Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
It Hurts II


__ADS_3

Akhirnya aku berbicara dengan tenang, dan menceritakan semua masalahku pada Peter.


"Dasar anak muda," komentarnya.


"Tutup mulutmu! jangan dulu berkomentar. Biarkan aku menyelesaikan ceritaku dulu."


"Oke, oke, lanjutkan!" kata Peter sambil mengangkat tangannya.


Aku melanjutkan lagi ceritaku dan mengatakan semua rencana yang ada di otakku ini.


"TIDAK! Kau akan menyakitinya Linda" Sergahnya cepat saat ku utarakan semua rencana gilaku ini padanya.


"Tidak ada cara lain Peter, dia tidak akan melepaskan ku begitu saja." ucapku dengan putus asa.


"Apa kamu benar-benar yakin akan meninggalkannya? Tapi caramu ini akan membuat kalian berdua terluka. Ini terlalu kejam untuknya," kata Peter mencoba membuatku berubah pikiran.


"Aku tidak mau egois, ini jalan terbaik untuk kami. Aku tidak mau mengacaukan hidupnya. Dan kamu sebelumnya sudah berjanji akan menolongku bukan?"


Perlahan air mataku jatuh, "aku tidak memiliki cara lain Peter," ucapku sambil menangis sesenggukan. Pertahananku runtuh, aku tidak bisa menahan air mata ini untuk tidak keluar.

__ADS_1


Peter mendekat, dia memelukku dengan erat mencoba menenangkan ku. Tangisan ku semakin kencang, aku menumpahkan segala kesedihanku di dalam pelukannya.


Saat tangisanku mulai mereda, aku mendengar suara langkah kaki dan suara Jacob yang memanggil namaku.


"Peter ku mohon bantu aku... "


Aku mendorong Peter sehingga dia terlentang di sofa yang sedang kami duduki. Lalu aku menciumnya tanpa aba-aba. Awalnya Peter kaget, lalu kemudian dia memagut bibirku. Akhirnya dia membalas ciumanku. Ada rasa asin yang ku cecap saat kami berciuman. Rupanya air mataku terjatuh di sela-sela ciuman kami. Ciuman ini rasanya sangat perih membuat hatiku seakan tersayat-sayat. Aku membuat laki-laki yang sangat aku cintai terluka. Aku melihat dari sudut mataku, saat ini Jacob sedang berdiri mematung menyaksikan aku dan Peter yang sedang saling memagut.


"BRENGSEK! " Jacob beringsut dari keterkejutannya, lalu mendekati kami sambil melempar sebuah amplop coklat yang isinya seketika itu berhamburan di dekat kakiku, itu foto-foto ku dengan Peter yang tadi di perlihatkan oleh Isabella. Dia menarik lenganku dengan kasar, memisahkan aku dengan Peter. Lalu dia melayangkan tinjunya pada Peter dengan sekuat tenaga. Aku menjerit. Mencoba memisahkan mereka. Aku takut Peter terluka parah karena dari tadi dia diam tidak melawan saat Jacob terus menerus menghajarnya.


"Jacob hentikan, Peter bisa mati kalau kau tidak berhenti memukulnya," kataku sambil memeluk Jacob dari belakang.


Jacob berhenti, lalu menghempaskan aku agar menjauh darinya.


Setelah kepergiannya aku langsung terduduk di lantai sambil menangis pilu.


Peter bangkit, lalu duduk dengan nafas terengah. Dia mengusap darah di sudut bibirnya.


"Rencanamu sudah berhasil, sekarang dia sudah terluka dan pastinya membenci kita," kata Peter lirih.

__ADS_1


"Maafkan aku Peter, aku melibatkan mu dan membuatmu jadi terluka begini," kataku masih dengan sedikit isakan.


Aku mengambil kotak P3K yang tersedia di nakas. Lalu beringsut mendekati Peter. Aku mencoba mengobatinya sebisaku.


"Luka di wajahku ini tidak seberapa di bandingkan dengan luka di hatinya," kata Peter sambil menatapku. Kata-kata Peter membuat rasa bersalah ku semakin besar, hatiku semakin perih mengingatnya.


Aku tau caraku ini sangat salah, tapi aku tidak bisa memikirkan cara lain lagi.


Aku pun saat ini sangat terluka. Kisah cintaku yang pertama ini berakhir dengan akhir yang sangat menyedihkan.


****


Beberapa bulan telah berlalu.


Terkadang aku masih menangisi perpisahan kami yang tragis itu. Aku merasa sangat jahat sekali melakukan itu pada Jacob. Tapi apa daya, aku tidak mempunyai pilihan lain. Aku berusaha melanjutkan hidupku dengan Normal, tapi aku tetap tidak bisa lepas dari bayang-bayangnya di ingatanku. Meski teman-temanku yang lain sering menghiburku, di saat aku sedang sendirian begini bayangan wajahnya yang menatapku dengan sedih waktu itu akan selalu terlintas di kepalaku. Malam ini aku terbangun dari tidurku karena memimpikannya lagi. Sore tadi aku tidak sengaja mendengar Thea yang sedang bercerita pada Sian kalau Jacob sudah bertunangan dengan Shelby. Hatiku perih tapi ini yang aku pilih. Jadi aku hanya bisa menangis dalam diam. Syukurlah dia bisa melanjutkan hidupnya tanpa aku ternyata.


Hei, bukankah ini yang aku inginkan. Hidup single, bebas, tanpa ada yang mengatur. Aku menghapus air mataku sambil tersenyum kecut. Semangat Linda. Dunia belum berakhir. Masih banyak orang yang menyayangiku. Masih ada keluarga yang menantikan aku pulang dengan keberhasilan. Jika aku terpuruk begini terus, pendidikanku disini akan terganggu. Sekarang semua sudah kembali berjalan pada tempatnya dengan benar. Kata-kata itu selalu ku ucapkan dalam hati, mencoba menghibur diri sendiri. Egois memang.


__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و


__ADS_2