Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Pink Lipstik


__ADS_3

Jacob memaksakan kehendak gilanya, aku tidak boleh tinggal diam.


Jeduugh...


"Auch... oh...," Jacob meringis sambil memandang ke arahku dengan tatapan mengiba.


Aku menendang aset berharganya. Rasakan, siapa suruh memaksaku begitu. Otakku masih waras ya.


"Upsh... sorry...," kataku dengan nada tidak bersalah.


"Kamu kejam sekali, kamu membuat aset berharga untuk kelangsungan penerus masa depan kita terancam punah, Linda. " Katanya masih tetap meringis sambil memegangi area selangkangannya.


"Maaf, tapi ini satu-satunya cara untuk membawa kesadaran mu kembali Jacob. Tidak ada cara lain!" Kali ini aku mulai merasa sedikit iba dengannya yang sejak tadi meringis kesakitan.


"Maafkan aku ya," Kataku berbicara membungkuk sambil mengusap aset berharganya itu. Jacob kesenangan dengan perlakuan ku itu sampai dia memejamkan matanya.


"Minggir...," kataku setelahnya.


"Tidak di lanjutkan?" katanya dengan nada manja karena aku berhenti mengelusnya.


"Tidak! Minggir!" aku berkata dengan tegas kali ini. Akhirnya dia menyingkir juga, membiarkanku pergi.


Aku berjalan menuju Sian yang sedang duduk sambil membaca di meja yang memang tersedia di sana.


Jacob ikut berjalan, dia mengekoriku dari belakang.


"Woo... Jacob sejak kapan kamu ada disini? Tadi ku lihat kamu masih di sana, " kata Sian sambil menunjuk ke arah tempat Jacob berkumpul dengan teman-temannya tadi.

__ADS_1


Jacob hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Sian.


Aku duduk di sebelah Sian dan Jacob berada di hadapan kami.


"Kamu berantakan sekali," kata Sian sambil merapikan rambutku dan mengusap ujung bibirku.


Aku memandang ke arah Jacob sang pelaku yang membuatku berantakan begini. Di tatap sengit olehku begitu dia pura-pura tidak melihatku dan malah memandang ke arah lain.


Sian merogoh tasnya, "Linda lipstik mu sudah hilang, pakai ini" katanya sambil memberikanku lipstik miliknya.


"Jacob kamu...," Sian mendekat ke arah Jacob.


"Apa?" kata Jacob yang merasa heran di perhatikan sebegitu nya oleh Sian.


"Ini...," Sian menunjuk ke arah bibir Jacob. Membuat aku melihat ke arah yang sama juga jadinya. Sementara Jacob masih tidak sadar dengan maksud Sian.


Sian mengeluarkan cermin kecil dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Jacob.


"Lihat wajahmu," kata Sian sambil tertawa.


"Sejak kapan kamu memakai lipstik pink begitu?" katanya lagi sambil menutup mulutnya, karena tawa kencangnya hampir meledak.


Kalo posisi kami saat ini bukan di perpustakaan, pasti tawa menyebalkannya itu sudah menggelegar sejak tadi.


"Ah ini...." Jacob menghapus jejak lipstik itu sambil melirik ke arahku sesekali. Aku memelototinya kesal. Setelah ini Sian pasti meledekku habis-habisan.


Tidak lama kemudian Thea datang menghampiri kami. Dia heran melihat Sian dengan muka geli nya, sementara aku dan Jacob memasang muka canggung dan gugup.

__ADS_1


"Hai guys. Maaf, aku sedikit terlambat. Tadi Mr. Tomas menyuruhku membantunya sebentar," kata Thea sambil mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Jacob.


"Hai Jacob, kamu disini juga," lanjut Thea lagi.


"Akh... ya... hai...," Jawab Jacob masih dengan gugup.


"Kenapa suasana nya terasa canggung begini ya?" kata Thea lagi sambil melihat kami.


Baru saja ku lihat Sian akan membuka mulutnya, terlebih dahulu ku tendang kakinya yang ada di bawah meja tidak lupa ku pelototi juga dia.


"Ayo kita langsung pergi saja kalo begitu," kataku membuka suara duluan.


"Jacob kamu mau ikut?"


Kenapa Sian malah mengajaknya sih.


"Hei, ini acara para wanita, " Aku protes, lalu mendelik ke arah Sian.


"Aku tidak ikut, masih ada kelas yang harus aku ikuti," kata Jacob sambil tersenyum memandangku.


"Baiklah kalau begitu, kami duluan ya."


Akhirnya kami bertiga keluar juga dari perpustakaan ini.


Sepanjang perjalanan Sian terus saja tertawa meledekku, dan pada akhirnya Thea juga jadi mengetahui kejadian memalukan tadi. Dasar Sian, dia bermulut ember. Jadilah hari ini aku menjadi bulan-bulanan mereka. Menyebalkan, rutukku.


__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!


__ADS_2