Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
This Is Love ?


__ADS_3

Sebelum pergi aku melihat lagi ke arah Jacob, dia juga melihat ke arahku dengan pandangan terkejut. Kena kau play boy cap ayam, aku menangkap basah mu dengan wanita lain. Tunggu dulu, kenapa aku bertingkah seolah kami ini pasangan kekasih dan menangkap basah pasangannya yang selingkuh. Tidak... tidak... aku menggeleng-gelengkan kepala.


"Ada apa?" tanya Sian lagi. Mungkin dia heran melihatku bertingkah aneh. Padahal aku sedang berbicara di dalam batinku.


"Ayo!" ajak ku sambil menarik Sian pergi. Ku lihat wanita tadi mengikuti arah pandangan Jacob yang sedang melihatku, lalu dia menarik tangan Jacob dan mengapitnya dalam pelukannya dengan posesif. Aku hanya mengerutkan keningku melihatnya, lalu pergi meninggalkan pemandangan yang sedikit memuakkan untukku.


Aneh kenapa mood ku tiba-tiba memburuk begini. Rasanya aku sudah tidak bersemangat menjalani hari ini. Yang ku inginkan saat ini hanya kasurku. Ya aku ingin pulang dan bergulung di dalam kasur.


"Kenapa mukamu di tekuk begitu?" kata Sian tiba-tiba mengagetkanku yang sedang berada dalam lamunan, " Ah, aku tau! Kamu pasti cemburu pada wanita yang tadi sedang bersama Jacob kan?" lanjutnya lagi dengan semangat.


"Tidak mungkin. Untuk apa cemburu. Aku bukan kekasihnya!" jawabku dengan sedikit tegas.


"Hey, hey, jangan marah," katanya lagi.


"Aku tidak marah," kataku lagi, rasanya aku berbicara biasa saja deh. Apa aku terlihat marah ya. Pikirku.


"Kamu jangan menyangkalnya, kalian sudah tidur bersama. Terlebih lagi Jacob adalah orang pertama untukmu. Sudah pasti ada sesuatu ikatan yang tidak kamu sadari di antara kalian. Wajar jika kamu tidak senang melihatnya dekat dengan wanita lain," ceramah Sian panjang lebar.


"Benarkah begitu?" aku mulai terpancing dengan perkataan Sian.

__ADS_1


"Jadi apa kau mulai menyukai Jacob?" tanya Sian penasaran.


"Entahlah, aku juga tidak tahu," aku menjawabnya lesu.


"Tapi tadi aku merasa ada perasaan sedikit tidak senang melihatnya dekat dengan wanita lain begitu," lanjut ku lagi.


"Itu namanya cemburu! Tanpa di sadari kamu sudah terjerat olehnya," kata Sian. Benarkah aku cemburu, pikirku.


"Tidak mungkin!" aku menyangkalnya.


"Jantungmu terasa berdetak lebih cepat dan ada perasaan membuncah yang rasanya akan meledak di hatimu?" Tanya Sian, dan aku hanya mengangguk-anggukan kepala. Karena benar sekali yang Sian katakan. Aku merasakan semua itu.


"Kenapa kalian tidak jadian saja sih? ku lihat Jacob juga sepertinya mencintaimu."


"Aku tidak mau punya hubungan yang mengikat dengan laki-laki manapun. Sangat merepotkan, semua tindakanku akan di batasi. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Big no!" kataku sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Tidak semua hubungan seperti itu Linda, kamu harus mencobanya terlebih dahulu." Sian mencoba meyakinkan ku.


"Aku takut patah hati," kataku pelan.

__ADS_1


...****************...


Saat ini aku sudah sampai di perpustakaan, Sian sudah duduk dengan buku yang dia baca. Sementara aku sekarang masih berjalan menyusuri lorong di antara rak buku, aku belum menemukan buku yang akan ku baca.


Aroma kertas buku-buku lama ini memenuhi indra penciumanku, aku sangat suka buku. Dan aku sangat menyukai aroma buku-buku yang berderet rapi ini.


Jemariku saat ini sedang menyentuh barisan buku yang berderet di hadapanku. Rasanya menyenangkan berada di tempat ini, sunyi, hanya ada samar-samar suara kertas yang di balik dari buku yang sedang di baca.


Namun tiba-tiba saja ada sesuatu yang mengagetkanku.


"Astaga!" aku terperanjat.


Aku yang sedang menikmati suasana dan sedang larut dalam pikiranku ini terkejut, tiba-tiba saja ada tangan yang menarik ku lalu menutup mulutku yang akan berteriak ini.




Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!

__ADS_1


__ADS_2