Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Cute Kid


__ADS_3

"OMG! So cute," Aku berkata dengan antusias. "Siapa namanya?" lanjutku lagi sambil tetap memandang anak kecil itu. Sangat imut sekali, duh menggemaskan sekali ya ayahnya eh anaknya. Maksudku ayah dan anak itu sangat menggemaskan. Lol.


"Chese. Ah, aku jadi merindukannya. Sebelumnya aku tidak pernah meninggalkan Chese dalam waktu lama seperti sekarang ini. Kalau bukan karena Jacob--"


Ohoo ... Ohoo ... Itu suara Jacob yang batuk, atau mungkin pura-pura batuk. Aku tidak peduli.


"Anak kalian tampan dan lucu sekali, sangat menggemaskan. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya."


"Kita juga bisa membuat anak yang lebih lucu, kalau kamu mau," gumam Jacob, tapi masih bisa kami dengar. Aku memutar bola mata, tidak menanggapinya.


"Tentu saja tampan, dia kan anakku," Bangga Peter.


"Tapi kenapa kalian baru akan menikah sekarang? sepertinya anak kalian sudah lumayan besar."


"Satu bulan lalu kami baru merayakan ulang tahun Chese yang ke dua." Celetuk Thea.

__ADS_1


"Aku sudah berusaha melamar Thea dari semenjak Chese masih di dalam perutnya. Tapi dia selalu menolakku."


"Saat itu aku belum jatuh cinta padamu. Aku tidak ingin menikah karena terpaksa. Lagi pula saat itu aku tahu kamu sedang dekat dengan beberapa wanita lain. " Thea menjawab dengan telak, membuat Peter salah tingkah.


"Padahal semenjak kejadian itu aku langsung jatuh cinta padamu loh, aku tidak bisa menghilangkan bayangan kita waktu itu. Aku sungguh tidak bisa melupakanmu begitu saja, semenjak kita tidur bersama."


"Bulshit! Jangan percaya dia Thea. Yang tidak bisa dia lupakan itu mungkin rasa tubuhmu," bantah Jacob.


"Ya! Aku sudah tahu itu," jawab Thea cuek.


"Aku masih boleh bertanya lagi kan?" Ada satu hal yang sangat mengganjal di hatiku dan sangat ingin sekali ku tanyakan pada mereka. Bukan tentang Peter dan Thea, melainkan pertanyaan tentang Peter dengan Jacob.


"Emm ... kalian berdua ... sudah berbaikan?" Aku menunjuk pada Jacob dan juga Peter.


Jacob dan Peter, mereka berdua bertukar pandangan.

__ADS_1


Peter memukul paha Jacob keras, membuat Jacob sampai trelonjak. "Kau belum memberitahu Linda?"


Jacob diam, dia hanya mengusap-usap pahanya yang tadi di pukul oleh Peter. Aku mengernyitkan dahi sambil berpikir, memberitahuku tentang apa memangnya?


"Jadi begini Linda!" Peter mengambil nafas sejenak. Aku melihat Jacob yang semula duduk tegak kini membanting punggung kebelakang. Dia duduk bersandar pada kursi, sambil menutup mata.


"Aku sudah memberi tahu Jacob tentang kebohongan kita waktu itu." Deg, tiba-tiba saja hatiku terasa membuncah. "Kau tahu? ... Setelah aku bercerita dia langsung menghajar ku lagi habis-habisan, dia marah karena aku sudah ikut berkomplot membohonginya denganmu." Aku melotot dengan tajam pada Peter. Dasar laki-laki ini, mulutnya ember sekali.


"Jangan marah dulu. Aku memberitahu Jacob juga baru-baru ini. Selama bertahun-tahun mulutku terkunci rapat untuk mu," katanya dengan bangga.


Peter melanjutkan kembali ceritanya. "Aku melihat Jacob melamar Shelby. Meski aku tahu Jacob tidak benar-benar menyukai wanita itu, tapi rasanya hatiku tidak rela jika harus menyaksikan wanita ular itu berhasil menikahi Jacob setelah menghancurkan hubungan kalian dengan kejam." Peter menampilkan ekspresi sedih. "Awalnya aku menceritakan tentang kebohongan kita pada, Thea. Thea yang menyuruhku mengatakan kebenaran ini semua pada Jacob, marahi dia saja!" tunjuk Peter pada Thea.


Thea melotot pada Peter, lalu berpaling melihatku dengan menampilkan senyuman yang di paksakan.


__ADS_1


Di dunia nyata mereka emang keluarga sungguhan, itu istri sama anaknya Peter. Bahkan sekarang istrinya Peter itu lagi hamil anak kedua. Informasi ga penting sih ini sebenernya. Karena othor ga mau patah hati sendirian, jadi othor share deh info ini sama kalian. Hahaha :P


__ADS_2