Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Drama In The Morning


__ADS_3

Sinar matahari pagi yang masuk melalui celah jendela, membangunkan ku karena silaunya. Mataku mengerjap, lalu perlahan terbuka.


Samar-Samar, dengan masih setengah sadar ku lihat satu sosok laki-laki tampan dengan badan yang kekar memamerkan otot-ototnya, dia berbaring di sebelahku. Ku ulurkan tangan untuk menyentuhnya, kenapa ini terasa nyata sekali.


"Morning!"


Suaranya terdengar sangat nyata di telingaku. Dia mengulurkan tangan untuk menyingkirkan anak rambutku, menyibaknya kebelakang telinga. Aneh, ini sungguh tidak seperti mimpi. Sentuhan kulitnya terasa nyata.


Saat aku masih bergelut dengan pikiranku, aku mendengar suara tawa. Kesadaran ku seolah di paksa berkumpul, lalu setelahnya aku benar-benar sadar.


Aku terduduk lalu ku perhatikan pria di depanku ini. "Peter! kenapa kamu tidak pakai baju!" Dia mengangkat bahu, "Aku biasa tidur seperti ini, aku melepasnya saat kau tidur mungkin." Aku buru-buru memeriksa penampilanku, syukurlah bajuku masih lengkap dan melekat di tubuhku.


Peter terkekeh melihat reaksiku, "Terimakasih karena tidak meninggalkanku."


" Emmm... Semalam aku sudah terlalu lelah, jadi ku putuskan untuk tidur disini," jelas ku padanya.


Peter bangkit dari posisi tidurannya, dia mendekat padaku lalu memegang kedua pipiku. "Aku beruntung bertemu denganmu," katanya. Aku tidak mengerti beruntung macam apa yang dia maksud.


Perlahan ibu jarinya mengusap bibirku dengan sensual. Apa jangan-jangan ada bekas iler di ujung bibirku. Aku menelan ludah gugup. Wajahnya perlahan mendekat, bibir kami sudah akan bersentuhan.


Triiiiing....


Suara dering panggilan masuk dari handphone Peter berbunyi. Dia mengangkatnya. Aku keluar dari tempat tidur dan pergi meninggalkan Peter yang sedang berbicara sengit di telpon.

__ADS_1


Aku masuk ke kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan kepalaku. Setelah lelah bekerja semalaman, mandi sedikit membantu menyegarkan tubuhku yang lelah. Setelah selesai, aku mengenakan handuk kimono yang memang sudah tersedia disini lalu aku membungkus rambutku yang basah dengan handuk.


Aku keluar kamar mandi, lalu melihat muka Peter yang badmood. Dia memandangku dengan wajah serius, apa ada yang aneh dengan penampilanku.


"Linda, kemarilah!"


Ada apa?" Aku berjalan mendekat ke arahnya.


"Duduklah!" Dia menepuk kasur di sebelahnya. Aku menurutinya untuk duduk.


Dia mengambil ponselnya, lalu mengajakku berselfie, "Senyum Linda!" Aku menurut saja padanya. Tersenyum semanis mungkin memperlihatkan sederet gigi putihku. Aku sudah seperti duta Pepsodent saja, pikirku geli.


"Ada apa sih, aneh banget deh," kataku heran dengan tingkahnya sejak tadi.


"Cristy, mantan tunangan ku menelpon. Dia meminta maaf dan memohon padaku agar mau menerimanya kembali."


"Aku bilang tidak, dan berkata padanya kalo aku sudah memiliki kekasih baru."


"Terus....?"


" Dia tidak percaya dengan mudah tentu saja, makanya aku mengajakmu berfoto untuk ku kirimkan padanya sebagai bukti." Dia mengutak-ngatik ponsel nya itu lalu kemudian memperlihatkan foto yang tadi dia ambil. Seorang pria tanpa baju dengan wanita yang masih memakai handuk mandinya di kasur sebuah kamar hotel. Sempurna.


"Terlihat meyakinkan bukan? Eh tunggu, kita ambil 1 foto lagi." Aku hanya mengernyitkan dahi melihat tingkahnya.

__ADS_1


Dia mendekatkan wajahnya, lalu mengecup pipiku.


Klik....


Dia mengambil satu foto lagi.


"Sempurna, yang ini terlihat lebih nyata." Katanya sambil tersenyum.


"Jadi kamu memanfaatkan ku, begitu?" Aku merajuk pura-pura kesal.


"Tidak-tidak, ide konyol ini terlintas dengan spontan di otakku. Setidaknya dengan begini aku tidak terlalu terlihat menyedihkan bukan?"


"Baiklah, untuk kali ini aku tidak keberatan membantumu." Aku mengusap kepalanya pelan seperti sedang menghibur anak kecil.


Setelah drama pagi yang di buat oleh Peter selesai kami bersiap untuk pulang.


Kami pulang setelah memakan sarapan kami dulu tadi, lalu Peter mengantarkan ku sampai ke depan pintu rumah tempat aku tinggal.


"Linda terimakasih, aku berhutang banyak padamu."


"It's oke, tapi nanti kamu harus membayarnya ya." Aku bercanda sambil bersiap turun dari mobilnya. Peter membuat tanda hormat padaku.


__ADS_1


Di saat pagi membuka mata, ada pria ini di sebelah mu. Pasukan halu mari merapat!!! ❀(*´▽`*)❀


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!


__ADS_2