Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Jealousy


__ADS_3

Mobil Peter pergi dan aku masuk ke dalam rumah yang entah kenapa terasa sepi. Pergi kemana orang-orang, pikirku.


Sian kau dimana ? ( Linda)


Aku mengirimkan pesan pada Sian untuk mengetahui posisinya. Tidak menunggu waktu lama, ponselku sudah berbunyi kembali.


Aku tidur di rumah Stevan semalam, nanti sore aku pulang.


Ada apa ?


Kau merindukanku? Haha ( Sian)


Tidak ada, baiklah selamat bersenang-senang! ( Linda)


Kau juga ( Sian)


Sian tidak ada di rumah, baiklah akhir pekan ini aku akan habiskan dengan membaca novel saja deh.


Ku putuskan untuk mengambil camilan dan membuat kopi dulu untuk menemani waktu membaca ku siang ini.


Aku membuka kulkas lalu mengambil beberapa kue simpanan ku lalu membuat air panas untuk menyeduh kopi.


Aku berjinjit untuk mengambil kopi yang ada di lemari dapur bagian atas, sebelum tanganku menyentuhnya ada tangan besar yang meraihnya terlebih dahulu.


Nafasku tertahan, aku tau siapa orang yang ada di belakang punggungku ini.


Aku membalikan tubuhku dengan perlahan, sekarang Jacob sudah berdiri menjulang di hadapanku.

__ADS_1


"Siapa laki-laki yang mengantarmu tadi?" Jacob bertanya dengan raut muka yang sudah tidak enak. Dia akan menginterogasi ku sepertinya.


"Siapapun dia, bukan urusanmu oke," jawabku dengan sedikit senyum.


Dia kembali mendekat, dan mulai mengurungku dengan tangannya. Aku berada di antara meja dapur dan tubuhnya.


"Jacob minggir," dia tidak bergeming. Posisi ini, sungguh tidak menguntungkan bagiku.


"Semalam kamu tidak pulang! Kamu tidur dengannya?!" Api kemarahan terlihat di bola matanya yang menyorot tajam.


"Iya..., Ah tidak tidak tidak...." Aku bingung menjelaskannya.


Semalam, aku kan memang tidur satu ranjang dengannya. Tapi, ya hanya tidur kan. Benar-benar tidur, lalu memejamkan mata yang kami lakukan. Bukan tidur dengan maksud lain.


"Aku--"


Dia melepaskan bibirku yang sudah terasa membengkak ini, lalu menyatukan kening kami, dengan nafas yang masih menderu terengah-engah.


"Apa ciumannya lebih hebat dariku?"


"Jacob kami ti--" Belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku dia sudah menyambar kembali bibirku. Aku kan mau bilang kalo aku tidak menciumnya, tepatnya belum sempat. Karena panggilan telpon mantan tunangannya itu menginterupsi kami.


Dia tidak mendengar penjelasan ku. Seolah menulikan pendengarannya.


Ciumannya mulai lembut tidak sebrutal tadi, kali ini dia melakukannya dengan tempo yang slowly. Aku terbawa suasana yang kemudian membalas pa*gutan bibirnya. Dia mendudukkan ku di atas meja dapur, lalu mencabut kabel teko listrik yang tadi ku nyalakan untuk memanaskan air karena akan membuat kopi.


"Aku akan menghapus jejak laki-laki yang telah menyentuhmu," katanya seduktif.

__ADS_1


"Aku dan dia--"


Auuuch....


Aku tidak bisa melanjutkan perkataanku karena sibuk mendesah, kini Jacob sedang menjelajah setiap area leher dan dadaku.


"Jacob tolong jangan lakukan disini." Aku takut kepergok teman-temanku yang lain.


Dia mengangkat tubuhku lalu membawaku dalam gendongannya. Aku hanya bisa mengalungkan tanganku pada lehernya karena takut terjatuh. Setelahnya dia membawaku dalam gendongannya menuju kamarku.


Penyatuan kami yang ke dua pun terjadi. Kali ini kamarku yang menjadi saksi bisu pergulatan panas kami ini. Aku kembali terjatuh dalam pesonanya dan tidak bisa menolak kenikmatan yang dia tawarkan.


Ternyata benar, kalo *** itu bikin kecanduan. Untuk kalian yang belum pernah melakukannya, tolong jangan pernah mencobanya. Jangan mencontoh perbuatan ku yang salah ini oke!. Terutama untuk kalian yang masih di bawah umur.


Jacob benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan tadi, katanya dia mau menghapus jejak pria lain di tubuhku. Mangkanya dia mencumbu seluruh bagian tubuhku tanpa terkecuali, dan kini setiap bagian tubuhku memiliki tanda merah yang sengaja dia buat. Katanya itu tanda kepemilikan supaya kalo ada pria lain yang akan menyentuhku mereka bisa melihat tanda itu.


Akhir pekan yang akan aku habiskan dengan membaca novel favoritku kini gagal terlaksana.


Karena ada pria yang cemburu buta yang pada akhirnya menghabisi ku seharian ini.



Jacob yang belum mencukur brewoknya, gemesin juga ya bund!!


≧﹏≦


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!

__ADS_1


__ADS_2