
"Lihat ini! " Dia menyodorkan ponsel keluaran terbaru miliknya.
Aku mengambil ponselnya itu, ku lihat sebuah video yang saat ini sedang di putar. Ada aku disana. Itu video semalam saat aku dan Jacob berada di dalam jacuzzi. Terlihat sepasang manusia yang sedang bercumbu. Dan benar, itu adalah aku dan juga Jacob.
Shelby merebut kembali ponsel miliknya.
"Cukup. Nanti aku tag ke instagram pribadimu versi lengkapnya kalau kamu memang tertarik untuk menonton lebih lanjut," katanya sambil menertawaiku.
Wajahku seketika memerah, emosiku tiba-tiba naik, rasanya aku sangat ingin memaki wanita di hadapanku ku ini.
"Shelby kau mengintip kami! Kau gila! Jangan macam-macam! " geramku.
"Tinggalkan Jacob, atau aku akan menghancurkan kalian berdua melalui video ini!" ancam Shelby.
Aku mengepalkan tangan dengat kuat, kuku-kukuku rasanya sampai menancap pada telapak tanganku.
"Aku akan menuntut mu karena sudah mengambil video itu diam-diam, " desisku.
"Silahkan saja, biar kita hancur sama-sama sekalian! Beasiswa mu akan di cabut karena skandal ini. Dan Jacob dia pasti akan kehilangan segalanya. Posisinya sebagai kepala keluarga dan pewaris generasi selanjutnya Marques of Kent, juga posisinya di perusahaan pasti akan terdampak juga." Shelby berbicara sambil berjalan mengelilingiku. "Tinggalkan Jacob, kembali ke asalmu dan hiduplah dengan damai!"
__ADS_1
Entah kenapa rasanya aku tidak bisa berkata-kata lagi. Aku marah, kesal, sedih, semua rasa itu berkecamuk dalam dadaku. Rasa ketakutan sudah pasti tergambar jelas di wajahku saat ini.
"Pikirkan baik-baik, beri tahu aku pilihanmu malam ini! " katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku yang kini hanya berdiri mematung. Ekspresi wajah wanita itu terlihat puas sekali.
Setelah Shelby benar-benar pergi, akhirnya tubuhku bisa di gerakan kembali. Aku menjatuhkan tubuhku ke atas kasur. Tidak kupedulikan lagi pakaianku yang tadi hendak kubereskan itu.
Malinda bodoh, nafsu sudah membutakan akal sehatku. Kenapa aku tidak bisa menolak Jacob semalam, kenapa aku membiarkan semua ini terjadi. Sekarang semua itu menjadi bumerang bagi kami.
Apa yang harus aku lakukan, berpikirlah Linda berpikir.
Tok ... Tok ... Tok...
Aku berjalan untuk membuka pintu dengan gontai. Ternyata seorang pelayan yang datang, dia memberi hormat sebelum berbicara padaku.
"Selamat pagi nona Malinda, saat ini anda di tunggu oleh Nyonya Isabella di ruangannya. Mari ikut saya," ajak pelayan itu. Isabella adalah nama nenek Jacob. Ada apa lagi sekarang. Kepalaku tambah mumet jadinya.
Sekarang aku berdiri di depan pintu kamar nene Jacob, rasanya sangat berat sekali untuk memasukinya.
"Silahkan nona, nyonya sudah menunggu di dalam, " kata pelayan itu. Aku menelan ludah dengan gugup.
__ADS_1
Tok, tok, tok.
Pelayan itu mengetuk pintu lalu membukanya tanpa menunggu di persilahkan dari dalam.
Aku melangkah masuk dengan berat hati.
Ruangan yang besar dan indah ini berubah jadi terlihat mencekam di pandanganku.
Di tambah lagi ternyata Shelby berada disini juga, dia duduk di samping Isabella.
"Kemarilah Linda," kata suara tua seorang wanita yang sedang duduk sambil menikmati teh di hadapannya.
"Kalau begitu, nenek aku pamit undur diri dulu," Shelby pamit, dia memandang ke arahku sekilas sambil menyunggingkan senyuman licik nya.
Pasti wanita licik itu sudah berbicara yang bukan-bukan tentangku.
"Linda aku tidak akan berbasa basi, aku akan langsung berbicara pada intinya saja." Isabella, wanita tua itu berbicara sambil meletakkan cangkir teh di tangannya dengan elegan.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
__ADS_1
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و