
Rasanya belum lama mataku terpejam, tapi tubuhku sudah terasa terusik kembali. Aku merasakan seseorang tengah menyes*p punc*k buah dadaku.
" Mmmh...." Suara des*h*n kembali lolos dari bibirku.
" Jacob aku lelah. Biarkan aku tidur sebentar lagi." Mataku rasanya masih sangat perih, aku masih mengantuk dan masih sangat ingin tidur.
"Kau tidur saja honey, aku masih ingin melakukannya sekali lagi."
Bagai mana mungkin aku bisa tidur dengan tubuh yang tersentak begini, dasar Jacob bodoh. aku mengumpatnya dalam hati.
Setelah beberapa bulan tidak bertemu, rasanya dia seperti sedang balas dendam karena lama tidak bisa menyentuh tubuhku. Dia melakukannya tanpa kenal lelah.
Mau tidak mau, aku hanya bisa mendes*h di sepanjang pagi ini.
"Jacob, kau berat. " Setelah berhasil melepaskan kepuasannya dia masih tetap berada di atas tubuhku. Menindih ku dengan tubuhnya yang besar itu.
" Sorry." Dia mencium bibirku kilat, lalu setelahnya berguling ke sebelah tubuhku.
Percintaan setelah pertengkaran itu memang luar biasa, terdapat luapan emosi di dalamnya yang secara alami tersalurkan melalui tindakan nyata.
Karena waktu sudah beranjak siang, jadi kuputuskan untuk mandi saja agar rasa lelah dan kantuk ini berkurang. Melihatku yang beranjak dari kasur, Jacob juga beringsut dari tidurnya dan meminta agar kami mandi bersama. Tapi aku melarangnya, dengan cepat aku masuk ke kamar mandi lalu aku kunci pintu kamar mandinya dari dalam. Karena aku tau kalau aku mengijinkannya ikut masuk ke kamar mandi, aku tidak akan bisa menikmati acara mandiku. Yang ada pasti dia akan menghabisiku lagi nanti. Alhasil dia merajuk padaku sepanjang hari ini. Dasar bayi besar.
***
Saat ini aku baru sampai di rumah Thea, dan tentu saja aku pulang bersama Jacob tadi. Saat ini kami sedang menikmati makan siang, sepanjang hari ini juga Sian meledek kami karena memang sejak datang tadi aku dan Jacob tidak terpisahkan. Kami selalu berdua, kemanapun aku pergi Jacob terus menempel padaku.
"Biarkan Linda pergi Jacob, dia hanya ke dapur untuk mengambil minuman untuk kita," kata Sian jengah karena melihat Jacob yang terlalu lebay ini. Tadi aku memang berinisiatif untuk mengambil makanan dan minuman penutup untuk kami. Aku juga tidak mengerti kenapa dia jadi seperti itu sekarang.
__ADS_1
"Kenapa sikapmu jadi seperti itu sih, menjijikan tau" cibir Noah. Aku baru tahu kalau ternyata Noah itu fans Jacob sejati. Jacob menjadi role model untuknya. Sekarang dia melihat Jacob seperti itu membuatnya sangat frustasi. Kelakuannya berubah 360 derajat. Laki-laki yang dia kagumi sudah berubah menjadi pria bucin alias menjadi budak cinta begitu. Noah sangat tidak menerimanya.
"Kau akan mengerti bagaimana perasaanku saat ini jika bertemu wanita yang tepat untukmu nanti," kata Jacob sambil memandangku penuh cinta.
" Terserahmu sajalah, " jawab Noah jengah.
Kami semua hanya terkekeh melihat mereka berdua. Aku beranjak ke dapur untuk mengambil minuman dan makanan penutup.
Saat aku mengeluarkan makanan dari kulkas, Noah pun muncul.
"Ada apa?" aku berkata masih sambil melanjutkan pekerjaanku.
"Kamu terlihat bahagia sekali," kata Noah sambil mengambil satu kaleng cola dingin.
Apa terlihat jelas di wajahku ya. Setelah semua masalahku dengan Jacob terselesaikan, aku merasa lega. Rasanya batu besar yang selama ini mengganjal di hatiku sudah menghilang. Dan tentu saja aku merasa bahagia sekarang.
"Terimakasih handsome boy, " kataku sambil mencubit pipinya.
" Hey aku sudah dewasa, sudah bukan anak kecil lagi! " katanya protes.
" Lagi pula aku mau membantumu karena malam itu kamu memberikanku makanan, apa namanya mie... Apalah aku lupa namanya. Jadi kita impas aku tidak berhutang budi lagi padamu," lanjutnya lagi sambil berlalu begitu saja. Meninggalkan aku yang masih terperangah dengan jawabannya yang menurutku sangat absurd sekali.
Ting tong... Ting tong...
Sepertinya ada tamu yang datang, pikirku.
Saat aku tiba suasananya menjadi sedikit berbeda dengan tadi, aku merasakan sedikit aura kegelapan.
__ADS_1
" Niel. Steven. Kalian akhirnya datang juga," sambutku dengan ceria. Aku merasakan pria di sebelahku mengeluarkan aura yang mencekam.
Aku menyimpan nampan yang ku bawa dari dapur tadi di atas meja makan. Lalu aku duduk bergabung dengan yang lain.
"Sepertinya kedatanganku kesini sudah tidak ada artinya lagi, kalian sudah berbaikan tanpa aku harus ikut menjelaskannya lagi," kata Neal sambil tertawa. Aku tau dia bercanda. Tapi laki-laki di sampingku ini sepertinya memang sudah tidak menyukai Neal sejak awal, sehingga dia asal bicara.
"Ya. Kehadiranmu disini sungguh sangat tidak penting," gumam Jacob. Aku menyikut lengannya karena merasa tidak enak untuk Neal.
Saat Thea menawarin Stevan dan Neal untuk makan, mereka menolak karena kata Steven sebelum kesini tadi mereka mampir dulu ke sebuah restoran.
Setelahnya Thea mengajak mereka ke kamar yang akan mereka tempati. Thea mengerti situasinya masih sedikit memanas, dan Jacob masih tidak menyukai Neal karena insiden terakhir kali itu.
" Jangan terlalu sinis begitu, walau bagaimanapun Neal itu adalah temanku."
"Linda aku ini laki-laki. Aku tau dia menyimpan perasaan lebih padamu, cara dia melihatmu, sorot matanya berbeda. Aku tau dia masih sangat menyukaimu meskipun dia bilang kalian hanya berteman."
"Seetttt," kataku sambil menyentuh bibirnya dengan jariku. "Aku tidak peduli pada Niel atau pria manapun yang menyukaiku. Laki-laki yang ada dan menguasai hatiku hanya kamu," terang ku, untuk menenangkan hatinya. Jacob memang tipe laki-laki pencemburu. Padahal sedari dulu tipe laki-laki seperti ini yang sangat aku hindari, tapi sekarang aku malah terjerat olehnya.
Aku menoleh ke arah samping, aku lupa kalo masih ada Noah disana. Thea dan Sian pergi mengantar Neal dan Steven, dan bocah itu masih ada disana sambil memasang ekspresi ingin muntah melihat kami barusan.
Jacob hampir saja melemparnya dengan gelas yang sedang dia pegang. Sedangkan aku hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
__ADS_1
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و