Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Meet Again


__ADS_3

"Astaga, mana sih tuh orang. Lama banget, gue udah laper berat nih." Mery mulai menggerutu.


"Merokok," kata salah satu laki-laki yang saat ini sedang mengelap kacamatanya.


"Merokok? dia pikir gue ga pengen juga apa. Gue lapar sumpah!" Mery berbalik lalu mengedarkan matanya seperti mencari sesuatu.


"Sabar aja dulu, baru juga jam segini," kata Deby sambil matanya tetap melihat kearah ponsel yang ada di tangannya.


Tidak lama kemudian mereka datang.


Max Menghampiriku, "Maaf lama." Max mengecup keningku tepat saat aku melihat orang itu berjalan masuk.


Dia membelalak sebentar sebelum kemudian menguasai diri. Dia berjalan santai ketempat duduknya tepat di depanku. Bangku di sebelahnya masih kosong. Sedangkan bangku di sebelah Max sudah di isi oleh CEO kami, Pak Chandra Wiguna.


Aku tidak sanggup bergerak. Aku hanya menunduk, menatap serbet meja. Aku hanya melihat dari ujung mata. Aku tidak berani mendongak. Aku tidak berani menatapnya, menatap Max, atau siapapun yang ada disini.


"Linda?" Max berbisik.


Aku berpaling pada Mak.


"Kamu baik-baik aja?" tanya Max sambil menggemgam tanganku. Aku mengangguk meskipun dalam hati sudah dag dig dug takaruan.


Lima tahun, sudah lima tahun ini kami tidak bertemu.


Pak Chandra berdiri.

__ADS_1


"Ladies and gentleman, saya perkenalkan Mr Jacob Lautner. Pemilik sekaligus pimpinan baru Jardin Matheson Group, yang merupakan induk dari perusahaan kita."


Jacob berdiri. Dia menyalami kami satu persatu, memperkenalkan dirinya dengan ramah. Sepertinya dia ini tipe pimpinan yang bisa membaur dan akrab dengan para anak buahnya.


Kini tiba giliran ku. Jacob mengulurkan tangannya. Sumpah, aku tidak berani mendongak.


"Malinda." Ucapnya, sebelum aku menyebutkan namaku sendiri.


Aku mendongak menatap matanya. Mukanya terlihat datar, tidak ada senyum tapi tidak terlihat marah. Ekspresinya biasa saja.


Hanya aku yang tegang, hanya aku yang berdebar, hanya aku yang merindukannya....


Dia sudah berhasil move on dan melupakanku. Kenapa aku harus terus memikirkan orang yang sudah tidak memikirkan ku sama sekali. Bodohnya aku selama ini. Sekarang aku juga sudah memiliki Max di sisiku. Baiklah, aku juga harus menunjukan padanya kalau aku juga hidup dengan baik sama sepertinya.


Kami semua kembali duduk.


Dia masih menatapku.


Seorang wanita datang tergopoh-gopoh.


"Sorry all, barusan aku dari toilet dulu. Sepertinya aku ketinggalan sesi perkenalan ini," katanya sambil tersenyum salah tingkah. "Ah iya, aku asisten pribadi Mr Jacob. Thea Jayne."


Thea duduk di kursi kosong yang berada di sebelah Jacob. Matanya membelalak saat melihatku.


Aku melambaikan tangan padanya sambil tersenyum. "Hai..."

__ADS_1


"Oh My God! Linda! Kamu disini. Sudah lama sekali. I miss you," katanya dengan antusias.


Aku tersenyum melihat Thea yang kaget begitu.


"I miss you too."


Semenjak lulus, Thea sibuk dengan pekerjaan barunya. Aku jarang berkomunikasi dengannya. Tidak seperti Sian yang setiap akhir tahun akan datang. Aku dengan Thea sudah lama sekali tidak bertemu.


"Ah, anda mengenal Malinda rupanya. Dia salah satu yang di andalkan dalam divisi keuangan kami," Kata Pak Chandra sambil tertawa.


"Ya begitulah, kami satu kampus dulu dan sempat tinggal di rumah yang sama." Thea menjawab sambil melirik pada Jacob.


"Wah keren, ternyata Linda lulusan universitas di Inggris. Aku baru tau," kata Mery dengan antusias.


Pa Chandra mengangguk-angguk, "Baguslah kalau begitu. Ah, gimana kalau satu minggu ke depan Linda yang akan membantu Mr Jacob dan Mrs Thea selama ada disini? Karena Mrs Thea dan Linda sudah saling mengenal jadi bisa lebih leluasa kalau ada sesuatu yang ingin di tanyakan. Bagaimana?"


"Aku setuju," Jawab Thea cepat.


Aku tersenyum hambar. "Ah, baiklah."


Menurut informasi yang ku dengar sebelumnya, mereka disini hanya untuk satu minggu saja. Satu minggu yang akan datang, semoga aku bisa menjalaninya dengan baik. Semangat Linda.


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و

__ADS_1


__ADS_2