Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Peter, King Of Drama!


__ADS_3

Hampir semua orang kini memandang kearah ku. Ada sorot mata kagum, ada sorot mata meremehkan, tapi yang paling banyak sih tatapan tajam dari para wanita yang mungkin iri padaku. Padahal aku kan cuma cewek biasa yang sedang berusaha move on. Kebetulan takdir membuat aku terlibat masalah dan drama mengerikan dengan cowok-cowok itu.


Sebelum Peter sampai di hadapanku, ada suara seseorang yang memanggil namanya.


"Mr Centineo!" Itu suara Pak Chandra yang memanggil Peter. Dia berjalan tergopoh-gopoh, lalu menyalami Peter. "Mohon maaf kami tidak menyambut kedatangan anda. Kami tidak tau anda akan datang."


Sekarang semua orang sedang memperhatikan Peter dan juga Pak Chandra yang sedang mengobrol. Mungkin mereka penasaran dengan identitas Peter.


Perlahan aku menarik diri dari kerumunan, aku mundur lalu masuk kedalam lift yang kebetulan pintunya baru saja terbuka. Segera ku tekan tombol closed dan nomor lantai tujuanku.


Sekarang aku sedang terduduk lesu di kursi kerjaku yang sementara ini.


Aku berharap Tuhan tidak akan mempermainkan takdirku lagi kali ini. Setiap kali aku bertemu Peter selalu saja ada drama yang terjadi. Kali ini akan ada drama apa lagi? Aku menghirup udara dengan rakus. Pertanyaan dalam benakku sejak tadi adalah, kenapa Peter ada disini sekarang? Ini agak sedikit janggal untukku.


Ah, orang yang sejak tadi ada di pikiranku sudah datang rupanya.


Aku bangkit berdiri. "Hai," sapa Thea padaku sambil melambaikan tangan. Aku balas melambaikan tangan sambil berkata 'Hai' juga meski tanpa suara.


Peter tidak langsung duduk, dia berjalan ke arahku.

__ADS_1


"Malinda! Aku merindukanmu. Kenapa tadi kamu tiba-tiba menghilang?" tanyanya sambil merentangkan tangan lalu memelukku erat sekali.


Aku menepuk-nepuk punggungnya pelan. "Aku tidak suka jadi pusat perhatian, kamu tidak lihat apa semua mata menatapmu tadi," keluhku pada Peter. Dia masih memelukku dengan erat sambil menggoyangkan badan kami ke kiri dan ke kanan.


"Hentikan itu Peter!" desis Jacob. "Kau membuatnya sesak," lanjutnya sambil menarik paksa tangan Peter yang masih membelit tubuhku.


"Who ... who ... Santai bro!" Peter terkekeh, "Masih saja cemburuan," katanya sambil tertawa.


"Linda. Lama tidak bertemu, sekarang kamu terlihat semakin matang dan mempesona. Ah! Semakin **** juga." Peter tersenyum menggoda sambil menatapku intens.


Ehem... Itu suara Thea.


"Tentu saja kamu tetap yang terseksi bagiku?" kata Peter sambil mengecup kening Thea.


Aku mengernyitkan dahi melihat mereka berdua. Aku melihat ke arah Jacob, tapi Jacob mengangkat bahu.


"Kamu heran ya?" kekeh Thea. Thea menarik tanganku, "Ayo kita mengobrol sambil duduk. Kemarin kita belum selesai bercerita. "


Aku duduk bersebelahan dengan Thea, Thea memegang tanganku. " Linda. Aku dan Peter akan menikah." Thea memamerkan jari tangannya yang di lingkari cincin dengan satu mata berlian tunggal yang cukup besar. Senyuman cerah merekah indah di wajahnya.

__ADS_1


Aku menutup mulut dengan tangan, saking syoknya. "Kalian akan menikah?" Aku mengulangi kata-kata Thea. Bukannya aku tidak senang mendengar kabar ini. Hanya saja ini sangat mengejutkan untukku. Thea yang sedikit pendiam itu, bagaimana bisa dengan Peter.


Thea mengangguk, "Ceritanya sangat panjang sekali, Linda. Oh iya kami bahkan sudah memiliki satu anak laki-laki." Dia diam sejenak, "Tanya saja apapun yang ingin kamu ketahui tentang kami, soalnya aku bingung harus menjelaskannya mulai dari mana," Cengir Thea.


"Aku senang kalian akan menikah tapi aku sangat penasaran. Bagaimana bisa kalian? ... "


"Sebenarnya terjadi sedikit kecelakaan di antara kami. Waktu itu kita berdua mabuk dan terjadilah proses pembuatan anak kami." Itu Peter yang menjelaskan. Dia bercerita sambil senyum-senyum.


"Lihat ini?" Thea memperlihatkan ponselnya, disana terpampang foto Peter dengan anak kecil yang sangat lucu sekali. Anak kecil itu baru selesai mandi dan masih memakai handuk sambil di gendong oleh Peter.




OMG!! Lama ga ketemu, Peter sekarang udah jadi hot daddy ternyata.


Di chapter ini terjadi patah hati masal buat kubunya Peter.


Kabuuur akh takut di demo... Jangan sambit othor ya para reader tercintaku. wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2