
Sian bangkit, lalu membuka baju dan celananya. "Aku udah pakai bikini juga nih, mau ikut berenang ga?" tanya Sian. Ternyata bukan hanya Max yang sudah mempersiapkan diri. Hanya aku saja yang tidak begitu tertarik dengan pesta ini ternyata.
"Tidak terimakasih, aku baca novel aja deh sambil nyantai disini nunggu kalian." Aku mengacungkan novel yang ku bawa, tadinya aku akan membaca di pesawat tapi karena tadi aku malah ikut tertidur seperti Max jadi aku baca disini saja deh.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi cari cowok dulu, biar nanti malam ga tidur sendirian. Kalian sih enak bareng pacar," ucapnya sambil tertawa. Setelah melemparkan ciuman jauh pada kami berdua, Sian meninggalkan kami.
"Aku menyapa tamu yang lain dulu ya. Kamu enjoy ya, nanti aku kembali." Thea juga meninggalkan ku dan Jacob, aku tidak tahu sejak kapan dia meninggalkan kami.
Ngomong-ngomong, aku haus sekali. Sejak tiba tadi aku belum minum apapun. Pramusaji yang sejak tadi berkeluyuran hanya membawa gelas-gelas dengan cairan yang berisikan alkohol saja. Sekalipun dari warnanya terlihat seperti lemonade ataupun jus buah tapi itu semua mengandung alkohol.
Ada satu teko yang berisikan air putih, tapi itu sudah hampir habis. Aku cuma bisa minum seteguk saja.
__ADS_1
Ya, Tuhan! Pesta macam apa ini? Nyari air putih aja susah banget! Kalau tahu begini, tadi aku sekalian buka lapak air mineral deh.
"Mbak, saya minta air putih ada?" tanyaku pada pramusaji yang kebetulan lewat. Dia tersenyum dan menganggu, terus ga kembali sampai bermenit-menit kemudian. Bisa jadi dia amnesia mendadak, atau lagi nimba air dari sumber mata airnya langsung.
Aku memilih memasang earphone, lalu mulai membaca novelku dengan tenang. Suara musik disini sangat kencang dengan irama menghentak, tanpa earphone aku tidak akan bisa menikmati bacaanku.
Aku larut dalam cerita yang sedang ku baca, sampai tiba-tiba seseorang mengagetkanku.
Aku mendorong Sian menjauh, sambil mengangkat novelku tinggi-tinggi takut terkena cipratan air dari rambut Sian. "Sian! Bajuku jadi basah nih!" aku berteriak kesal. "Aku kesini karena kalian memaksa, ingat."
Sian tertawa. "Yang lain mana?"
__ADS_1
"Aku tidak tau, aku pergi ganti baju dulu ya." Aku tidak suka memakai baju setengah basah begini. Sangat tidak nyaman.
Aku menghampiri salah satu penjaga tadi, aku menyebutkan nama lalu menanyakan letak kamarku. Pelayan itu menawarkan diri untuk mengantarku, tapi kasian melihatnya yang sedang sibuk itu aku berinisiatif untuk pergi sendiri saja setelah mendengarkan dengan jelas petunjuk dari pelayanan itu.
Setelah 10 menit berkeliling aku sungguh sangat menyesal tidak menerima tawaran pelayan tadi. Villa ini ternyata sangat luas sekali. Banyak ruangan-ruangan kamar yang di biarkan kosong tapi aku masih belum menemukan kamarku juga.
Akh, sepertinya ini kamarku. Aku masuk dan bergegas mencari tas untuk mengambil baju ganti. Aku mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan kamar ini, besar sekali dan sangat bagus. Ada balkon yang langsung menghadap ke laut juga, aku sangat kagum sekali kamar tamu saja sekeren ini.
Aku berhenti mengagumi kamar ini dan bergegas mengambil baju ganti di tasku yang tersimpan di atas kasur. Aku membuka semua baju luar dan hanya menyisakan ****** ***** dan juga bra saja. Aku mengambil dress pantai sederhana dan baru saja baju itu mencapai leherku, suara pintu yang terbuka sangat mengagetkanku membuat aku terduduk di kasur dengan baju yang baru setengah kupakai.
"Who ... pemandangan bagus." Jacob berdiri di depan pintu kamar mandi, dia baru keluar dari sana. Sekarang dia sedang memandangku dengan tatapan menggoda.
__ADS_1
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!