
Jantungku berdebar kencang sekali. Max menggenggam tanganku lalu membawaku masuk kedalam. Warna lampu remang dengan dekorasi modern yang mewah menjadi pemandangan pertama yang ku lihat. Aku merasa tidak cocok disini. Entahlah, semenjak mengalami kejadian itu, sesuatu yang mewah membuat perasaanku tidak nyaman. Aku merasa tidak cocok berada di dalam sini.
"Duh so sweet-nya... udah kaya mau nyebrang aja nih berpegangan tangan."
Max dan aku sama-sama terkejut mendengar suaranya.
Kapan mereka datang. Terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri, aku sampai tidak menyadari ada orang lain di belakangku.
Seorang wanita berdiri di sebelah kami, dia memakai gaun seksi yang memperlihatkan belahan dadanya yang besar, tertawa lalu menyapa kami. seorang lelaki jangkung berkacamata di belakangnya juga ikut tersenyum.
"Merry! sirik aja nih liat orang pacaran." Max tertawa lalu menyalaminya. Aku ikut menyunggingkan senyum walaupun terasa canggung.
"Merry." Dia menyalamiku. Tangannya hangat dan lembut. Rambutnya bergelombang terurai, cantik sekali.
"Santai sayang, aku bercanda jangan pasang tampang tegang begitu oke." Merry tertawa sambil mengedipkan sebelah mata.
"Malinda." Suaraku terdengar tertahan. Lalu aku berdehem dan mengulang. "Malinda."
"Riky." Ucap laki-laki yang tadi ada di belakang Merry. Dia tersenyum cerah. Dia memakai setelan kemeja santai.
"Malinda." Aku tambah canggung karena dia belum melepaskan genggaman tangannya.
__ADS_1
Merry menepuk tangan Riky. "Eh dosa lo Ky! Bukan muhrim lo, main jamah aja." Gaya Merry mengingatkan aku pada Sian, tapi versi lokal.
"Kali aja dia bosan sama max." Riky nyengir.
Max tertawa, "Sayangnya dia cuma butuh the real gentleman kaya gue." Semua orang tertawa. Hanya aku yang menahan senyum dengan muka yang memerah panas. Max merangkul bahuku sampai kami masuk ke dalam ruangan.
Max menarik kursi untukku, lalu mencium kepalaku setelah aku sudah duduk. Dia memperkenalkanku dengan beberapa orang lain yang sudah duduk di kursi dengan meja bulat besar ini.
Aku tidak bisa langsung menghafal nama mereka satu-satu, yang aku lakukan hanya tersenyum dan menyebutkan namaku berulang-ulang saat ada yang menjabat tanganku.
Semuanya ada sekitar 12 orang, dan yang ku ingat hanya Merry bagian Manager HRD, dan Deby yang mewakili bagian Legal. Merry duduk di seberang ku agak kekiri, sedangkan Deby, dia duduk tepat di sebelah kananku. Dua kursi yang ada tepat di depanku masih kosong, satu kursi di sebelah Max juga masih kosong.
Ish, menyebalkan! Baru saja sampai dia sudah meninggalkanku. Dia keruangan lain yang agak terlindung. Kelihatannya dia sedang mengobrol dengan tiga orang lain di dalam sana.
Aku jadi penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
Pramusaji datang untuk menanyakan tentang minuman yang akan ku pesan. Deby tersedak oleh minumannya sendiri saat mendengar aku menyebutkan air putih.
"Kamu cuma minum air putih?" tanya Deby bingung.
"Pesan aja lagi, jangan malu-malu." Dia tersenyum sambil mengacungkan gelas berkaki dengan cairan berwarna kuning dengan gelembung kecil di dalamnya.
__ADS_1
"Aku sukanya air putih, Mbak." Aku menjawab sambil tersenyum untuk menjaga kesopanan.
"Udah panggil nama aja Lin, kita disini semua panggil nama. Biar lupa umur," kata Deby sambil mengibaskan tangannya dan tertawa.
"Emang kamu sebelumnya ga pernah minum?" tanyanya lagi.
"Dulu pernah coba, tapi aku ga suka rasanya" Dia tertawa mendengar alasanku.
Terakhir aku minum alkohol saat aku masih kuliah dulu. Sejak tinggal disini, kehidupanku kembali normal.
Deby memanggil merry, "Pantesan Max ga pernah mau ikutan kita, ya. Ceweknya lurus banget gini, doyannya air putih man." Mery terbahak.
"Mereka cocok, Linda juga ga pernah ikut tiap kali divisi kami ngadain acara. Anaknya kalem dan ga neko-neko banget," kata Randy berkomentar.
"Beruntung banget tuh bocah. Linda, aku ini jomblo, loh. Sumpah. Kalau Max nakal, sama aku aja ya." Kata Riky yang langsung di lempari serbet oleh Mery, lalu mereka terbahak.
Tahaaaan jangan esmosi dulu guys, abis ini janji deh mereka ketemu. (づ ̄ ³ ̄)づ
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و
__ADS_1