
Liburan musim panas kami sudah berakhir, saatnya kembali pada kegiatan kampus lagi.
Di tahun ke kedua ku kuliah disini aku memutuskan untuk bekerja paruh waktu, lumayan kan aku bisa punya tambahan uang saku lagi. Kebetulan di kampusku ada yang namanya Part-Time Job Fair, jadi banyak perusaan yang menawarkan lowongan pekerjaan untuk para mahasiswa yang memang ingin bekerja paruh waktu. Dan aku mengajukan hampir ke semua perusaan, tapi sedihnya tidak ada yang menerimaku, ada sih beberapa yg menerimaku tapi tidak aku ambil karena lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal ku sekarang. Aku mau yang lokasinya masih sekitaran tempat aku tinggal, karena kalo jauh aku harus keluar uang lagi untuk travel perjalanan pulang perginya. Sayang duit dong ya.
Tidak putus asa, aku sampai berkeliling lokasi dekat tempat aku tinggal untuk membagikan CV ke toko-toko atau restoran yang mungkin bisa menerimaku. Tapi aku di tolak juga,mereka bilang aku kurang pengalaman atau staf mereka sudah penuh. Jadi untuk bekerja disini yang paling di utamakan adalah yang sudah punya pengalaman kerja sebelumnya. Sedangkan aku kan belum pernah bekerja sekalipun. Pada akhirnya kampusku membuka lowongan lagi, jadi ini tuh kerja part time on kampus gitu dari Universitas. Pada akhirnya aku melamar kerja jadi Security, aku berpikir ya sudah kerja apa saja deh yang penting kerja dulu, karena untuk jadi kasir di toko aku tidak bisa, karena tidak ada pengalaman. Ada lagi tawaran padaku untuk kerja di bar gitu untuk menyajikan bir, tapi tolak, aku tidak mau.
Teman-temanku bilang kalo aku tidak mungkin bisa, tapi aku tetap ingin mencobanya. Aku anggap ini tantangan untuk diriku, dan untuk mencari pengalaman juga tentu saja.
Aku baru saja selesai interview dan aku diterima. Aku bersyukur, pada akhirnya aku punya pekerjaan juga. Jadi aku bekerja selama 20 jam dalam seminggu, untuk jam kerja nya aku bisa menyesuaikan sesuai jadwal kuliahku.
Karena jadi Security di club, otomatis waktu kerjaku pada malam hari. Tugasku adalah mengamankan orang-orang yang sudah mabuk, rese, memeriksa tiket masuk, bahkan menangkap orang jika ada yang menggunakan narkoba. Aku merasa keren dengan seragam kerjaku, juga memakai alat komunikasi walkie talkie yang di pakai di telinga. Norak banget ya aku hahaha.
__ADS_1
Di hari pertamaku bekerja, aku senang tapi sedikit nervous juga, maklum pengalaman pertama kan ya. Untuk hari pertama, aku kebagian bertugas memeriksa tiket masuk. Sambil memeriksa aku memperhatikan keadaan sekitar sambil mendengarkan team ku berbicara menyebutkan beberapa kode untuk meminta bantuan di saluran radio yang menempel di telingaku ini, aku mendengarkannya dengan seksama. Seru juga ternyata. Aku menyukai pekerjaanku ini.
Di hari-hari berikutnya aku kebagian berjaga berpatroli di beberapa titik di dalam club. Bagian ini agak menegangkan karena aku harus berhadapan dengan orang mabuk yang kebanyakan dari mereka rese dan susah di atur.
" Red, red, hallo." Red adalah kode jika aku butuh bantuan. Aku butuh bantuan karena aku menemukan orang mabuk yang sampai tidak sadarkan diri.
"Oke oke, aku datang," jawab salah satu rekan ku.
Akhirnya orang yang tidak sadarkan diri itu di bawa pergi oleh rekan pria ku.
"Alex, jam kerjaku sudah berakhir. Aku duluan ya!" Aku pamit kepada salah satu rekan ku malam ini.
__ADS_1
...****************...
Saat ini aku berada di ruangan karyawan untuk berganti pakaian, setelah selesai aku bergegas ingin segera pulang dan beristirahat di kamarku tercinta.
Saat aku berjalan di lorong, aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal baru saja keluar dari pintu kamar mandi.
"Peter!" Aku memanggilnya. Dia menoleh ke arahku lalu menyunggingkan sedikit bibirnya, ternyata benar itu dia. Ku lihat raut mukanya sedikit kusut.
"Hai, Linda. Senang bertemu denganmu lagi," sapanya dengan nada lesu.
"Ku lihat kamu tidak senang bertemu denganku, lihat wajahmu kusut, tidak terlihat senang sama sekali," aku menjawabnya dengan sedikit bercanda.
__ADS_1
"Mau temani aku minum?" Aku Terima saja deh ajakannya, mumpung besok aku libur.