
"Baiklah..., ayo!" Aku menerima ajakan Peter, tak apalah menemaninya sebentar.
Akhirnya aku ikut duduk di kursi yang memang sudah di tempati oleh Peter itu. Kami berada dia bagian kursi VIP. Aku tidak melihat jejak orang lain disini, hanya ada satu gelas dengan beberapa botol minuman di meja.
"Kamu sendirian?" aku bertanya untuk memastikan.
"Ya..., Sebenarnya agak sedikit memalukan untuk di ceritakan. Tapi aku kesini memang sengaja datang sendiri. Aku berencana untuk banyak minum sampai aku bisa melupakan wanita yang akan ku nikahi, tapi ternyata dia mengkhianati ku. Dia tidur dengan sahabat baik ku."
"O... Ow... Drama sekali hidupmu." Peter terkekeh mendengar komentarku.
"Kamu benar, aku juga merasa begitu," jawabnya nanar.
"Jangan bersedih, masih banyak wanita di dunia ini oke." Aku memberinya sedikit motivasi. Gayaku sudah seperti motivator saja. Aku tertawa dalam hati.
"Aku hanya kecewa pada mereka, bisa-bisa nya mereka mengkhianati ku begitu."
"Aku tidak habis pikir, kesalahan apa yang telah aku buat sehingga dia berpaling dariku," curhatnya lagi.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa memuaskan nya maybe," cengirku sambil bicara nyeleneh.
"Kamu meremehkan ku, mau mencobanya hem?" dia menggodaku sambil sedikit terkekeh. Peter menuangkan minumannya ke gelas, lalu menenggaknya habis.
"Mau?" tawarnya padaku, sambil mengacungkan botol minumannya.
"Tidak, tidak, aku tidak bisa minum." Aku takut tidak bisa berjalan pulang kalo menenggak minuman itu.
"Payah, minum satu gelas saja oke. Temani aku." Dia memaksa, menyodorkan gelas nya padaku.
Dengan terpaksa akhirnya aku ambil juga, lalu meminumnya. Tenggorokanku rasanya panas terbakar. Akh, tidak enak.
"Aku bekerja disini, part time. Aku jadi Security," jawabku dengan tersenyum bangga.
"Hahaha, benarkah. Tapi kau tidak cocok, Kau terlalu cantik untuk jadi Security disini."
Obrolan kami menjadi panjang dan semakin akrab, kami membicarakan apa pun yang menurut kami menarik. Aku baru tau kalo ternyata dia sudah berumur 35 tahun. Wow, sudah matang ternyata. Ku pikir usianya masih di bawah 30 tahunan karena tidak terlihat sama sekali dia sudah berumur.
__ADS_1
"Peter ayo kita pulang, kamu sudah terlalu banyak minum." Pada akhirnya lelaki itu mulai mabuk juga, setelah menghabiskan beberapa botol minumannya.
"Aku tidak mau pulang, wanita ular itu ada disana sedang menungguku." Dia sudah meracau tidak jelas.
"Hey, kamu akan di usir oleh Security jika sampai tidak sadarkan diri disini." Aku jadi tidak tega jika harus meninggalkannya.
"Ah kamu benar, sebagai Security di tempat ini kamu harus membantuku." Dia berbicara dengan mata yang setengah terbuka.
"Bantu aku keluar dari sini." Dia mengulurkan tangannya minta di papah.
"Baiklah-baiklah, ayo bangun!" Aku menarik tangannya lalu memapahnya keluar.
"Linda antarkan aku kesana, aku tidak mau pulang." Dia menunjuk hotel yang ada di sebelah club.
Akhirnya aku membawa Peter kesana meski dengan langkah terseok-seok. Asal kalian tau dia berat sekali, bayangkan aku yang mungil ini harus memapahnya begitu. Keningku sampai sudah mengeluarkan butiran keringat karena lelah.
Setelah sampai di hotel aku memesan satu kamar, lalu meminta bantuan Room Boys untuk membantuku memapahnya. Peter yang berpostur besar ini sangat berat, aku sudah tidak kuat jika harus membawanya sendiri. Kini kami memapahnya berdua sampai ke kamar. Lalu Room Boys tadi meninggalkan kami setelah aku memberinya sedikit tips, uang yang ku ambil dari dompet Peter tentu saja. Aku tidak mau rugi kalo harus pake uang punyaku sendiri.
__ADS_1
Rasanya aku juga sudah tidak sanggup untuk berjalan pulang, badanku lelah sekali setelah memapah Peter yang berbadan besar seperti beruang itu sendirian. Setelah membenarkan posisi tidur Peter dan membuka sepatunya, aku juga ikut merebahkan diri di sampingnya. Masa bodoh lah, aku juga tidur disini saja. Aku tidak sanggup kalo harus berjalan lagi.