
" Kamu mengagetkanku, " kataku sambil mengusap dada. " Aku kelaparan dan sekarang sedang membuat mie. Kamu mau ? Aku masih memiliki 2 bungkus lagi jika kamu menginginkannya? " Dia melengos begitu saja tanpa menjawab pertanyaan ku. Dia pergi membuka kulkas, mengambil air minum lalu meletakkannya di meja bar di sebelahku. Lalu dia kembali lagi menuju kulkas yang, seperti sedang mencari sesuatu.
Aku melanjutkan menuangkan bumbu pada mie ku yang sudah ada di piring, lalu mengaduknya. Seketika aromanya memenuhi ruangan ini, hem harum sekali.
" Apa itu? " katanya penasaran, pasti wangi aroma mie goreng ini sudah menggugah seleranya.
" Mie goreng, kamu mau ? " Padahal tadi aku sudah menjelaskannya tapi tidak dia gubris, terpaksa aku menjelaskannya ulang. Sebagai tamu yang baik aku tidak boleh marah pada tuan rumah. Pria muda ini sejak awal bertemu denganku, entahlah seperti ada pandangan menyelidik di matanya dan tidak suka padaku. Bicaranya juga hemat dan sedikit dingin, persis seperti Jacob saat dulu aku pertama kali mengenalnya. Aku jadi tambah merindukannya, sabar ya hati sebentar lagi kita pasti akan bertemu dengannya.
Noah mendekat dan melihat piring di hadapanku dengan seksama. Sepertinya dia menginginkannya. Ribet deh tinggal bilang mau saja susah sekali, batinku.
" Baiklah karena kau memaksa aku mau mie itu, " katanya yang membuatku tercengang. Sejak kapan aku memaksanya coba. Kalo mau ya tinggal bilang saja mau.
Aku menyodorkan mie yang sudah siap di santap ini ke hadapannya. " Makanlah, aku akan memasak satu lagi untukku. " Dia mengambilnya. Lalu aku memulai lagi proses pembuatan mie goreng baru untuk diriku sendiri.
Aku melihat ke arah Noah yang saat ini sedang menikmati makanan di hadapannya. Sekali lagi aku di buat tercengang oleh kelakuannya, baru kali ini aku melihat seseorang yang makan indomie menggunakan pisau dan garpu.
Indomie naik kelas, karena di makan secara elegan. Aku jadi ingin tertawa melihatnya.
Aku duduk di hadapannya, menyantap mie goreng milikku. Kulihat makanan di piringnya sudah tinggal separuh.
__ADS_1
" Enak tidak? " kataku penasaran dengan komentarnya.
" Hem ... Lumayan " katanya masih fokus pada makanan di hadapannya. Aku hanya mengangguk-anggukan kepala. Lumayan tapi sudah mau habis, mau bilang enak saja gengsi dia sepertinya.
" Apa itu terlalu pedas untukmu ? " kataku yang melihatnya sedikit kepedasan dan sudah akan menghabiskan air di gelasnya.
" Sedikit pedas tapi aku masih bisa menghandle-nya "
Susah sekali ingin berbicara akrab dengannya, sejak tadi hanya aku terus yang bertanya. Dia hanya menjawab dengan singkat padat dan jelas.
Dia bangkit berdiri membawa piringnya yang sudah kosong ke dalam wastafel, lalu duduk kembali di hadapanku.
" Ya, Sama-sama " aku menjawabnya singkat kali ini karena sibuk dengan makanan di depanku.
Noah masih belum beranjak, dia masih duduk diam sambil memperhatikanku.
" Ada apa? " kataku yang risih di pandang seperti itu.
" Apa kamu benar-benar gadis yang Jacob cintai ? Penampilanmu biasa saja, tidak terlalu cantik , terlalu banyak bicara dan tidak elegan sama sekali. "
__ADS_1
Seketika aku menghentikan kegiatan menyeruput mie di piringku ini, mie nya seperti tersangkut di mulutku.
Ribuan anak panah terasa menghunus jantungku. Kata-katanya itu membuat aku tertohok. Astaga anak itu, kejam sekali. Bicaranya terlalu jujur.
" Aku heran kenapa Jacob bisa menyukaimu begitu, " katanya lagi. Sekalinya berbicara panjang lebar, kata-katanya itu membuat aku senewen.
" Aku memeletnya, makanya dia suka padaku, " jawabku asal karena kesal dengannya.
" Apa itu memelet ? " katanya heran.
" Kamu cari tau saja sendiri ya adik kecil. Aku sudah selesai makan, aku pergi duluan " kataku cepat setelah meneguk air minum di gelas ku terlebih dahulu.
Berbicara dengannya membuat mood ku jadi buruk. Belum pernah di gampar pake sendal jepit tuh pasti mulutnya. Kejam sekali mengatai aku jelek di depan mukaku sendiri. Mulutnya itu terlalu blak-blakan.
Aku pergi beranjak dari hadapannya begitu saja, tanpa mencuci piring bekas kami makan tadi. Memang kurang sopan, tapi bagai mana lagi, dari pada aku mengamuk membuat keributan dan berbicara penuh emosi disini.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
__ADS_1
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan harap bersabar ya untuk menunggu part selanjutnya, othor usahakan untuk up setiap hari ko. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و