Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Nathaniel Fiennes


__ADS_3

Malam ini aku habiskan dengan setumpuk buku, bukan novel kesukaanku tapi tumpukan buku pelajaran. Sejak sore tadi aku sudah duduk di meja belajarku dan berhadapan dengan laptop. Aku sibuk dengan berbagai tugas kuliahku. Mumpung malam ini aku libur kerja jadi ku putuskan untuk begadang sambil mengerjakan tugas kuliahku yang menumpuk.


Cklek...


Suara pintu yang di buka, ku tolehkan kepalaku melihat ke arah pintu kamar. Siapa lagi kalo bukan Sian, yang berani keluar masuk kamarku seenaknya tanpa mau repot-repot untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kamu yakin tidak mau ikut?" Sejak siang tadi dia terus saja membujukku untuk ikut dengannya pergi ke pesta salah satu teman Stevan. Karena pada dasarnya aku ini mageran anaknya dan betah di rumah jadi kurang begitu tertarik dengan pesta-pesta atau acara sejenis begitu.


"Tidak Sian, kamu lihat tugasku masih banyak," kataku sambil memperlihatkan tumpukan tugasku.


"Kamu tau, banyak pria tampan di sana." Sian masih gigih merayuku supaya mau ikut dengannya.


"Ayolah, aku tau kamu udah selesai. Sudah sejak sore tadi kamu duduk disitu." Aku menggeleng.


"Nikmati masa muda mu, jangan hanya mendekam di kamar seperti ini. Cepat ganti bajumu!"


Sian sungguh gigih, dia menarik tanganku sampai di depan lemari pakaian.


Dengan malas aku membuka lemari memilih baju yang menurutku cocok untuk ku pakai malam ini.


"Kenapa kamu ga pergi sama Thea aja sih," protes ku sambil memakai baju yang baru saja ku pilih.

__ADS_1


"Dia sibuk, aku sudah mengajaknya tadi."


"Aku juga sibuk, tapi kamu tetap memaksa," kataku cemberut.


"Kamu beda sayang, aku takut kamu karatan karena selalu mendekam disini. Masa muda kita hanya kita lewati sekali, mari kita menjalaninya dengan hal yang menyenangkan," katanya membuatku tercengang, dia mengambil alih kotak makeup di tanganku lalu beralih menjadi MUA dadakan untukku.


"Sudah selesai, ayo berangkat!" katanya bersemangat.


...****************...


Suara musik keras menghantam gendang telingaku, di tengah-tengah ruangan pesta, seorang DJ sedang memainkan musik dengan semarak.


"Linda... ayo!" Sian menarik tanganku menuju kursi yang sudah di duduki beberapa orang di sana.


"Oh hai Linda, kamu ikut juga ternyata," kata Steven lagi yang baru menyadari kedatanganku.


"Ya, hai. Pacarmu yang cantik itu terus memaksaku untuk ikut," balasku sambil tersenyum. Sian tertawa.


"Aku tidak mau teman baikku ini karatan di rumah honey," Katanya masih tetap tertawa. Sian awas saja kau.


"Jadi temanmu ini anak rumahan yang baik dan kamu memaksanya keluar begitu." Suara sinis seorang perempuan yang aku tidak kenal.

__ADS_1


"Sudah-sudah, karena kamu sudah disini mari kita bersenang-senang." Steven membuka suara lebih dulu, mencairkan suasana yang hampir rusak gara-gara perempuan berambut ungu itu.


"Oh, aku hampir lupa memperkenalkan kalian pada teman-temanku. Linda kenalkan ini, Genevieve," Tunjuknya pada perempuan berambut ungu yang berbicara sinis tadi, aku sedikit tersenyum untuk formalitas saja. Kenapa aura perempuan itu sejak tadi seperti memusuhi ku, aneh. Aku salah apa padanya, kenal saja baru disini. Apa karena laki-laki tampan di sebelahnya itu yang sejak tadi tidak berhenti menatapku.


"Dan pria tampan yang sejak tadi menatapmu ini adalah Nathaniel Fiennes, hati-hati Neal seorang penakluk wanita," kata Steven sambil tertawa dan di hadiahi pukulan di lengannya oleh Niel.



"Jangan dengarkan dia," Neal menjabat tanganku sambil tersenyum manis sekali. Dengan tampangnya yang seperti ini, aku sih jelas percaya pada Stevan.


"Ini Stevi, Jors, dan Cristian," lanjut Steven lagi memperkenalkan teman-temannya yang lain.


Setelah acara basa basi perkenalan tadi aku mulai mengakrabkan diri pada mereka. Mereka semua orang yang asik kecuali si rambut ungu itu, Genevievi. Sejak tadi pandangannya padaku sudah seperti anjing betina yang anaknya akan ku rebut saja. Apa dia pacar Nathaniel, sejak tadi dia merapatkan tubuhnya pada Niel.


"Membosankan sekali malam ini, bagai mana kalo kita bermain permainan yang biasa kita mainkan. Mumpung ada pendatang baru," kata Genevievi memulai.


"Gen jangan aneh-aneh," itu suara Neal yang menginterupsi.



Perkenalkan Cast baru kita Nathaniel Fiennes, entah kenapa othor lagi suka sama dia makanya ku jadikan saingan Jacob yang baru. hahahaha tertawa nista.

__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!


__ADS_2