Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Sweet Morning II


__ADS_3

Aku berbalik pergi ke arah tempat tujuanku yang pertama tadi, tapi Jacob malah mengikuti ku lagi.


Aku menambah kecepatan berlari ku tapi dia tetap mengimbanginya.


Ku lirikan mataku ke arahnya, tapi dia malah tersenyum.


Stop! tidak bisa terus seperti ini yang ada aku lelah sendiri. Ku putuskan untuk berhenti berlari.


"Kenapa kamu malah ngikutin aku terus sih, katanya tadi lagi olah raga!" Aku mencak-mencak kesal di hadapannya. Dia malah tertawa geli melihat tingkahku ini.


" Lah ini kan aku memang lagi olah raga, tapi sekarang aku mau olah raganya bareng kamu " Jawabnya dengan tersenyum. Senyum aja teros senyum.


"Sekarepmu saja lah!" Kesal ku lalu kembali berjalan santai lagi meninggalkannya, meskipun pada akhirnya dia tetap bisa mengimbangi langkahku juga. Bodo amat lah aku akan menganggapnya tidak ada saja kalo begitu.


Kini aku, eh ralat tapi kami sedang berjalan sambil menikmati pemandangan indahnya jajaran pohon pinus. Sesekali kami berpapasan dengan orang-orang yang berjoging seperti kami juga.

__ADS_1


Lalu di arah berlawanan, kita berpapasan dengan gerombolan wanita muda yang ku kira usianya seumuran dengan kami, ku hitung jumlahnya ada lima orang.


Mereka berkasak-kusuk tertawa dengan arah pandangan pada kami, ku lihat mereka bermain mata pada Jacob. Saat jarak kami semakin dekat para gadis itu dengan berani berbicara menggoda Jacob.


"Hai tampan, sendirian saja nih?" apa mereka bilang? sendirian! mereka pikir aku mahluk tak kasat mata apa!


Aku menoleh ke arah Jacob yang ada di sebelahku, dia memamerkan senyum terbaiknya. Dasar laki-laki, di hadapan para gadis selalu saja tebar pesona. Aku sedikit kesal melihatnya begitu. Thea bilang dia laki-laki dingin yang jarang tersenyum pada para wanita tapi buktinya apa, Jantan mah dimana-mana juga sama saja, selalu tebar pesona setiap bertemu dengan betina. Gerutu ku dalam hati. Para gadis di depanku makin heboh melihat Jacob membalas tersenyum pada mereka.


Aku muak melihat mereka tebar pesona seperti itu, dasar gadis-gadis genit lihat cowok tampan dan seksi langsung kegatelan, tidak tahu diri, apa mereka tidak melihat ada aku di sebelah laki-laki yang sedang mereka goda ini.


Ku lirik lagi muka Jacob, raut mukanya terlihat seperti kesenangan. Menyebalkan.


"Auuch, aset berhargaku!" Bokongku rasanya sakit sekali.


" Oh sorry,, aku tidak sengaja " Sorry, sorry kepala mu. Aku menggerutu dalam hati.

__ADS_1


Orang yang menabrak ku itu mengulurkan tangan, membantuku untuk berdiri. Ku raih tangannya lalu aku bangkit berdiri sambil mendongak melihat wajahnya.


Waaah, tampan sekali pria yang ada di hadapanku ini. Badannya tinggi tegap, dengan bentuk wajah bak dewa yunani. Wajah tampannya semakin bersinar karena terpaan cahaya matahari pagi yang kebetulan menyorot ke arah wajahnya. Wajahnya berkilauan, hahaha seperti di film-film saja pikirku. Sejenak waktuku terasa berhenti berputar.


"Kamu tidak apa-apa? Apa kau baik-baik saja?" Tanya pria di hadapanku ini membawa kembali kesadaran ku dari keterpesonaan akan wajah tampannya.


"Ah iya,m, aku baik-baik saja," jawabku sambil menepuk-nepuk bokongku membersihkan tanah yang menempel akibat aku terjatuh tadi. Untung saja tadi umpatan kasar tidak keluar dari mulutku.


"Syukurlah kalo begitu, oh iya perkenalkan namaku--"


"Honey, kau tidak apa-apa sayang?" Honey nenek mu! aku makin kesal pada Jacob. Belum sempat aku mendengar siapa nama pria tampan di hadapanku ini, Jacob sudah datang mengacau. Jacob memeriksa seluruh tubuhku, lalu menyampirkan tangannya di pundak ku, dan merapatkan tubuhku padanya.


"Aku baik-baik saja, apaan sih lepasin deh." Aku risih di buatnya dan berusaha melepaskan tangan Jacob dari pundak ku ini, tapi Jacob malah semakin mengeratkan cengkraman tangannya.


"Baiklah kalo begitu, aku duluan ya" Ucap pria tampan tadi yang aku belum tahu namanya siapa, dia berlalu pergi sambil sebelumnya tersenyum padaku. Gara-gara Jacob aku jadi gagal berkenalan dengan pria tampan itu. Aku hanya bisa menatap dengan nanar punggung tegap yang berlalu meninggalkanku itu.

__ADS_1



Cogan saingan Jacob, sayang banget ya Linda belum sempet kenalan tadi jadi kita belum tau deh namanya siapa. (ᗒᗩᗕ)


__ADS_2