
" Kau--" Clara tidak meneruskan kata-katanya, dia terlihat akan meledak.
" Apa ? " kataku menantangnya. Biarlah keributan ini terjadi, aku sudah tidak peduli dengan image baik di depan kelurga Jacob. Toh dia sudah bersama wanita lain. Aku butuh sesuatu untuk menyalurkan emosiku, kebetulan ada Clara yang bisa ku ajak ribut.
Sayangnya semua itu tidak terjadi, salah satu wanita yang berdiri di sebelahnya menarik tangan Clara, membawanya pergi menjauhi kami.
Sekali lagi aku melihat ke arah Jacob, pandangan kami bertemu. Dia juga sedang memandang ke arahku dengan tatapan yang menyeramkan. Sepertinya dia marah dan tidak suka karena aku sedang bersama Peter. Biar saja, aku tidak peduli lagi. Aku akan mengurungkan niatku yang akan meminta maaf dan memintanya kembali padaku.
Aku melihat ke arah kedua temanku dengan pandangan sedih.
" Dia sudah melupakanku, " kataku merajuk pada mereka.
Thea terlihat membuka mulutnya dan akan mengatakan sesuatu, tapi Peter menginterupsi kami.
" Girls, aku akan menculik temanmu sebentar ya. " Setelahnya Peter menarik tanganku tanpa menunggu persetujuanku terlebih dahulu. Aku tidak tahu dia akan membawaku kemana, aku hanya bisa pasrah. Karena aku sudah tidak punya gairah dan semangat lagi untuk melewati pesta ini.
" Guys, perkenalkan kekasih baruku. Malinda. " katanya bangga. Peter membawaku pada sekumpulan pria yang ku tebak adalah teman-teman satu circlenya. Aku hanya bisa mengumbar senyum palsuku pada semua orang yang ku temui sejak tadi.
__ADS_1
"Wow, selama ini kamu menyembunyikan wanita cantik di belakang kami ternyata, " kata salah satu temannya.
" Tentu saja gadis cantik seperti ini harus dia sembunyikan, kalo tidak ingin ada yang merebutnya lagi. " Salah satu teman Peter menyindir, apa sahabat yang pernah Peter ceritakan berselingkuh dengan Clara dulu itu salah satu pria disini. Aku melihat ke arah satu pria yang wajahnya mengeras, lalu dengan cepat dia merubahnya lagi dengan tampang ramah dan tersenyum padaku. Sepertinya benar pria itu, aku tidak membalas senyumannya. Setelah mengobrol sebentar Peter membawaku lagi kearah lain.
Tunggu dulu, kenapa kami mengarah ke perkumpulan orang-orang itu. Aku tidak mau kesana, disana ada Jacob dengan keluarganya. Baru saja aku akan berbalik arah, tapi suara lembut seorang wanita sudah menginterupsi kami.
" Peter ... Siapa gadis cantik yang kau gandeng ini nak? " tanya suara lembut itu. Aku sudah tidak bisa pergi dari sini, mau tidak mau aku harus menghadapinya.
" Dia kekasih baruku mom, " kata Peter pada ibunya. Aku hanya bisa tersenyum seramah mungkin.
Selanjutnya Peter memperkenalkan aku pada anggota kelurganya yang lain termasuk pada Abigail ibu Jacob juga.
" Aku sudah senang saat melihatmu dengan Thea tadi, ku pikir aku akan memiliki menantu cantik ini tapi sayang kamu sudah punya kekasih ternyata," kata-katanya ambigu sekali membuat aku melongo di buatnya.
Lalu aku berkenalan juga dengan seorang wanita yang sudah terlihat berumur, fitur wajahnya terlihat sangat tegas dan terkesan galak untukku. Tersenyum sekilas padaku, lalu kembali lagi ke wajah kakunya. Kalian tahu, ekspresinya wajahnya itu sangat datar sekali. kalau kalian ingin tahu bagaimana rupanya, kalian bisa membayangkan wajah ratu Elizabeth yang serius itu.
"Jangan tegang, nenekku memang seperti itu, " bisik Peter padaku. Tidak tahu saja, aku lebih tegang sekarang karena berhadapan dengan Jacob dan seorang wanita cantik yang masih setia mengapit tangannya.
__ADS_1
Ternyata keluarga Jacob ramah-ramah, tidak seburuk yang aku bayangkan dulu. Bodohnya akau karena menolaknya waktu itu.
" Hai bro. " Peter memeluk Jacob dan mengadukan pundak mereka. Memberi salam antar lelaki.
" Aku tidak perlu memperkenalkan kalian lagi bukan?" kekeh Peter sambil tertawa.
"Benarkah, kalian sudah saling mengenal. Kebetulan sekali, " katanya wanita di sebelah Jacob dengan antusias.
" Iya, kami, di kampus yang sama, dan kebetulan menempati rumah yang sama juga," kataku sedikit gugup dan berusaha ramah. Aku hanya bisa mengumbar senyum palsu padanya, karena bagaimanapun juga hatiku menabuh genderang perang saat melihat wanita ini. Aku melirik wajah Jacob sekilas, sejak tadi dia tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun.
" Oh iya, aku Kimberly. Sepupu ke dua laki-laki tampan di hadapanmu ini, " katanya sambil tertawa renyah. Jeder ... Suara tawanya itu terdengar bagaikan suara petir yang menyambar tubuhku seketika.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و
__ADS_1