tadi dia baru saja keluar dari kamar mandi masih dengan rambut yang basah.
__ADS_1
Dia mendengus, “Menyebalkan,” ucapnya sedikit bergumam tapi masih bisa kudengar karena aku belum beranjak dari balik pintu. Aku tertawa geli membayangkan wajahnya yang saat ini pasti sedang memberengut kesal.
Aku mandi dengan cepat, tidak lupa aku membabat habis bulu pubis dan juga bulu ketiakku. Aku bercermin lalu memastikan semuanya sudah sempurna, barulah aku keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhku.
Aku membuka pintu berjalan keluar dengan seanggun dan seseksi mungkin. Baru saja sampai ketengah ruangan, ku lihat Jacob sedang meringkuk di kasur sambil mendengkur halus. Aku hanya bisa syok saat melihatnya yang terlelap dengan damai begitu.
Aku berjalan mendekat dan kuperhatikan wajah tidurnya. Gurat-gurat lelah terlihat sekali disana dan rasa kesal ku seketika sirna saat melihatnya begitu.
Baiklah, karena bayi besar itu sudah tertidur pulas ... sesuai dengan rencana ku diawal, aku akan membereskan baju-baju dan segala keperluanku untuk di sana selama seminggu ke depan. Aku memasukannya satu persatu pada koper.
Aku merenggangkan tubuhku sambil sesekali menguap, sedikit lagi pekerjaanku selesai. “Semangat Linda, sedikit lagi!” gumamku menyemangati diri sendiri.
Ini barang terakhir yang harus kumasukan. “Akhirnya selesai juga, fyuuh...” aku mensletingkan koperku lalu memasang kunci gemboknya.
__ADS_1
Aku memandang kearah tempat tidur single ku yang sekarang hampir dipenuhi seluruh areanya oleh Jacob. Bagaimana aku bisa tidur? Dia hanya menyisakan sedikit space kosong didekat tembok. Aku menyelinap, menyempilkan tubuh kecilku diantara tubuh Jacob dan juga tembok.